Jurnal Sinta 1 Farmasi Terbaru

Farmasi termasuk bidang dengan populasi jurnal SINTA 1 paling tipis di Indonesia. Banyak jurnal farmasi yang reputasinya bagus dan terbit rutin justru berada di peringkat SINTA 2 — dan itu bukan cacat, melainkan gambaran distribusi peringkat yang sebenarnya.

Karena itu artikel ini disusun dua lapis. Lapis pertama memuat jurnal yang scope-nya memang farmasi. Lapis kedua memuat jurnal SINTA 1 di rumpun terdekat yang secara nyata menerbitkan riset farmakologi, uji praklinis, dan analisis sediaan — jalur yang sering terlewat padahal peluangnya riil.

Ringkasan Cepat

  • SINTA 1 memiliki rentang nilai 90–100 berdasarkan Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026.
  • Hanya 2 jurnal dengan scope farmasi langsung yang terverifikasi berperingkat SINTA 1.
  • Tersedia 2 jurnal S1 rumpun terkait yang secara riil memuat riset farmakologi dan analisis sediaan.
  • Naskah farmasi eksperimental hampir selalu diminta melampirkan data karakterisasi lengkap, bukan sekadar hasil akhir.
  • Estimasi waktu submit sampai terbit: 7–15 bulan.

Memahami Peringkat SINTA 1 di Bidang Farmasi

Peringkat SINTA 1 menandai posisi tertinggi dalam sistem akreditasi jurnal ilmiah nasional yang dikelola melalui ARJUNA. Di bidang farmasi, peringkat ini hanya dicapai jurnal yang tata kelola editorialnya rapi, terbit konsisten, dan artikelnya dinilai bermutu tinggi secara substansi.

Sejak Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 ditetapkan pada 29 Juni 2026 dan diundangkan pada 7 Juli 2026, sistem peringkat disederhanakan dari enam menjadi empat tingkat, dan rentang nilai tiap peringkat digeser ke atas.

Peringkat Rentang Lama (Permen 9/2018) Rentang Baru (Permen 9/2026)
SINTA 1 85–100 90–100
SINTA 2 70–84 80–89
SINTA 3 60–69 70–79
SINTA 4 50–59 60–69
SINTA 5 dan 6 30–49 Dihapus, menjadi tidak terakreditasi

Pergeseran rentang nilai akreditasi jurnal ilmiah.

Rentang Nilai Akreditasi: Aturan Lama vs Permen 9/2026ATURAN LAMA (Permen 9/2018)SINTA 1SINTA 2SINTA 3SINTA 4SINTA 5-6ATURAN BARU (Permen 9/2026) — SINTA 5 dan 6 dihapusSINTA 1 · 90-100SINTA 2 · 80-89SINTA 3 · 70-79SINTA 4 · 60-69

Pergeseran rentang nilai akreditasi. Jurnal farmasi berperingkat SINTA 1 kini harus berada pada rentang 90–100.

Rumpun yang Tercakup

Cakupannya meliputi farmasetika, kimia medisinal, farmakognosi dan bahan alam, farmakologi, farmasi klinis dan komunitas, hingga analisis sediaan. Perlu dicatat, di portal SINTA jurnal farmasi umumnya terdaftar dengan subject area Health, bukan kategori farmasi tersendiri.

Jurnal SINTA 1 Farmasi dan Rumpun Terdekatnya

Daftar disusun dua lapis. Lapis pertama memuat jurnal yang scope-nya memang farmasi. Lapis kedua memuat jurnal SINTA 1 rumpun terdekat yang secara nyata menerbitkan riset farmasi.

Lapis 1 — Jurnal Berscope Farmasi

No Nama Jurnal Penerbit Fokus Bukti Peringkat Profil
1 Indonesian Journal of Pharmacy Fakultas Farmasi UGM bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Farmasetika, kimia medisinal, farmakologi, bahan alam, farmasi klinis Profil SINTA menampilkan Sinta 1 – Current Acreditation dengan riwayat akreditasi hingga 2025 Profil
2 Journal of Public Health and Pharmacy Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal, Universitas Muhammadiyah Palu Farmasi klinis dan komunitas, pharmaceutical care, kepatuhan terapi, kesehatan masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026), artikel berlabel Accred: Sinta 1 Profil

Diverifikasi di portal SINTA per Agustus 2026. Peringkat dinilai ulang tiap periode akreditasi.

Lapis 2 — Jurnal SINTA 1 Rumpun Terkait

Jurnal berikut bukan jurnal farmasi murni, tetapi terbukti memuat riset farmasi pada terbitan terakhirnya.

No Nama Jurnal Penerbit Fokus Bukti Peringkat Profil
1 The Indonesian Biomedical Journal (InaBJ) The Prodia Education and Research Institute (PERI) Farmakologi eksperimental, uji praklinis, biomarker, terapi berbasis molekuler Vol. 18 No. 1 (2026), artikel berlabel Accred: Sinta 1 Profil
2 Indonesian Journal of Halal Research · Scopus Halal Center, UIN Sunan Gunung Djati Bandung Kehalalan sediaan farmasi dan kosmetika, deteksi cemaran, analisis bahan Terdaftar S1 Accredited dan terindeks Scopus pada listing resmi SINTA Profil

Jurnal SINTA 1 rumpun terkait yang menerima naskah bidang farmasi.

Cara Menyaring Sendiri di Portal SINTA

1Mulai dari Portal Resmi, Bukan Salinan

Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals. Daftar yang beredar di blog dan grup pesan sering tertinggal satu periode akreditasi, sehingga memuat jurnal yang peringkatnya sudah berubah.

2Telusuri di Bawah Kategori Health

Portal SINTA tidak menyediakan kategori farmasi tersendiri. Jurnal farmasi berada di bawah subject area Health bersama jurnal kedokteran dan kesehatan masyarakat, jadi telusuri dari sana.

3Periksa Penanda Current Acreditation

Pada halaman profil, peringkat yang berlaku tertera di bagian Current Acreditation. Inilah rujukan utamanya, bukan klaim peringkat yang dipasang di situs jurnal itu sendiri.

4Cocokkan dengan Label Artikel Terbaru

Buka daftar artikel terbitan terakhir dan perhatikan labelnya. Bila profil menyatakan Sinta 1 tetapi artikel terbaru berlabel Accred: Unknown, status terbitan berjalan patut dipertanyakan sebelum Anda mengirim naskah.

5Pastikan Periode Akreditasi Mencakup Volume Anda

Akreditasi berlaku untuk rentang volume tertentu. Pastikan volume tempat artikel Anda akan terbit masih berada di dalam periode tersebut, agar artikel benar-benar diakui sebagai luaran terakreditasi.

Catatan Verifikasi: Dua Hal yang Sering Tertukar

Karena jumlah kandidat di bidang ini sangat sedikit, setiap entri kami periksa langsung ke halaman profilnya, bukan lewat daftar perantara. Berikut dua catatan yang layak Anda ketahui sebelum menyusun rencana publikasi.

Feed artikel yang mandek bukan berarti akreditasi kedaluwarsa

Indonesian Journal of Pharmacy terbitan Fakultas Farmasi UGM sempat kami curigai karena daftar artikel terindeksnya berhenti di Volume 31 Nomor 2 tahun 2020. Setelah kami buka halaman profilnya secara langsung, status Sinta 1 tercatat aktif pada bagian Current Acreditation dengan riwayat akreditasi hingga 2025. Yang tertinggal ternyata proses harvesting Garuda, bukan akreditasinya. Dua hal ini sering tertukar dan menyebabkan jurnal yang sah justru dicoret dari daftar.

Farmasi tidak punya subject area sendiri

Di portal SINTA, jurnal farmasi umumnya terdaftar di bawah subject area Health. Menelusuri dengan kata kunci farmasi saja akan melewatkan sebagian besar kandidat, termasuk jurnal biomedis yang rutin memuat riset farmakologi.

Syarat Khusus Naskah Farmasi di Jurnal SINTA 1

Jurnal farmasi peringkat 1 menilai naskah terutama dari kelengkapan bukti eksperimental. Berikut titik-titik yang paling sering menentukan diterima atau tidaknya sebuah naskah.

Data karakterisasi yang lengkap, bukan hanya hasil akhir

Untuk riset bahan alam maupun sintesis, reviewer akan meminta spektrum lengkap — FTIR, NMR, LC-MS, atau kromatogram — bukan sekadar tabel kadar. Naskah yang hanya menyajikan angka rendemen dan aktivitas tanpa bukti identitas senyawa hampir pasti kena revisi mayor atau langsung ditolak.

Determinasi tanaman yang terdokumentasi

Riset berbasis bahan alam wajib menyertakan nomor spesimen herbarium dan lembaga yang menerbitkan surat determinasi. Menyebut nama latin tanaman saja tidak cukup, karena tanpa determinasi resmi hasil penelitian tidak dapat direplikasi.

Validasi metode analisis

Bila naskah memakai metode analisis kuantitatif, parameter validasinya harus dilaporkan: linearitas, LOD/LOQ, akurasi, presisi, dan selektivitas. Ini bagian yang paling sering diabaikan penulis pemula dan paling cepat terdeteksi reviewer.

Ethical clearance untuk uji praklinis dan uji pada manusia

Penelitian yang menggunakan hewan coba memerlukan persetujuan komisi etik beserta pernyataan kepatuhan pada prinsip 3R (replacement, reduction, refinement). Untuk studi farmasi klinis dan kepatuhan terapi, ethical clearance dan persetujuan partisipan bersifat mutlak.

Kontrol positif dan pembanding yang relevan

Uji aktivitas tanpa kontrol positif yang sesuai akan sulit dipertahankan. Reviewer akan mempertanyakan mengapa suatu ekstrak dianggap potensial jika tidak dibandingkan dengan obat standar yang sudah digunakan untuk indikasi yang sama.

SINTA 1 atau SINTA 2, Mana yang Realistis untuk Naskah Farmasi

Banyak penulis menargetkan SINTA 1 tanpa menimbang apakah itu pilihan paling masuk akal untuk situasinya. Tabel berikut membandingkan keduanya apa adanya.

Aspek SINTA 1 SINTA 2
Rentang nilai akreditasi 90–100 80–89
Jumlah jurnal bidang farmasi 2 jurnal terverifikasi Jauh lebih banyak
Tingkat persaingan Sangat ketat Ketat namun lebih terbuka
Estimasi waktu sampai terbit 7–15 bulan Umumnya lebih singkat
Kemungkinan terindeks Scopus Lebih besar Sebagian
Status jurnal nasional terakreditasi Ya Ya

Perlu ditegaskan, banyak jurnal farmasi terbaik Indonesia justru berada di SINTA 2. Membatasi diri hanya pada peringkat 1 di bidang ini berarti melewatkan tempat terbit yang sering kali jauh lebih cocok dengan tipe riset Anda.

Menentukan Jurnal Farmasi yang Paling Sesuai

Peringkat yang benar tidak menjamin apa pun bila scope-nya meleset. Urutan berikut dapat dipakai sebagai penyaring, dan kerangka umumnya dibahas di panduan menyeluruh publikasi jurnal SINTA 1.

  1. Pastikan jurnal menerima riset bahan alam. Sebagian jurnal farmasi lebih condong ke farmasi klinis dan kepatuhan terapi, sebagian lagi ke kimia medisinal dan sintesis. Keduanya sama-sama SINTA 1 tetapi tidak saling menggantikan.
  2. Cek tuntutan data instrumen sebelum menulis. Bila jurnal tujuan mensyaratkan spektrum NMR sementara riset Anda hanya sampai FTIR, lebih baik diketahui sekarang daripada setelah tiga bulan menunggu.
  3. Perhatikan apakah jurnal memuat uji in vivo. Beberapa jurnal membatasi diri pada studi in vitro dan in silico, sehingga naskah dengan hewan coba justru lebih cocok ke jurnal rumpun biomedis.
  4. Baca dua terbitan terakhir, bukan halaman focus and scope. Halaman scope ditulis dengan bahasa luas dan jarang diperbarui.
  5. Cek bahasa naskah yang diterima. Menerjemahkan naskah yang sudah jadi jauh lebih melelahkan daripada menulisnya dalam bahasa target sejak awal.
  6. Konfirmasi ulang status akreditasi menjelang submit. Peringkat dinilai ulang tiap periode akreditasi.

Alur Submit Naskah Farmasi, dari Persiapan Berkas sampai Terbit

Urutan berikut berlaku untuk hampir semua jurnal SINTA 1 yang memakai OJS. Sesuaikan detailnya dengan ketentuan jurnal tujuan Anda.

1Finalisasi naskah sesuai template jurnal

Unduh template resmi dan sesuaikan struktur, gaya sitasi, serta format tabel dan gambar.

2Jalankan pengecekan similarity

Periksa juga kemiripan dengan tesis atau skripsi Anda sendiri yang sudah diunggah ke repositori kampus.

3Siapkan berkas pendukung

Surat pernyataan orisinalitas dan pernyataan tidak sedang dikirim ke jurnal lain.

4Susun berkas data karakterisasi sebagai lampiran terpisah

Spektrum, kromatogram, dan surat determinasi tanaman sebaiknya sudah dirapikan sebelum submit, bukan dicari saat diminta reviewer.

5Siapkan justifikasi pemilihan kontrol positif

Ini pertanyaan yang hampir pasti muncul di putaran review pertama.

6Registrasi akun di OJS jurnal

Lengkapi profil penulis termasuk afiliasi dan ORCID.

7Unggah naskah melalui alur New Submission

Isi metadata dengan teliti: judul, abstrak, kata kunci, dan seluruh nama penulis beserta urutannya.

8Tanggapi hasil review secara terstruktur

Susun tabel tanggapan poin per poin, dan bila menolak saran reviewer sampaikan alasannya dengan santun.

9Periksa proof sebelum terbit

Kesempatan terakhir memperbaiki kekeliruan nama, afiliasi, angka, dan tabel.

Perkiraan Waktu Proses dan Komponen Biaya Riset Farmasi

Angka berikut adalah rentang wajar untuk jurnal SINTA 1 bidang farmasi. Gunakan sebagai dasar perencanaan, bukan jaminan.

Tahap Perkiraan Waktu Catatan
Pemeriksaan awal editor 2–5 minggu Kesesuaian scope, kelengkapan data pendukung, similarity check
Peer review putaran pertama 3–6 bulan Reviewer farmasi sangat spesifik per subbidang sehingga pencariannya lama
Revisi penulis 1–3 bulan Sering kali menuntut eksperimen tambahan, bukan sekadar perbaikan tulisan
Review putaran kedua dan keputusan 1–3 bulan Reviewer memeriksa apakah data tambahan benar-benar menjawab keberatan
Produksi sampai terbit 1–3 bulan Layout gambar spektrum dan kromatogram butuh perhatian ekstra

Komponen Biaya

Selain APC yang tarifnya harus dicek langsung di laman Author Fees tiap jurnal, riset farmasi punya komponen biaya yang tidak dimiliki bidang lain: analisis instrumen (NMR, LC-MS, FTIR) yang dibayar per sampel, pengadaan hewan coba beserta pemeliharaannya, serta pembelian baku pembanding. Komponen inilah yang biasanya jauh lebih besar daripada biaya publikasinya sendiri, dan sebaiknya sudah dianggarkan sejak proposal.

Perlu Diwaspadai

Bila ada pihak yang menjanjikan naskah pasti terbit di jurnal SINTA 1 dalam hitungan minggu dengan membayar sejumlah uang, itu bukan layanan publikasi. Jurnal terakreditasi peringkat 1 tidak menjual kepastian terbit, dan proses peer review tidak dapat dipercepat dengan pembayaran.

Kelemahan Naskah Farmasi yang Paling Cepat Terdeteksi Reviewer

Kesalahan Akibat Yang Sebaiknya Dilakukan
Melaporkan aktivitas tanpa bukti identitas senyawa Hasil dianggap tidak dapat direplikasi Sertakan spektrum lengkap, bukan hanya tabel kadar
Tidak menyertakan surat determinasi tanaman Ditolak pada pemeriksaan awal Urus determinasi ke herbarium beserta nomor spesimennya
Uji aktivitas tanpa kontrol positif Klaim potensi tidak dapat dipertahankan Bandingkan dengan obat standar untuk indikasi yang sama
Mengandalkan daftar jurnal dari situs pihak ketiga Submit ke jurnal yang peringkatnya sudah berubah Verifikasi langsung di portal SINTA menjelang submit
Mengabaikan kecocokan scope Ditolak di tahap desk review tanpa masuk peer review Baca isi dua terbitan terakhir jurnal tujuan
Menyerah setelah revisi mayor Kehilangan naskah yang sebenarnya berpeluang Revisi mayor berarti masih ada peluang, tanggapi secara terstruktur

Butuh Pendampingan Publikasi di Jurnal SINTA 1 Farmasi?

Tim Pusat Publikasi membantu penyelarasan naskah dengan gaya selingkung jurnal, pengecekan kesesuaian scope, sampai pendampingan menjawab komentar reviewer.

Konsultasi Sekarang

Kesimpulan

Pilihan jurnal SINTA 1 di bidang farmasi memang sangat terbatas, dan itu bukan sesuatu yang bisa disiasati. Yang dapat Anda kendalikan adalah kualitas naskah dan ketepatan memilih tujuan, termasuk mempertimbangkan jurnal SINTA 1 rumpun terdekat maupun jurnal SINTA 2 yang scope-nya justru lebih pas.

Peringkat SINTA bukan status permanen. Setiap periode akreditasi, jurnal dapat naik, bertahan, atau turun. Verifikasi ulang menjelang submit karena itu bukan langkah berlebihan, melainkan bagian wajib dari persiapan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa jurnal farmasi Sinta 1 sedikit sekali?

Karena peringkat 1 menuntut skor akreditasi 90–100, yang mensyaratkan tata kelola editorial, konsistensi terbit, dan dampak sitasi pada level tertinggi. Banyak jurnal farmasi Indonesia yang secara substansi bagus tetapi belum memenuhi seluruh indikator tersebut, sehingga bertahan di SINTA 2. Ini gambaran distribusi yang normal, bukan indikasi jurnalnya bermasalah.

Apakah naskah farmasi bisa dikirim ke jurnal biomedis Sinta 1?

Bisa, dan sering kali justru lebih tepat sasaran. Riset farmakologi eksperimental, uji aktivitas senyawa, dan studi biomarker cocok dengan scope jurnal biomedis. Yang penting, baca dulu focus and scope serta beberapa artikel terbitan terakhir untuk memastikan tipe naskah Anda memang biasa dimuat di sana.

Apakah riset skripsi farmasi bisa langsung dikirim ke jurnal Sinta 1?

Secara aturan boleh, tetapi peluangnya kecil bila datanya belum diperkaya. Skripsi umumnya berhenti pada satu uji aktivitas, sementara jurnal peringkat 1 mengharapkan rangkaian bukti yang lebih utuh — karakterisasi, mekanisme, dan pembanding. Mengembangkan skripsi bersama pembimbing menjadi naskah yang lebih lengkap adalah langkah yang jauh lebih realistis.

Apa itu determinasi tanaman dan mengapa wajib?

Determinasi adalah proses identifikasi ilmiah spesies tanaman oleh ahli botani, yang menghasilkan surat keterangan beserta nomor spesimen herbarium. Ini wajib karena tanpa kepastian identitas spesies, hasil penelitian tidak bisa direplikasi oleh peneliti lain — dan replikabilitas adalah syarat dasar publikasi ilmiah.

Berapa lama proses review di jurnal farmasi Sinta 1?

Umumnya 7–15 bulan sampai terbit. Jurnal farmasi cenderung lebih lambat daripada bidang lain karena reviewer harus sangat spesifik subbidangnya, dan revisi sering menuntut eksperimen tambahan yang butuh waktu laboratorium tersendiri.

Apakah wajib berbahasa Inggris?

Jurnal farmasi SINTA 1 dalam daftar ini menerbitkan artikel berbahasa Inggris. Untuk naskah bidang farmasi, ketepatan istilah teknis lebih penting daripada keindahan kalimat, jadi pastikan penyunting bahasa yang Anda pakai memahami terminologi farmasi.

Bagaimana cara mengecek status akreditasi jurnal farmasi?

Buka profil jurnalnya di portal SINTA, lalu periksa penanda Current Acreditation sekaligus label akreditasi pada artikel terbitan terbaru. Perlu diperhatikan, ada jurnal yang status akreditasinya aktif tetapi daftar artikelnya tampak lama karena proses harvesting Garuda tertinggal — dua hal ini berbeda dan tidak boleh disimpulkan terburu-buru.

Apakah publikasi di jurnal Sinta 1 farmasi berbayar?

Bervariasi antar jurnal, dan tarifnya dapat berubah. Cek laman Author Fees di situs jurnal yang bersangkutan. Perlu diingat, tidak adanya biaya publikasi bukan jaminan kualitas, begitu pula sebaliknya — yang menentukan adalah status akreditasi dan kualitas proses reviewnya.

Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.

You might also like