Mencari jurnal Sinta 1 bidang kesehatan itu pekerjaan yang lebih sempit daripada kelihatannya. Dari 16.774 jurnal yang terdaftar di portal SINTA, yang berperingkat 1 hanya ratusan — dan yang scope-nya benar-benar kesehatan bisa dihitung dengan dua tangan.
Artikel ini memuat lima jurnal kesehatan berperingkat SINTA 1 yang status akreditasinya kami verifikasi satu per satu ke halaman profil resmi, bukan disalin dari daftar yang beredar di internet. Untuk setiap jurnal disertakan bukti kemutakhiran berupa nomor terbitan terbaru atau penanda Current Acreditation, supaya Anda bisa mengecek ulang sendiri.
Ringkasan Cepat
Table of Contents
ToggleJurnal SINTA 1 adalah jurnal ilmiah nasional dengan peringkat akreditasi tertinggi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui sistem ARJUNA. Untuk bidang kesehatan, artinya jurnal tersebut memenuhi standar tata kelola editorial, mutu substansi, dan konsistensi penerbitan pada level paling ketat yang berlaku.
Sejak Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 ditetapkan pada 29 Juni 2026 dan diundangkan pada 7 Juli 2026, sistem peringkat disederhanakan dari enam menjadi empat tingkat, dan rentang nilai tiap peringkat digeser ke atas.
| Peringkat | Rentang Lama (Permen 9/2018) | Rentang Baru (Permen 9/2026) |
|---|---|---|
| SINTA 1 | 85–100 | 90–100 |
| SINTA 2 | 70–84 | 80–89 |
| SINTA 3 | 60–69 | 70–79 |
| SINTA 4 | 50–59 | 60–69 |
| SINTA 5 dan 6 | 30–49 | Dihapus, menjadi tidak terakreditasi |
Pergeseran rentang nilai akreditasi jurnal ilmiah.
Pergeseran rentang nilai akreditasi. Jurnal kesehatan berperingkat SINTA 1 kini harus berada pada rentang 90–100.
Cakupannya meliputi kesehatan masyarakat, epidemiologi, kesehatan lingkungan, gizi, promosi kesehatan, kebijakan kesehatan, keperawatan, hingga kedokteran klinis. Beberapa jurnal dalam daftar ini bersubjek ganda di portal SINTA, misalnya Health bersama Education dan Social, sehingga naskah lintas disiplin tetap punya tempat.
Status akreditasi seluruh jurnal berikut diverifikasi langsung ke halaman profil portal SINTA, bukan disalin dari daftar pihak ketiga.
| No | Nama Jurnal | Penerbit | Fokus | Bukti Peringkat | Profil |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional | Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia | Kesehatan masyarakat, epidemiologi, kebijakan kesehatan, gizi masyarakat | Vol. 20 No. 1 (2025), artikel berlabel Accred: Sinta 1 | Profil |
| 2 | Public Health of Indonesia | YCAB Publisher | Kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, kesehatan kerja | Vol. 12 No. 1 (Januari–Maret 2026); profil menampilkan Sinta 1 – Current Acreditation | Profil |
| 3 | Jurnal Kesehatan Lingkungan (Journal of Environmental Health) | Universitas Airlangga | Kesehatan lingkungan, sanitasi, paparan okupasional, penyakit berbasis lingkungan | Vol. 18 No. 1 (2026), artikel berlabel Accred: Sinta 1 | Profil |
| 4 | JKKI: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia | Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia | Kedokteran klinis, laporan kasus, ilmu biomedis terapan | Vol. 17 No. 1 (2026), artikel berlabel Accred: Sinta 1 | Profil |
| 5 | MPPKI: Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia | Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu | Promosi kesehatan, perilaku kesehatan, stunting, pelayanan kesehatan primer | Vol. 9 No. 3 (Maret 2026), artikel berlabel Accred: Sinta 1 | Profil |
Diverifikasi di portal SINTA per Agustus 2026. Peringkat dinilai ulang tiap periode akreditasi.
1Mulai dari Portal Resmi, Bukan Salinan
Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals. Daftar yang beredar di blog dan grup pesan sering tertinggal satu periode akreditasi, sehingga memuat jurnal yang peringkatnya sudah berubah.
2Perhatikan Subject Area Ganda
Banyak jurnal kesehatan terdaftar di bawah lebih dari satu subject area, misalnya Health bersama Education dan Social. Jangan menyaring hanya lewat satu kategori, karena kandidat yang relevan bisa terlewat.
3Periksa Penanda Current Acreditation
Pada halaman profil, peringkat yang berlaku tertera di bagian Current Acreditation. Inilah rujukan utamanya, bukan klaim peringkat yang dipasang di situs jurnal itu sendiri.
4Cocokkan dengan Label Artikel Terbaru
Buka daftar artikel terbitan terakhir dan perhatikan labelnya. Bila profil menyatakan Sinta 1 tetapi artikel terbaru berlabel Accred: Unknown, status terbitan berjalan patut dipertanyakan sebelum Anda mengirim naskah.
5Pastikan Periode Akreditasi Mencakup Volume Anda
Akreditasi berlaku untuk rentang volume tertentu. Pastikan volume tempat artikel Anda akan terbit masih berada di dalam periode tersebut, agar artikel benar-benar diakui sebagai luaran terakreditasi.
Seluruh entri pada tabel di atas kami periksa satu per satu ke halaman profil resmi portal SINTA pada Agustus 2026. Berikut catatan yang muncul selama proses itu, termasuk satu jurnal yang akhirnya kami keluarkan.
The Indonesian Journal of Public Health terbitan Universitas Airlangga memiliki halaman profil yang menyatakan Sinta 1 pada bagian Current Acreditation. Namun ketika kami membuka daftar artikel Volume 21 Nomor 1 tahun 2026, seluruhnya berlabel Accred: Unknown. Dua penanda ini saling bertentangan, dan kami memilih tidak memasukkannya ke tabel sampai statusnya jelas. Bila Anda menemukannya di daftar lain, tanyakan langsung ke pengelola sebelum mengirim naskah.
Portal SINTA menempatkan sebagian jurnal kesehatan pada subject area ganda, misalnya Health bersama Education dan Social. Akibatnya, penyaringan yang hanya mengandalkan satu kategori akan melewatkan kandidat yang relevan.
Di luar syarat administratif umum, jurnal kesehatan peringkat 1 menerapkan sejumlah ketentuan substantif yang jarang bisa ditawar. Berikut yang paling menentukan.
Untuk penelitian yang melibatkan manusia, hewan coba, atau data rekam medis, nomor ethical clearance beserta nama komisi etik penerbitnya harus dicantumkan di bagian metode — bukan sekadar dilampirkan. Editor jurnal S1 rutin memverifikasi nomor tersebut. Penelitian yang sudah berjalan lebih dulu lalu mengurus etik belakangan akan terlihat dari tanggal terbit surat, dan ini alasan penolakan yang cukup sering.
Studi observasional diharapkan mengikuti STROBE, uji klinis mengikuti CONSORT, dan tinjauan sistematis mengikuti PRISMA. Beberapa jurnal meminta checklist-nya diunggah sebagai berkas tambahan. Naskah yang metodenya tidak bisa dipetakan ke salah satu kerangka ini biasanya dikembalikan sebelum masuk review.
Menyebut jumlah responden saja tidak cukup. Reviewer akan mencari dasar perhitungan besar sampel, teknik pengambilan sampel, serta bagaimana non-response ditangani. Ini salah satu titik yang paling sering memicu revisi mayor.
Topik kesehatan masyarakat di Indonesia sudah sangat padat. Naskah tentang stunting, kepatuhan pengobatan, atau perilaku merokok harus menyatakan dengan jelas apa yang berbeda dari puluhan studi sebelumnya — entah populasinya, pendekatan analisisnya, atau konteks kebijakannya.
Empat dari lima jurnal dalam daftar ini menerbitkan artikel dalam bahasa Inggris. Kualitas bahasa dinilai sebagai bagian dari kelayakan, sehingga proofreading oleh penutur asli atau layanan penyuntingan bahasa sebaiknya dianggap biaya wajib, bukan opsional.
Banyak penulis menargetkan SINTA 1 tanpa menimbang apakah itu pilihan paling masuk akal untuk situasinya. Tabel berikut membandingkan keduanya apa adanya.
| Aspek | SINTA 1 | SINTA 2 |
|---|---|---|
| Rentang nilai akreditasi | 90–100 | 80–89 |
| Jumlah jurnal bidang kesehatan | 5 jurnal terverifikasi | Jauh lebih banyak |
| Tingkat persaingan | Sangat ketat | Ketat namun lebih terbuka |
| Estimasi waktu sampai terbit | 6–14 bulan | Umumnya lebih singkat |
| Kemungkinan terindeks Scopus | Lebih besar | Sebagian |
| Status jurnal nasional terakreditasi | Ya | Ya |
SINTA 2 bukan peringkat gagal. Keduanya sama-sama jurnal nasional terakreditasi. Memaksakan naskah ke SINTA 1 padahal datanya belum memadai justru berisiko menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk hasil akhir berupa penolakan.
Peringkat yang benar tidak menjamin apa pun bila scope-nya meleset. Urutan berikut dapat dipakai sebagai penyaring, dan kerangka umumnya dibahas di panduan lengkap publikasi jurnal SINTA 1.
Urutan berikut berlaku untuk hampir semua jurnal SINTA 1 yang memakai OJS. Sesuaikan detailnya dengan ketentuan jurnal tujuan Anda.
1Finalisasi naskah sesuai template jurnal
Unduh template resmi dan sesuaikan struktur, gaya sitasi, serta format tabel dan gambar.
2Jalankan pengecekan similarity
Periksa juga kemiripan dengan tesis atau skripsi Anda sendiri yang sudah diunggah ke repositori kampus.
3Siapkan berkas pendukung
Surat pernyataan orisinalitas dan pernyataan tidak sedang dikirim ke jurnal lain.
4Siapkan salinan ethical clearance beserta checklist pelaporan
Sertakan STROBE, CONSORT, atau PRISMA sesuai desain penelitian; sebagian jurnal menolak memproses naskah tanpa berkas ini.
5Pastikan data pendukung siap diserahkan
Reviewer jurnal kesehatan kerap meminta tabel mentah atau hasil uji statistik lengkap di tengah proses review.
6Registrasi akun di OJS jurnal
Lengkapi profil penulis termasuk afiliasi dan ORCID.
7Unggah naskah melalui alur New Submission
Isi metadata dengan teliti: judul, abstrak, kata kunci, dan seluruh nama penulis beserta urutannya.
8Tanggapi hasil review secara terstruktur
Susun tabel tanggapan poin per poin, dan bila menolak saran reviewer sampaikan alasannya dengan santun.
9Periksa proof sebelum terbit
Kesempatan terakhir memperbaiki kekeliruan nama, afiliasi, angka, dan tabel.
Angka berikut adalah rentang wajar untuk jurnal SINTA 1 bidang kesehatan. Gunakan sebagai dasar perencanaan, bukan jaminan.
| Tahap | Perkiraan Waktu | Catatan |
|---|---|---|
| Pemeriksaan awal editor (desk review) | 1–4 minggu | Kelengkapan berkas, kesesuaian scope, similarity check |
| Peer review putaran pertama | 2–5 bulan | Umumnya 2–3 reviewer; jurnal S1 sering kesulitan mencari reviewer sebidang |
| Revisi penulis | 3–8 minggu | Revisi mayor pada naskah kesehatan biasanya menyangkut metode dan analisis statistik |
| Review putaran kedua dan keputusan | 1–3 bulan | Sebagian naskah masuk putaran ketiga |
| Produksi sampai terbit | 1–3 bulan | Copyediting, layout, penetapan DOI, penjadwalan nomor terbitan |
Biaya publikasi (APC) jurnal kesehatan SINTA 1 bervariasi luas — sebagian tidak memungut biaya sama sekali, sebagian mengenakan biaya untuk menutup produksi. Karena tarif dapat berubah tiap tahun, angka pastinya harus dicek langsung di laman Author Fees masing-masing jurnal. Yang perlu dianggarkan di luar APC: penyuntingan bahasa Inggris, pengurusan ethical clearance, dan pengecekan similarity berbayar bila kampus tidak menyediakan.
Perlu Diwaspadai
Bila ada pihak yang menjanjikan naskah pasti terbit di jurnal SINTA 1 dalam hitungan minggu dengan membayar sejumlah uang, itu bukan layanan publikasi. Jurnal terakreditasi peringkat 1 tidak menjual kepastian terbit, dan proses peer review tidak dapat dipercepat dengan pembayaran.
| Kesalahan | Akibat | Yang Sebaiknya Dilakukan |
|---|---|---|
| Ethical clearance terbit setelah data dikumpulkan | Dinilai melanggar etika penelitian | Urus persetujuan etik sebelum pengambilan data dimulai |
| Tidak melaporkan dasar perhitungan besar sampel | Revisi mayor atau penolakan | Cantumkan rumus, asumsi, dan teknik sampling yang dipakai |
| Menyimpulkan sebab-akibat dari studi potong lintang | Dikoreksi reviewer dan menurunkan kredibilitas | Gunakan bahasa asosiatif, bukan kausal |
| Mengandalkan daftar jurnal dari situs pihak ketiga | Submit ke jurnal yang peringkatnya sudah berubah | Verifikasi langsung di portal SINTA menjelang submit |
| Mengabaikan kecocokan scope | Ditolak di tahap desk review tanpa masuk peer review | Baca isi dua terbitan terakhir jurnal tujuan |
| Menyerah setelah revisi mayor | Kehilangan naskah yang sebenarnya berpeluang | Revisi mayor berarti masih ada peluang, tanggapi secara terstruktur |
Berikut jurnal yang kerap muncul di daftar jurnal SINTA 1 kesehatan padahal hasil verifikasi menunjukkan sebaliknya.
| Jurnal | Hasil Verifikasi |
|---|---|
| The Indonesian Journal of Public Health (Universitas Airlangga) | Profil menampilkan Sinta 1 – Current Acreditation, tetapi artikel Vol. 21 No. 1 (2026) berlabel Accred: Unknown. Status terbitan berjalan perlu dikonfirmasi ke pengelola sebelum dijadikan target submit. |
Butuh Pendampingan Publikasi di Jurnal SINTA 1 Kesehatan?
Tim Pusat Publikasi membantu penyelarasan naskah dengan gaya selingkung jurnal, pengecekan kesesuaian scope, sampai pendampingan menjawab komentar reviewer.
Terdapat 5 jurnal SINTA 1 bidang kesehatan yang terverifikasi aktif. Jumlah ini memberi ruang gerak, tetapi tetap menuntut ketelitian memilih: peringkat yang benar tidak berarti apa-apa bila scope-nya tidak cocok.
Peringkat SINTA bukan status permanen. Setiap periode akreditasi, jurnal dapat naik, bertahan, atau turun. Verifikasi ulang menjelang submit karena itu bukan langkah berlebihan, melainkan bagian wajib dari persiapan.
Apakah jurnal Sinta 1 kesehatan pasti terindeks Scopus?
Tidak. SINTA dan Scopus adalah dua sistem yang terpisah. Beberapa jurnal kesehatan SINTA 1 memang terindeks Scopus, tetapi ada juga yang berperingkat SINTA 1 tanpa indeksasi Scopus. Peringkat SINTA ditentukan melalui penilaian akreditasi ARJUNA, sedangkan Scopus adalah basis data internasional yang dikelola Elsevier dengan kriteria sendiri.
Berapa lama proses publikasi di jurnal Sinta 1 kesehatan?
Realistisnya 6–14 bulan dari submit sampai artikel benar-benar terbit. Rentang ini lebar karena sangat bergantung pada kecepatan reviewer dan berapa putaran revisi yang dibutuhkan. Jika ada pihak yang menjanjikan terbit di jurnal SINTA 1 dalam hitungan minggu, itu tanda bahaya yang serius.
Apakah mahasiswa S1 atau S2 boleh submit ke jurnal Sinta 1?
Boleh, tidak ada larangan berdasarkan jenjang pendidikan. Namun perlu jujur soal peluang: jurnal peringkat 1 menerapkan standar metodologi yang setara dengan riset dosen dan peneliti, sehingga tingkat penerimaannya rendah. Skripsi atau tesis yang belum dikembangkan lebih lanjut umumnya belum memenuhi standar tersebut.
Apakah wajib melampirkan ethical clearance?
Wajib untuk penelitian yang melibatkan subjek manusia, hewan coba, spesimen biologis, atau data rekam medis. Untuk studi yang murni menganalisis data sekunder agregat yang sudah dipublikasikan, sebagian jurnal membebaskan syarat ini — tetapi tetap perlu dinyatakan secara eksplisit di bagian metode.
Bagaimana cara memastikan sebuah jurnal masih berperingkat Sinta 1?
Buka profil jurnal di sinta.kemdiktisaintek.go.id, lalu perhatikan dua hal sekaligus: penanda peringkat di bagian Current Acreditation, dan label akreditasi pada artikel terbitan terbaru. Bila profilnya tertulis Sinta 1 tetapi artikel terbaru berlabel Accred: Unknown, status terbitan berjalan patut dipertanyakan.
Apakah naskah harus berbahasa Inggris?
Sebagian besar jurnal kesehatan SINTA 1 hanya menerima naskah berbahasa Inggris. Cek laman Author Guidelines masing-masing jurnal sebelum menyiapkan naskah, karena menerjemahkan naskah yang sudah jadi jauh lebih melelahkan daripada menulisnya dalam bahasa Inggris sejak awal.
Apa perbedaan Sinta 1 dan Sinta 2 untuk kebutuhan kenaikan jabatan fungsional?
Keduanya sama-sama jurnal nasional terakreditasi dan diakui dalam penilaian angka kredit, namun bobot yang diberikan berbeda dan ketentuannya mengikuti pedoman yang berlaku di masing-masing perguruan tinggi serta aturan jabatan fungsional terbaru. Sebaiknya konfirmasi ke bagian kepegawaian kampus, karena ketentuan ini kerap direvisi.
Kalau ditolak di jurnal Sinta 1, apakah bisa langsung submit ke jurnal lain?
Bisa, dan memang itu langkah yang wajar. Yang penting pastikan naskah sudah benar-benar ditarik dari jurnal pertama sebelum dikirim ke jurnal berikutnya — pengiriman ganda (simultaneous submission) adalah pelanggaran etika publikasi yang bisa berakibat blacklist. Manfaatkan komentar reviewer dari penolakan pertama untuk memperbaiki naskah.
Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.
Nomor WhatsApp resmi Pusat Publikasi hanya satu: +62 813-1022-184.
Jangan mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Pusat Publikasi.