Berbeda dari kebanyakan bidang lain, penulis di jurnal sinta 1 hukum justru menghadapi masalah yang menyenangkan: pilihannya banyak. Terdapat sepuluh jurnal berperingkat SINTA 1 di bidang ini — jumlah tertinggi dalam cluster ini.
Konsekuensinya, tantangan bergeser dari mencari menjadi memilih. Sepuluh jurnal tersebut punya karakter yang berbeda-beda: ada yang berorientasi hukum internasional, ada yang fokus pada pembaruan hukum nasional, ada pula yang khusus hukum Islam. Artikel ini memuat kesepuluhnya beserta pembagian scope-nya.
Ringkasan Cepat
Table of Contents
ToggleJurnal SINTA 1 adalah jurnal ilmiah nasional dengan peringkat akreditasi tertinggi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui sistem ARJUNA. Di bidang hukum, cukup banyak jurnal yang berhasil mencapai peringkat ini, sehingga penulis punya ruang pilih yang lebih longgar.
Sejak Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 ditetapkan pada 29 Juni 2026 dan diundangkan pada 7 Juli 2026, sistem peringkat disederhanakan dari enam menjadi empat tingkat, dan rentang nilai tiap peringkat digeser ke atas.
| Peringkat | Rentang Lama (Permen 9/2018) | Rentang Baru (Permen 9/2026) |
|---|---|---|
| SINTA 1 | 85–100 | 90–100 |
| SINTA 2 | 70–84 | 80–89 |
| SINTA 3 | 60–69 | 70–79 |
| SINTA 4 | 50–59 | 60–69 |
| SINTA 5 dan 6 | 30–49 | Dihapus, menjadi tidak terakreditasi |
Pergeseran rentang nilai akreditasi jurnal ilmiah.
Pergeseran rentang nilai akreditasi. Jurnal hukum berperingkat SINTA 1 kini harus berada pada rentang 90–100.
Cakupannya meliputi hukum pidana, hukum perdata dan bisnis, hukum tata negara, hukum internasional, hukum agraria dan sumber daya alam, serta hukum Islam. Di portal SINTA jurnal hukum umumnya terdaftar dengan subject area Social atau Humanities, dan sebagian tanpa subject area sama sekali.
Status akreditasi seluruh jurnal berikut diverifikasi langsung ke halaman profil portal SINTA, bukan disalin dari daftar pihak ketiga.
| No | Nama Jurnal | Penerbit | Fokus | Bukti Peringkat | Profil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Journal of Law and Legal Reform | Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang | Reformasi hukum, hukum pidana, hukum lingkungan, studi hukum komparatif | Vol. 7 No. 1 (Januari 2026), artikel berlabel Accred: Sinta 1 | Profil |
| 2 | Legality: Jurnal Ilmiah Hukum · Scopus | Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang | Hukum perdata, hukum bisnis, tata kelola pemerintahan, hukum kontrak | Vol. 34 No. 1 (Maret 2026), artikel berlabel Accred: Sinta 1 | Profil |
| 3 | Jurnal Hukum | Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) | Hukum pidana, hukum administrasi negara, perlindungan anak, hukum pembuktian | Vol. 41 No. 2 (2025), artikel berlabel Accred: Sinta 1 | Profil |
| 4 | Jurnal Media Hukum | Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | Hukum tata negara, HAM, hukum internasional, hukum agraria | Terdaftar S1 Accredited pada listing resmi SINTA | Profil |
| 5 | LAW REFORM · Scopus | Universitas Diponegoro | Pembaruan hukum nasional, politik hukum, hukum ekonomi | Terdaftar S1 Accredited dan terindeks Scopus pada listing resmi SINTA | Profil |
| 6 | Hasanuddin Law Review · Scopus | Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin | Hukum internasional, hukum laut, hukum konstitusi, studi komparatif | Terdaftar S1 Accredited dan terindeks Scopus pada listing resmi SINTA | Profil |
| 7 | Yustisia · Scopus | Universitas Sebelas Maret | Hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara | Terdaftar S1 Accredited dan terindeks Scopus pada listing resmi SINTA | Profil |
| 8 | Sriwijaya Law Review · Scopus | Fakultas Hukum, Universitas Sriwijaya | Hukum bisnis internasional, hukum lingkungan, hukum adat | Terdaftar S1 Accredited dan terindeks Scopus pada listing resmi SINTA | Profil |
| 9 | Jambe Law Journal · Scopus | Fakultas Hukum, Universitas Jambi | Hukum sumber daya alam, hukum agraria, hukum pidana | Terdaftar S1 Accredited dan terindeks Scopus pada listing resmi SINTA | Profil |
| 10 | Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum | Fakultas Syariah, UIN Raden Mas Said Surakarta | Hukum Islam, ushul fiqh, hukum keluarga Islam, maqasid syariah | Vol. 11 No. 1 (2026), artikel berlabel Accred: Sinta 1 | Profil |
Diverifikasi di portal SINTA per Agustus 2026. Peringkat dinilai ulang tiap periode akreditasi.
1Mulai dari Portal Resmi, Bukan Salinan
Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals. Daftar yang beredar di blog dan grup pesan sering tertinggal satu periode akreditasi, sehingga memuat jurnal yang peringkatnya sudah berubah.
2Cocokkan Penerbit dan E-ISSN
Sebagian entri jurnal hukum menampilkan judul yang tidak wajar di portal, kemungkinan karena gangguan data. Mencocokkan nama penerbit dan E-ISSN jauh lebih aman daripada mengandalkan judul.
3Periksa Penanda Current Acreditation
Pada halaman profil, peringkat yang berlaku tertera di bagian Current Acreditation. Inilah rujukan utamanya, bukan klaim peringkat yang dipasang di situs jurnal itu sendiri.
4Cocokkan dengan Label Artikel Terbaru
Buka daftar artikel terbitan terakhir dan perhatikan labelnya. Bila profil menyatakan Sinta 1 tetapi artikel terbaru berlabel Accred: Unknown, status terbitan berjalan patut dipertanyakan sebelum Anda mengirim naskah.
5Pastikan Periode Akreditasi Mencakup Volume Anda
Akreditasi berlaku untuk rentang volume tertentu. Pastikan volume tempat artikel Anda akan terbit masih berada di dalam periode tersebut, agar artikel benar-benar diakui sebagai luaran terakreditasi.
Seluruh sepuluh entri kami periksa ke halaman profil resmi pada Agustus 2026. Berikut catatan yang muncul selama proses tersebut.
Saat menelusuri, kami menemukan beberapa entri jurnal hukum yang judulnya tampil sebagai judul artikel, bukan nama jurnalnya — kemungkinan gangguan pada data. Karena itu penelusuran berdasarkan nama saja berisiko; mencocokkan penerbit dan E-ISSN jauh lebih aman.
Dari seluruh bidang yang kami telusuri, hukum memiliki jurnal Sinta 1 terbanyak. Sebagian di antaranya adalah jurnal hukum Islam yang mengkaji fikih dan hukum keluarga Islam. Keduanya berperingkat sama, sehingga pemilihan murni bergantung pada kesesuaian topik.
Jurnal hukum peringkat 1 punya standar yang cukup berbeda dari bidang lain karena karakter penelitian hukum itu sendiri. Berikut yang paling menentukan.
Menyebut ‘penelitian hukum normatif’ saja tidak memadai. Jelaskan pendekatan yang dipakai — perundang-undangan, kasus, konseptual, historis, atau perbandingan — beserta alasan pemilihannya. Naskah yang metodenya kabur adalah pola paling umum yang membuat naskah berhenti di meja editor.
Kelemahan paling sering di bidang ini adalah naskah yang isinya menceritakan kembali bunyi pasal demi pasal tanpa membedahnya. Jurnal peringkat 1 mengharapkan argumentasi hukum: apa masalahnya, di mana letak pertentangan atau kekosongan normanya, dan bagaimana seharusnya diselesaikan.
Hukum berubah cepat. Naskah yang masih merujuk peraturan yang sudah dicabut atau putusan yang telah dianulir akan langsung kehilangan kredibilitas. Periksa ulang status setiap peraturan yang dikutip menjelang submit, bukan saat mulai menulis.
Beberapa jurnal dalam daftar ini, terutama yang terindeks Scopus, sangat menyukai naskah yang membandingkan pengaturan di Indonesia dengan negara lain. Perbandingan harus substantif — menjelaskan konteks dan alasan perbedaannya — bukan sekadar menyandingkan bunyi pasal.
Naskah yang berhenti pada kesimpulan ‘perlu adanya pengaturan lebih lanjut’ dianggap lemah. Nyatakan rekomendasi yang spesifik: norma seperti apa yang perlu diubah, oleh lembaga mana, dan dengan rumusan yang bagaimana.
Banyak penulis menargetkan SINTA 1 tanpa menimbang apakah itu pilihan paling masuk akal untuk situasinya. Tabel berikut membandingkan keduanya apa adanya.
| Aspek | SINTA 1 | SINTA 2 |
|---|---|---|
| Rentang nilai akreditasi | 90–100 | 80–89 |
| Jumlah jurnal bidang hukum | 10 jurnal terverifikasi | Jauh lebih banyak |
| Tingkat persaingan | Sangat ketat | Ketat namun lebih terbuka |
| Estimasi waktu sampai terbit | 6–13 bulan | Umumnya lebih singkat |
| Kemungkinan terindeks Scopus | Lebih besar | Sebagian |
| Status jurnal nasional terakreditasi | Ya | Ya |
Keduanya sama-sama jurnal nasional terakreditasi. Di bidang hukum, ketersediaan sepuluh jurnal peringkat 1 membuat menargetkan SINTA 1 cukup realistis, asalkan argumentasi hukum dalam naskah Anda memang tajam.
Peringkat yang benar tidak menjamin apa pun bila scope-nya meleset. Urutan berikut dapat dipakai sebagai penyaring, dan kerangka umumnya dibahas di panduan utuh publikasi jurnal SINTA 1.
Urutan berikut berlaku untuk hampir semua jurnal SINTA 1 yang memakai OJS. Sesuaikan detailnya dengan ketentuan jurnal tujuan Anda.
1Finalisasi naskah sesuai template jurnal
Unduh template resmi dan sesuaikan struktur, gaya sitasi, serta format tabel dan gambar.
2Jalankan pengecekan similarity
Periksa juga kemiripan dengan tesis atau skripsi Anda sendiri yang sudah diunggah ke repositori kampus.
3Siapkan berkas pendukung
Surat pernyataan orisinalitas dan pernyataan tidak sedang dikirim ke jurnal lain.
4Verifikasi ulang status setiap peraturan yang dikutip
Lakukan ini menjelang submit, bukan saat mulai menulis, karena hukum berubah cepat.
5Pastikan penulisan sitasi bahan hukum konsisten
Jurnal hukum umumnya sangat ketat pada format perujukan peraturan dan putusan pengadilan.
6Registrasi akun di OJS jurnal
Lengkapi profil penulis termasuk afiliasi dan ORCID.
7Unggah naskah melalui alur New Submission
Isi metadata dengan teliti: judul, abstrak, kata kunci, dan seluruh nama penulis beserta urutannya.
8Tanggapi hasil review secara terstruktur
Susun tabel tanggapan poin per poin, dan bila menolak saran reviewer sampaikan alasannya dengan santun.
9Periksa proof sebelum terbit
Kesempatan terakhir memperbaiki kekeliruan nama, afiliasi, angka, dan tabel.
Angka berikut adalah rentang wajar untuk jurnal SINTA 1 bidang hukum. Gunakan sebagai dasar perencanaan, bukan jaminan.
| Tahap | Perkiraan Waktu | Catatan |
|---|---|---|
| Pemeriksaan awal editor | 2–5 minggu | Penyaringan kejelasan metode dan kesesuaian scope |
| Peer review putaran pertama | 2–5 bulan | Jumlah jurnal yang banyak membuat beban per jurnal relatif terbagi |
| Revisi penulis | 3–8 minggu | Revisi umumnya menyangkut kedalaman argumentasi hukum |
| Review putaran kedua dan keputusan | 1–3 bulan | Jurnal terindeks Scopus cenderung memakai lebih banyak putaran |
| Produksi sampai terbit | 1–2 bulan | Copyediting, layout, penetapan DOI |
Kebijakan APC beragam antar sepuluh jurnal ini dan dapat berubah, jadi cek langsung laman Author Fees masing-masing. Untuk bidang hukum, komponen biaya di luar APC relatif kecil dibanding bidang eksakta — yang utama adalah penyuntingan bahasa Inggris bagi jurnal yang menerbitkan naskah berbahasa Inggris, serta akses basis data putusan atau jurnal hukum internasional bila diperlukan.
Perlu Diwaspadai
Bila ada pihak yang menjanjikan naskah pasti terbit di jurnal SINTA 1 dalam hitungan minggu dengan membayar sejumlah uang, itu bukan layanan publikasi. Jurnal terakreditasi peringkat 1 tidak menjual kepastian terbit, dan proses peer review tidak dapat dipercepat dengan pembayaran.
| Kesalahan | Akibat | Yang Sebaiknya Dilakukan |
|---|---|---|
| Memaparkan ulang bunyi pasal tanpa membedahnya | Dinilai deskriptif, bukan analitis | Tunjukkan pertentangan atau kekosongan normanya |
| Merujuk peraturan yang sudah dicabut | Kredibilitas naskah runtuh seketika | Verifikasi status setiap peraturan menjelang submit |
| Rekomendasi berhenti pada ‘perlu pengaturan lebih lanjut’ | Kontribusi dinilai kosong | Sebutkan norma, lembaga, dan rumusan perubahannya |
| Mengandalkan daftar jurnal dari situs pihak ketiga | Submit ke jurnal yang peringkatnya sudah berubah | Verifikasi langsung di portal SINTA menjelang submit |
| Mengabaikan kecocokan scope | Ditolak di tahap desk review tanpa masuk peer review | Baca isi dua terbitan terakhir jurnal tujuan |
| Menyerah setelah revisi mayor | Kehilangan naskah yang sebenarnya berpeluang | Revisi mayor berarti masih ada peluang, tanggapi secara terstruktur |
Butuh Pendampingan Publikasi di Jurnal SINTA 1 Hukum?
Tim Pusat Publikasi membantu penyelarasan naskah dengan gaya selingkung jurnal, pengecekan kesesuaian scope, sampai pendampingan menjawab komentar reviewer.
Terdapat 10 jurnal SINTA 1 bidang hukum yang terverifikasi aktif. Jumlah ini memberi ruang gerak, tetapi tetap menuntut ketelitian memilih: peringkat yang benar tidak berarti apa-apa bila scope-nya tidak cocok.
Peringkat SINTA bukan status permanen. Setiap periode akreditasi, jurnal dapat naik, bertahan, atau turun. Verifikasi ulang menjelang submit karena itu bukan langkah berlebihan, melainkan bagian wajib dari persiapan.
Berapa banyak jurnal hukum yang berperingkat Sinta 1?
Berdasarkan verifikasi ke portal SINTA per Agustus 2026, terdapat sepuluh jurnal hukum berperingkat SINTA 1, termasuk jurnal hukum Islam. Ini jumlah tertinggi dibanding bidang lain, dan menjadikan hukum sebagai bidang dengan peluang paling terbuka di peringkat teratas.
Apa perbedaan jurnal hukum umum dan jurnal hukum Islam di Sinta 1?
Perbedaannya pada objek kajian. Jurnal hukum umum membahas hukum positif Indonesia dan hukum internasional, sedangkan jurnal hukum Islam mengkaji fikih, ushul fiqh, hukum keluarga Islam, dan penerapan prinsip syariah. Keduanya sama-sama berperingkat SINTA 1, jadi pilihannya murni soal kesesuaian topik.
Apakah penelitian hukum normatif diterima di jurnal Sinta 1?
Diterima, dan justru mendominasi. Yang membedakan naskah yang lolos adalah kedalaman analisisnya — bukan sekadar memaparkan isi peraturan, melainkan membedah pertentangan norma, kekosongan hukum, atau ketidaksesuaian antara norma dan praktiknya.
Apakah naskah harus berbahasa Inggris?
Bergantung jurnalnya. Jurnal yang juga terindeks Scopus umumnya menerbitkan naskah berbahasa Inggris, sedangkan beberapa jurnal lain masih menerima bahasa Indonesia. Periksa Author Guidelines masing-masing sebelum mulai menulis.
Berapa lama proses review di jurnal hukum Sinta 1?
Umumnya 6–13 bulan sampai terbit. Karena jumlah jurnal SINTA 1 di bidang hukum cukup banyak, beban naskah lebih terbagi dan antreannya relatif tidak sepadat bidang yang jurnalnya hanya satu atau dua.
Apakah artikel dari skripsi hukum bisa diterbitkan?
Bisa, dan di bidang hukum peluangnya relatif lebih terbuka dibanding bidang eksakta karena penelitian hukum normatif tidak memerlukan laboratorium atau sampel besar. Syaratnya, naskah harus ditulis ulang dalam format artikel dengan argumentasi yang tajam, bukan potongan bab yang dipindahkan.
Bagaimana memilih di antara sepuluh jurnal yang ada?
Mulai dari kesesuaian topik, lalu periksa dua terbitan terakhir jurnal yang Anda incar. Jika naskah Anda membandingkan pengaturan Indonesia dengan negara lain, arahkan ke jurnal yang berorientasi internasional. Jika fokusnya pembaruan hukum nasional, ada jurnal yang memang mengkhususkan diri di sana.
Bagaimana cara memverifikasi peringkat jurnal hukum?
Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id, cari nama jurnalnya, lalu periksa penanda peringkat di halaman profil pada bagian Current Acreditation. Perlu diketahui, ada beberapa jurnal hukum yang judulnya tampil tidak wajar di portal karena gangguan data — pastikan Anda mencocokkan nama penerbit dan ISSN-nya juga.
Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.
Nomor WhatsApp resmi Pusat Publikasi hanya satu: +62 813-1022-184.
Jangan mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Pusat Publikasi.