Rumpun kesehatan menyumbang jumlah naskah masuk terbesar di jurnal nasional terakreditasi, dan itu membuat persaingan di peringkat kedua sangat ketat. Sebagian besar naskah gugur sebelum sampai ke reviewer, bukan karena datanya lemah, melainkan karena syarat etik dan pelaporan tidak dipenuhi.
Sejak Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 berlaku, peta peringkat SINTA juga berubah. Artikel ini merangkum apa yang berubah, apa yang dituntut dari naskah bidang kesehatan, dan bagaimana menyusun daftar jurnal tujuan yang statusnya benar-benar aktif.
Seluruh angka yang dikutip di sini mengacu pada aturan yang berlaku sejak Juli 2026. Bila Anda pernah membaca panduan lama yang menyebut rentang 70 sampai 85, angka itu sudah tidak dipakai untuk penilaian baru.
Ringkasan Cepat
Table of Contents
ToggleJurnal Sinta 2 Kesehatan adalah jurnal ilmiah bidang kesehatan yang memperoleh peringkat kedua dalam sistem akreditasi jurnal nasional dan terindeks di portal SINTA. Sejak Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 ditetapkan pada 29 Juni 2026 dan diundangkan pada 7 Juli 2026, sistem peringkat disederhanakan dari enam menjadi empat tingkat, dan rentang nilai tiap peringkat digeser ke atas.
| Peringkat | Rentang Lama (Permen 9/2018) | Rentang Baru (Permen 9/2026) |
|---|---|---|
| SINTA 1 | 85–100 | 90–100 |
| SINTA 2 | 70 – di bawah 85 | 80–89 |
| SINTA 3 | 60 – di bawah 70 | 70–79 |
| SINTA 4 | 50 – di bawah 60 | 60–69 |
| SINTA 5 & 6 | 30 – di bawah 50 | Dihapus, berstatus tidak terakreditasi |
Catatan Transisi yang Perlu Anda Sadari
Jurnal kesehatan yang hari ini berlabel SINTA 2 memperoleh peringkat itu dari penilaian di bawah aturan lama, dengan rentang 70 sampai di bawah 85, sementara penilaian baru memakai rentang 80–89. Jangan menyimpulkan skor sebuah jurnal hanya dari labelnya. Buka nomor SK akreditasi di profil SINTA untuk mengetahui periode penilaian mana yang berlaku baginya.
Cakupan kesehatan sangat luas dan tiap jurnal membatasi fokusnya secara spesifik. Mengirim naskah ke jurnal yang salah cakupan adalah penyebab penolakan paling sering, dan itu sepenuhnya dapat dihindari.
| Sub-Bidang | Fokus Naskah yang Umum Diterima |
|---|---|
| Kesehatan Masyarakat | Epidemiologi, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, K3, kebijakan kesehatan |
| Keperawatan | Intervensi keperawatan, manajemen nyeri, caring, kualitas hidup pasien |
| Kebidanan | Kesehatan ibu dan anak, ASI eksklusif, stunting, pelayanan antenatal |
| Gizi | Status gizi, pangan fungsional, pola konsumsi, gizi klinik |
| Kedokteran Klinis | Uji diagnostik, studi kohort dan kasus kontrol, luaran terapi |
| Farmasi Klinis | Rasionalitas pengobatan, kepatuhan pasien, farmakoekonomi |
Berikut jurnal yang statusnya kami periksa langsung di portal SINTA, bukan disalin dari rekapitulasi pihak ketiga. Setiap baris menyertakan bukti peringkat agar Anda bisa menilai kemutakhirannya.
| No | Nama Jurnal | Penerbit | Fokus | Bukti Peringkat | Profil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Jurnal Berita Ilmu Keperawatan | Universitas Muhammadiyah Surakarta | Keperawatan | Sinta 2 — Vol. 19 No. 1 (2026) | Lihat profil |
| 2 | Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada | Politeknik Sandi Karsa, Makassar | Kesehatan umum | Sinta 2 — Vol. 15 No. 1 (2026) | Lihat profil |
| 3 | Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat | UPN Veteran Jakarta | Kesehatan masyarakat | Sinta 2 — Vol. 18 No. 1 (2026) | Lihat profil |
| 4 | AcTion: Aceh Nutrition Journal | Poltekkes Kemenkes Aceh | Gizi | Sinta 2 — Vol. 11 No. 1 (2026) | Lihat profil |
| 5 | Jurnal Gizi Klinik Indonesia | FK-KMK Universitas Gadjah Mada | Gizi klinik | Sinta 2 — Vol. 21 No. 4 (2025) | Lihat profil |
| 6 | Jurnal Gizi Indonesia | Universitas Diponegoro | Gizi | Sinta 2 — Vol. 13 No. 2 (2025) | Lihat profil |
| 7 | Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan | Universitas Tribhuwana Tunggadewi | Kesehatan umum | Sinta 2 — SK 295/C/C3/KPT/2026, berlaku sampai 2029 | Lihat profil |
| 8 | Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia | Universitas Pendidikan Indonesia | Pendidikan keperawatan | Sinta 2 — SK 10/C/C3/DT.05.00/2025 | Lihat profil |
Data diverifikasi satu per satu melalui halaman profil portal SINTA dan pengumuman resmi pengelola jurnal pada Agustus 2026. Kolom bukti peringkat mencantumkan terbitan terakhir yang tercatat Sinta 2 atau nomor SK akreditasinya, sehingga Anda dapat menilai sendiri seberapa mutakhir statusnya. Peringkat dapat berubah pada tiap periode penilaian, jadi buka kembali tautan profilnya sebelum submit.
Mengapa Anda Tetap Perlu Menyaring Sendiri
Peringkat dan masa berlaku akreditasi bergerak tiap periode penilaian, dan Permen 9/2026 membuat pemetaannya berubah lebih cepat lagi. Daftar statis yang disalin hari ini bisa menyesatkan dalam hitungan bulan. Lima langkah di bawah menghasilkan daftar yang selalu mutakhir dan bisa Anda pertanggungjawabkan saat ditanya pembimbing, asesor, atau tim penilai angka kredit. Alur penyiapan naskahnya sendiri kami bahas terpisah dalam panduan lengkap publikasi jurnal Sinta 2.
1Mulai dari Portal Resmi, Bukan Salinan
Masuk lewat menu Sources di portal SINTA, bukan lewat hasil pencarian Google. Banyak situs pihak ketiga menyalin daftar lama dan tidak pernah memperbaruinya.
2Saring Berdasarkan Peringkat S2
Aktifkan filter peringkat pada kolom S2. Yang muncul adalah jurnal yang tercatat di peringkat kedua saat ini, apa pun periode penilaian yang menetapkannya.
3Persempit dengan Kata Kunci Bidang
Masukkan kata kunci seperti kesehatan, keperawatan, kebidanan, gizi, atau public health. Coba padanan bahasa Inggrisnya juga, karena sebagian jurnal kesehatan memakai nama berbahasa Inggris meski diterbitkan di Indonesia.
4Buka Profil dan Periksa Masa Berlaku
Klik nama jurnal untuk membuka profilnya. Catat nomor SK akreditasi dan periode berlakunya, lalu pastikan volume tempat artikel Anda terbit masih berada di rentang itu.
5Verifikasi Silang ke Situs Jurnal
Kunjungi situs resmi jurnal, lihat arsip terbitan terakhir dan halaman focus and scope. Jurnal yang berhenti terbit lebih dari setahun rawan turun peringkat pada evaluasi berikutnya.
Penelitian yang menyentuh manusia, data rekam medis, jaringan biologis, maupun hewan coba wajib menyertakan nomor persetujuan dari komisi etik penelitian kesehatan beserta nama lembaganya. Tuliskan di bagian metode, lengkap dengan cara memperoleh persetujuan partisipan dan cara identitas mereka dilindungi. Naskah tanpa keterangan ini praktis tidak akan lolos pemeriksaan awal.
Editor bidang kesehatan terbiasa memeriksa kelengkapan pelaporan menggunakan daftar tilik standar. Menyertakan daftar tilik yang sudah diisi sebagai berkas tambahan sering mempercepat proses telaah, karena reviewer tidak perlu menebak apakah suatu informasi memang tidak ada atau sekadar lupa ditulis.
Sebutkan uji yang dipakai berikut alasannya, hasil uji prasyarat, dan perangkat lunak beserta versinya. Untuk data yang tidak berdistribusi normal, gunakan uji nonparametrik dan katakan demikian. Laporkan pula ukuran efek atau interval kepercayaan, bukan hanya nilai p.
Yang Wajib Tercantum di Bagian Metode
| Desain Penelitian | Pedoman Pelaporan | Yang Sering Terlewat |
|---|---|---|
| Potong lintang dan kohort | STROBE | Alur peserta dan jumlah yang tidak dianalisis |
| Uji acak terkendali | CONSORT | Cara penyembunyian alokasi dan diagram alur peserta |
| Tinjauan sistematis | PRISMA | Strategi pencarian lengkap dan penilaian risiko bias |
| Kualitatif | COREQ | Posisi peneliti, saturasi data, dan cara pengodean |
| Laporan kasus | CARE | Lini masa kasus dan persetujuan pasien |
Banyak penulis kesehatan menargetkan peringkat kedua padahal naskahnya lebih realistis di peringkat ketiga, lalu kehilangan enam sampai delapan bulan di antrean. Membandingkan dua peringkat ini sejak awal menghemat waktu jauh lebih banyak daripada memperbaiki naskah setelah ditolak.
| Aspek | SINTA 2 | SINTA 3 |
|---|---|---|
| Rentang nilai akreditasi | 80–89 | 70–79 |
| Ekspektasi kebaruan | Temuan yang berpotensi menggeser praktik atau kebijakan | Kontribusi kontekstual yang dikerjakan rapi |
| Cakupan data | Sering multi-lokasi atau data sekunder berskala besar | Satu lokasi masih sangat lazim |
| Pelaporan | Daftar tilik pelaporan hampir selalu diminta | Dianjurkan, belum tentu diwajibkan |
| Pola keputusan | Revisi mayor adalah hal biasa | Revisi minor lebih sering terjadi |
Membaca tabel di atas sebaiknya dilakukan sebelum naskah selesai, bukan sesudahnya. Bila mayoritas baris menempatkan naskah Anda di kolom kanan, memperkuat naskah atau menurunkan target sama-sama pilihan yang masuk akal.
Menaikkan peluang diterima sering kali bukan soal memperbaiki naskah, melainkan soal memilih jurnal yang tepat sejak awal. Tabel berikut membantu memetakan kondisi naskah ke peringkat yang realistis.
| Kondisi Naskah | Arahkan ke Jurnal | Alasan |
|---|---|---|
| Uji intervensi dengan sampel memadai dan ethical clearance lengkap | SINTA 2 bidang keperawatan atau kesehatan masyarakat | Nilai kebaruan dan kelengkapan metode sudah sebanding dengan standar peringkat kedua |
| Analisis data sekunder skala nasional | SINTA 2 kesehatan masyarakat | Cakupan populasi besar menjadi nilai tambah di jurnal berorientasi kebijakan |
| Studi deskriptif satu lokasi tanpa pembanding | SINTA 3 atau 4 | Kebaruannya terbatas, tetapi tetap layak terbit di peringkat menengah |
| Laporan kasus tunggal | Jurnal kedokteran klinis yang membuka rubrik case report | Tidak semua jurnal menerima jenis naskah ini |
| Naskah kualitatif dengan pengodean transparan | SINTA 2 yang rutin memuat naskah kualitatif | Periksa dulu apakah jurnal punya reviewer dengan latar tersebut |
Uji Kecocokan dalam Sepuluh Menit
Tujuh langkah berikut adalah urutan yang paling jarang menimbulkan pengulangan kerja. Melewati satu langkah biasanya tidak langsung terasa, tetapi muncul kembali sebagai permintaan revisi beberapa bulan kemudian.
1Selaraskan Naskah dengan Template Jurnal
Unduh template resmi dan pindahkan naskah Anda ke dalamnya sejak awal, bukan di akhir. Sesuaikan gaya sitasi, format tabel, penomoran, dan struktur judul bagian. Editor kesehatan sering mengembalikan naskah hanya karena gaya selingkung tidak diikuti.
2Siapkan Berkas Etik dan Persetujuan
Scan surat persetujuan etik, salinan formulir informed consent kosong, dan izin penelitian dari lokasi pengambilan data. Sebagian jurnal meminta ketiganya diunggah sebagai berkas tambahan pada tahap submisi.
3Lengkapi Daftar Tilik Pelaporan
Isi STROBE, CONSORT, PRISMA, atau CARE sesuai desain penelitian Anda, lalu cantumkan nomor halaman tempat tiap butir dapat ditemukan. Ini mempercepat telaah karena reviewer tidak perlu menebak.
4Periksa Tingkat Kemiripan
Jalankan pemeriksaan similarity sebelum submit. Bila naskah berasal dari tesis yang sudah diunggah ke repositori kampus, tulis ulang bagian metode dan pembahasan agar angkanya turun ke batas yang diterima jurnal.
5Tulis Cover Letter yang Spesifik
Sebutkan mengapa naskah Anda cocok dengan cakupan jurnal, apa kebaruannya dalam satu kalimat, dan pernyataan bahwa naskah belum pernah diterbitkan serta tidak sedang ditinjau jurnal lain.
6Tanggapi Reviewer Secara Terstruktur
Buat tabel dua kolom berisi komentar reviewer dan tanggapan Anda, lengkap dengan halaman tempat perubahan dilakukan. Bila Anda tidak setuju dengan satu komentar, sampaikan alasannya dengan rujukan, bukan penolakan datar.
7Periksa Proof dengan Teliti
Pada tahap proof, fokuskan pemeriksaan pada angka di tabel, satuan, nama penulis, dan afiliasi. Kesalahan pada bagian ini sulit diperbaiki setelah artikel terbit dan mendapat DOI.
Tidak ada tarif tunggal untuk publikasi di peringkat kedua. Sebagian jurnal kesehatan yang dikelola perguruan tinggi negeri membebaskan biaya sepenuhnya, sebagian lain menetapkan biaya pemrosesan artikel yang besarnya berbeda-beda. Yang perlu Anda lakukan adalah membuka halaman biaya di situs jurnal sebelum submit, bukan menebak dari reputasinya.
Dari sisi waktu, rentang di bawah ini adalah gambaran umum, bukan janji. Antrean naskah, jadwal terbit, dan ketersediaan reviewer membuat angkanya berbeda jauh antar jurnal.
| Tahap | Perkiraan Durasi | Yang Paling Menentukan |
|---|---|---|
| Pemeriksaan awal oleh editor | Beberapa hari sampai beberapa minggu | Kelengkapan etik dan kesesuaian cakupan |
| Pencarian dan penugasan reviewer | Beberapa minggu | Ketersediaan reviewer di sub-bidang Anda |
| Telaah sejawat putaran pertama | Beberapa minggu sampai beberapa bulan | Kompleksitas desain dan analisis statistik |
| Revisi oleh penulis | Bergantung tenggat jurnal | Seberapa banyak data tambahan yang diminta |
| Penyuntingan dan penerbitan | Beberapa minggu | Antrean nomor terbit dan jadwal jurnal |
| Kesalahan | Dampak | Perbaikan |
|---|---|---|
| Nomor etik hanya di lampiran | Dikembalikan di pemeriksaan awal | Tulis nomor dan nama komisi di paragraf pertama bagian metode |
| Abstrak tanpa angka hasil | Editor sulit menilai bobot temuan | Cantumkan nilai utama, ukuran efek, dan taraf signifikansi |
| Pembahasan mengulang hasil | Dianggap tidak ada kontribusi ilmiah | Bandingkan dengan penelitian terdahulu dan jelaskan mekanismenya |
| Rujukan didominasi buku teks | Kemutakhiran dipertanyakan | Perbanyak artikel jurnal lima tahun terakhir |
| Kesimpulan menyatakan sebab akibat dari desain potong lintang | Kredibilitas naskah jatuh | Ganti dengan pernyataan hubungan, bukan pengaruh |
Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
Butuh Pendampingan Publikasi di Jurnal SINTA 2 Kesehatan?
Tim Pusat Publikasi membantu penyelarasan naskah dengan gaya selingkung jurnal, pengecekan kesesuaian scope, sampai pendampingan menjawab komentar reviewer.
Menembus jurnal SINTA 2 kesehatan bergantung pada tiga hal yang semuanya berada dalam kendali Anda: kelengkapan etik, kepatuhan pada pedoman pelaporan, dan kesesuaian dengan cakupan jurnal. Setelah rentang nilai berubah lewat Permen 9/2026, verifikasi status jurnal menjadi lebih penting lagi.
Satu hal yang sering terlupa: peringkat jurnal adalah cermin tata kelola penerbitnya, bukan jaminan mutu artikel Anda. Naskah yang disiapkan dengan disiplin metodologis akan terbaca baik di peringkat mana pun, dan justru itulah yang membuka jalan ke peringkat yang lebih tinggi pada publikasi berikutnya.
Bila Anda ingin memahami keseluruhan alurnya, mulai dari penyiapan naskah, pemilihan jurnal, sampai penanganan revisi dari reviewer, pelajari publikasi jurnal Sinta 2 yang membahasnya tahap demi tahap.
Berapa rentang nilai jurnal SINTA 2 sekarang?
Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026, SINTA 2 berada pada rentang 80–89. Aturan lama menempatkannya pada 70 sampai di bawah 85.
Apakah SINTA 5 dan 6 benar dihapus?
Ya. Regulasi 2026 menyederhanakan peringkat menjadi SINTA 1 sampai 4. Jurnal yang sebelumnya berada di peringkat 5 dan 6 tidak lagi termasuk kategori terakreditasi.
Apakah naskah tanpa ethical clearance bisa diterima?
Untuk penelitian yang melibatkan manusia atau hewan, hampir pasti tidak. Beberapa jurnal memberi pengecualian pada analisis data agregat yang sudah dipublikasikan secara terbuka, tetapi tetap harus dinyatakan di bagian metode.
Berapa lama proses review di jurnal SINTA 2 kesehatan?
Bervariasi antar penerbit, umumnya beberapa minggu sampai beberapa bulan hingga keputusan pertama, bergantung pada antrean naskah dan ketersediaan reviewer.
Apakah mahasiswa boleh menjadi penulis pertama?
Boleh. Yang dituntut regulasi baru adalah kejujuran kontribusi, sehingga setiap nama yang tercantum harus benar-benar terlibat dalam penelitian.
Apakah laporan kasus tunggal bisa masuk SINTA 2?
Bisa pada jurnal kedokteran klinis yang membuka rubrik tersebut, dengan syarat kasusnya langka atau menunjukkan respons terapi yang tidak biasa dan disertai persetujuan pasien.
Bolehkah memakai data sekunder?
Boleh, asalkan sumber data disebutkan, izin penggunaannya jelas, dan keterbatasan akibat tidak mengendalikan proses pengumpulan data dibahas secara terbuka.
Bagaimana cara memastikan akreditasi jurnal masih berlaku?
Buka profil jurnal di portal SINTA, catat nomor SK akreditasi dan periodenya, lalu pastikan volume tempat artikel Anda akan terbit masih berada dalam rentang tersebut.
Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.
Nomor WhatsApp resmi Pusat Publikasi hanya satu: +62 813-1022-184.
Jangan mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Pusat Publikasi.