Jurnal SINTA 3 Farmasi: Daftar dan Panduan Submit

Jurnal SINTA 3 farmasi menuntut ketelitian teknis yang lebih tinggi dibanding banyak rumpun lain. Reviewer di bidang ini terbiasa memeriksa apakah bahan uji benar-benar teridentifikasi, apakah metode analisis Anda tervalidasi, dan apakah hasil uji dapat diulang oleh laboratorium lain. Tuntutan itu makin terasa sejak Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 menaikkan rentang nilai SINTA 3 dari 60–70 menjadi 70–80.

Artikel ini menguraikan cara menyaring daftar jurnalnya di portal resmi, standar metode yang diharapkan pada tiap subbidang farmasi, serta pola kesalahan yang paling sering membuat naskah dikembalikan. Gambaran lintas bidang tersedia di panduan daftar jurnal SINTA 3.

Cakupan Jurnal SINTA 3 Farmasi

  • Farmasetika dan teknologi sediaan. Formulasi, sistem penghantaran obat, evaluasi sediaan, dan uji stabilitas.
  • Farmakologi dan toksikologi. Uji aktivitas praklinis, mekanisme kerja, dan uji keamanan.
  • Kimia farmasi dan bahan alam. Isolasi senyawa, elusidasi struktur, skrining fitokimia, dan sintesis.
  • Analisis farmasi. Pengembangan dan validasi metode analisis, kendali mutu, dan penetapan kadar.
  • Farmasi klinis. Masalah terkait obat, ketepatan terapi, kepatuhan pasien, dan pemantauan efek samping.
  • Farmasi komunitas dan sosial. Pelayanan kefarmasian, swamedikasi, penggunaan obat rasional, dan farmakoekonomi.
Peringkat Rentang Lama (Permen 9/2018) Rentang Baru (Permen 9/2026)
SINTA 1 85 ≤ n ≤ 100 90 ≤ n ≤ 100
SINTA 2 70 ≤ n < 85 80 ≤ n < 90
SINTA 3 60 ≤ n < 70 70 ≤ n < 80
SINTA 4 50 ≤ n < 60 60 ≤ n < 70
SINTA 5 dan 6 30 ≤ n < 50 Tidak lagi diakui

Batas bawah SINTA 3 yang baru sama dengan batas bawah SINTA 2 yang lama.

Daftar Jurnal SINTA 3 Farmasi

Tabel berikut memuat jurnal rumpun farmasi berperingkat SINTA 3 beserta E-ISSN, penerbit, dan tautan profil resminya. Peringkat dapat berubah melalui pemantauan pasca-akreditasi, sehingga verifikasi ulang tetap diperlukan pada tanggal submit.

No Nama Jurnal P-ISSN E-ISSN Penerbit Impact H5 Profil
1 Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) 24427284 24428744 Universitas Tadulako 0,00 28 —
2 Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia 14114283 26855062 Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta 1,14 23 Lihat
3 Jurnal Farmasi Sains dan Praktis 25499068 25794558 Universitas Muhammadiyah Magelang 1,31 21 Lihat
4 Media Farmasi 02162083 26220962 Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar 0,87 21 Lihat
5 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan 2502647X 25031902 STIKES ISFI Banjarmasin 2,92 20 Lihat
6 Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik 16937899 27163814 Universitas Wahid Hasyim Semarang 0,18 20 Lihat
7 As-syifaa Jurnal Farmasi 20854714 25029444 Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia 0,55 19 Lihat
8 Jurnal Dunia Farmasi — 25483560 Institut Kesehatan Helvetia 3,46 16 —
9 Jurnal Ilmiah Farmasi 16938666 26571420 Universitas Islam Indonesia 1,33 13 Lihat
10 Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi 14127946 25035223 Universitas Ahmad Dahlan 0,00 10 Lihat
11 Jurnal Farmasimed (JFM) — 26550814 Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam 0,60 9 Lihat
12 Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia 27754510 28091973 Poltekkes Kemenkes Aceh 0,83 4 Lihat

12 jurnal berperingkat SINTA 3 rumpun Farmasi, ditarik dari portal SINTA pada 20 Agustus 2026. Kolom Impact dan H5 mengikuti nilai yang ditampilkan portal. Peringkat dapat berubah melalui pemantauan pasca-akreditasi, jadi verifikasi ulang sebelum submit.

Cara Menyaring Sendiri di Portal SINTA

1Saring Peringkat S3 pada Menu Journals

Buka sinta.kemdiktisaintek.go.id, masuk ke menu Journals, lalu terapkan penyaring peringkat S3.

2Gabungkan Label Health, Science, dan Medicine

Jurnal farmasi tersebar di tiga label sekaligus. Jurnal farmasi klinis dan komunitas cenderung berlabel Health, jurnal kimia bahan alam berlabel Science, dan sebagian jurnal farmakologi berlabel Medicine. Jalankan pencarian pada ketiganya lalu gabungkan hasilnya.

3Telusuri Kata Kunci pada Nama Jurnal

Setelah menyaring bidang, telusuri nama jurnal yang memuat kata farmasi, pharmacy, pharmaceutical, atau pharmacon. Cara ini menangkap jurnal farmasi yang label bidangnya tidak konsisten.

4Catat Nilai Dampak dan Indeks H5

Kedua angka ini membantu membedakan jurnal yang aktif disitasi dari yang sekadar memenuhi syarat administratif, sekaligus memberi gambaran ketatnya telaah editorial.

5Periksa Nomor dan Tanggal SK Akreditasi

Masa berlaku akreditasi lima tahun. Jurnal dengan SK terbit sebelum Juli 2026 masih memakai skema peringkat lama sehingga posisinya berpotensi bergeser pada reakreditasi berikutnya.

6Cocokkan Subbidang dengan Arsip Terbitan

Jurnal farmasi yang arsipnya didominasi naskah formulasi belum tentu punya reviewer yang tepat untuk naskah farmasi klinis. Buka dua nomor terakhir dan hitung proporsi artikel yang subbidangnya sama dengan naskah Anda.

Standar Metode yang Diharapkan Reviewer Farmasi

Reviewer rumpun farmasi menilai naskah dari sisi keterulangan. Pertanyaan diamnya selalu sama: bisakah laboratorium lain mengulang penelitian ini dan memperoleh hasil serupa?

Penelitian Bahan Alam

Yang Wajib Dilaporkan

  • ✓Nama ilmiah lengkap tanaman beserta nama penemunya.
  • ✓Nomor surat determinasi dan lembaga yang menerbitkannya.
  • ✓Nomor spesimen herbarium bila tersedia.
  • ✓Asal geografis, waktu pemanenan, dan bagian tanaman yang digunakan.
  • ✓Metode pengeringan, ukuran serbuk simplisia, dan cara penyimpanannya.
  • ✓Jenis pelarut, metode ekstraksi, perbandingan bahan dan pelarut, serta lama ekstraksi.
  • ✓Rendemen ekstrak beserta cara perhitungannya.
  • ✓Parameter standardisasi: kadar air, susut pengeringan, kadar abu, dan skrining fitokimia.

Kesalahan yang Membuat Naskah Sulit Diselamatkan

Melaporkan aktivitas ekstrak tanpa data standardisasi. Ekstrak dari tanaman yang sama bisa memiliki kandungan senyawa yang jauh berbeda tergantung asal, waktu panen, dan metode ekstraksi. Tanpa parameter standardisasi, temuan aktivitas Anda tidak dapat dikaitkan dengan mutu bahan tertentu, sehingga nilainya bagi pembaca sangat terbatas.

Validasi Metode Analisis

Parameter Yang Dilaporkan Kesalahan Umum
Linearitas Rentang konsentrasi, persamaan regresi, koefisien korelasi Hanya menampilkan kurva tanpa rentang yang diuji
Batas deteksi dan kuantitasi Nilai beserta metode perhitungannya Tidak dilaporkan sama sekali
Akurasi Persentase perolehan kembali pada beberapa tingkat konsentrasi Diuji hanya pada satu konsentrasi
Presisi Simpangan baku relatif dalam hari dan antarhari Hanya melaporkan keterulangan satu hari
Selektivitas Bukti bahwa senyawa lain tidak mengganggu pengukuran Diabaikan pada sampel matriks kompleks

Uji Aktivitas dan Praklinis

  • Sertakan kontrol positif dan kontrol negatif yang relevan pada setiap uji.
  • Lakukan minimal tiga kali replikasi dan laporkan rerata beserta simpangan bakunya.
  • Jelaskan dasar penentuan konsentrasi atau dosis yang diuji.
  • Untuk uji pada hewan, cantumkan nomor persetujuan etik, jumlah hewan per kelompok beserta dasar penentuannya, kondisi pemeliharaan, dan prosedur pengakhiran penelitian.
  • Laporkan uji statistik yang sesuai, bukan sekadar membandingkan rerata secara deskriptif.
  • Untuk penelitian sediaan, sertakan evaluasi fisik seperti organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, dan uji stabilitas dipercepat.

Penelitian Farmasi Klinis dan Komunitas

  • Izin dari rumah sakit, puskesmas, atau apotek tempat data diambil.
  • Persetujuan etik beserta nomor dan tanggalnya.
  • Kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas dan dapat direplikasi.
  • Instrumen yang tervalidasi bila menggunakan kuesioner kepatuhan atau kepuasan.
  • Rujukan pedoman terapi yang dipakai sebagai acuan penilaian ketepatan.
  • Prosedur anonimisasi data pasien dan cara penyimpanannya.

Penyajian Data Hasil

Reviewer farmasi membaca tabel dan gambar lebih dahulu sebelum membaca narasi. Pastikan setiap tabel berdiri sendiri: judul menjelaskan isi tanpa perlu membaca teks, satuan dicantumkan pada kepala kolom, jumlah replikasi dinyatakan, dan simbol notasi statistik dijelaskan pada catatan kaki. Untuk kromatogram atau spektrum, sertakan sumbu berskala jelas dan tandai puncak yang dibahas. Gambar beresolusi rendah dan tabel tanpa satuan termasuk permintaan revisi yang paling sering muncul di tahap penyuntingan akhir.

Perkuat juga dasar rujukan Anda. Naskah farmasi yang mengacu pada farmakope, pedoman resmi lembaga pengawas obat, atau monografi standar akan lebih mudah dipertahankan daripada naskah yang hanya mengutip artikel sejenis. Sebutkan edisi dan tahun pedoman yang dipakai, karena kriteria penerimaan parameter mutu dapat berbeda antaredisi. Untuk uji aktivitas, cantumkan pula rujukan metode asli yang Anda modifikasi beserta keterangan bagian mana yang diubah dan alasannya, sehingga pembaca dapat menilai apakah modifikasi tersebut memengaruhi hasil.

Memilih Jurnal yang Cocok dengan Naskah Anda

Jenis Naskah Arahkan ke Alasan
Formulasi dan evaluasi sediaan Jurnal farmasi dengan arsip teknologi sediaan Reviewernya memahami parameter evaluasi fisik dan stabilitas
Skrining aktivitas ekstrak bahan alam Jurnal berlabel Science dengan fokus kimia bahan alam Menuntut penilaian standardisasi dan fitokimia
Isolasi dan elusidasi struktur senyawa Jurnal dengan arsip kimia organik bahan alam Perlu reviewer yang menguasai interpretasi data spektroskopi
Pengembangan metode analisis Jurnal yang pernah menerbitkan artikel validasi metode Kriteria penilaiannya sangat teknis dan spesifik
Kajian masalah terkait obat di rumah sakit Jurnal farmasi klinis berlabel Health Menuntut penilaian etik dan rujukan pedoman terapi
Kajian pelayanan kefarmasian atau swamedikasi Jurnal farmasi komunitas atau berlabel ganda dengan Social Metodologinya lebih dekat ke riset sosial kesehatan

Sesuaikan Kedalaman dengan Peringkat

Naskah skrining aktivitas dengan satu jenis ekstrak dan satu metode uji umumnya lebih realistis diarahkan ke jurnal SINTA 4. Untuk SINTA 3, perkuat dengan beberapa variasi konsentrasi, kontrol pembanding yang memadai, data standardisasi yang lengkap, dan pembahasan yang mengaitkan aktivitas dengan golongan senyawa hasil skrining fitokimia.

Kesalahan yang Sering Menggagalkan Naskah Farmasi

Kesalahan Dampak Perbaikan
Tanpa surat determinasi tanaman Identitas bahan uji tidak dapat diverifikasi Cantumkan nomor determinasi dan lembaga penerbitnya
Ekstrak tidak distandardisasi Temuan aktivitas tidak dapat dikaitkan dengan mutu bahan Laporkan kadar air, susut pengeringan, rendemen, dan skrining fitokimia
Metode analisis tanpa parameter validasi Keakuratan data pengukuran dipertanyakan Laporkan linearitas, batas deteksi, akurasi, presisi, dan selektivitas
Uji tanpa kontrol pembanding Hasil tidak dapat ditafsirkan secara relatif Sertakan kontrol positif dan negatif yang sesuai
Replikasi kurang dari tiga kali Simpangan baku tidak dapat dihitung dengan bermakna Lakukan minimal tiga replikasi dan laporkan sebarannya
Uji hewan tanpa keterangan etik Dikembalikan sebelum masuk telaah sejawat Cantumkan nomor, tanggal, dan nama komisi etik

Butuh Pendampingan Publikasi di Jurnal SINTA 3 Farmasi?

Tim Pusat Publikasi membantu Anda menyiapkan naskah sesuai template jurnal, memverifikasi status akreditasi jurnal tujuan di portal resmi, dan mendampingi proses submit hingga korespondensi dengan editor.

Konsultasi Sekarang via WhatsApp

Pendampingan bersifat teknis dan administratif. Kami tidak menjanjikan jaminan terbit.

Catatan Etika Publikasi

Pendampingan publikasi yang sah hanya mencakup aspek teknis dan administratif: penyelarasan format ke template jurnal, pengecekan kelengkapan berkas dan metadata, pendampingan submit di OJS, serta bantuan memahami komentar reviewer. Naskah, data, dan kepemilikan intelektual tetap sepenuhnya milik penulis. Kami tidak melakukan ghostwriting, tidak memanipulasi data, tidak menjual authorship, dan tidak menjamin naskah pasti diterima — keputusan akhir sepenuhnya ada pada dewan editor jurnal.

Kesimpulan

Menyusun daftar jurnal SINTA 3 farmasi menuntut penyaringan pada tiga label sekaligus — Health, Science, dan Medicine — karena rumpun ini tersebar di ketiganya. Setelah daftar terkumpul, persempit berdasarkan subbidang yang benar-benar muncul di arsip terbitan, bukan berdasarkan nama jurnal saja.

Dari sisi naskah, keterulangan adalah kata kuncinya. Determinasi bahan, standardisasi ekstrak, validasi metode analisis, dan kontrol pembanding yang memadai bukan sekadar pelengkap laporan — keempatnya yang membuat reviewer percaya bahwa angka yang Anda laporkan dapat diperoleh kembali di laboratorium lain.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa saja rumpun yang masuk jurnal SINTA 3 farmasi?

Farmasetika dan teknologi sediaan, farmakologi dan toksikologi, kimia farmasi dan bahan alam, analisis farmasi, farmasi klinis, serta farmasi komunitas dan sosial. Di portal SINTA, jurnal rumpun ini umumnya berlabel Health atau Science, sebagian berlabel ganda dengan Medicine.

Apakah determinasi tanaman wajib untuk penelitian bahan alam?

Wajib. Cantumkan nomor surat determinasi, nama lembaga yang menerbitkannya, dan nomor spesimen herbarium bila ada. Tanpa keterangan ini, identitas bahan uji tidak dapat diverifikasi dan seluruh temuan menjadi tidak dapat direplikasi. Ini termasuk temuan reviewer yang paling sering muncul.

Apa yang dimaksud standardisasi ekstrak dan mengapa penting?

Standardisasi mencakup parameter spesifik dan nonspesifik seperti kadar air, susut pengeringan, kadar abu, rendemen, skrining fitokimia, dan kadar senyawa penanda. Tanpa data ini, aktivitas yang Anda laporkan tidak dapat dikaitkan dengan mutu ekstrak tertentu, sehingga hasil sulit dibandingkan antarpenelitian.

Apakah uji pada hewan coba memerlukan persetujuan etik?

Ya. Cantumkan nomor, tanggal, dan nama komisi etik penelitian yang menerbitkannya. Jelaskan pula jumlah hewan per kelompok beserta dasar penentuannya, kondisi pemeliharaan, dan prosedur pengakhiran penelitian. Sebagian jurnal meminta kesesuaian dengan pedoman pelaporan penelitian hewan.

Metode analisis seperti apa yang dianggap tervalidasi?

Metode yang parameter validasinya dilaporkan lengkap: linearitas beserta koefisien korelasinya, batas deteksi, batas kuantitasi, akurasi melalui uji perolehan kembali, presisi dalam dan antarhari, serta selektivitas. Melaporkan hanya persamaan garis regresi belum memenuhi standar ini.

Berapa kali replikasi minimal untuk uji aktivitas?

Umumnya tiga kali replikasi sebagai batas minimum, dan hasilnya dilaporkan sebagai rerata beserta simpangan bakunya. Sertakan pula kontrol positif dan kontrol negatif yang sesuai. Uji tanpa kontrol pembanding sulit dipertahankan di hadapan reviewer farmasi.

Apakah penelitian farmasi klinis memerlukan izin khusus?

Perlu. Selain persetujuan etik, Anda memerlukan izin dari rumah sakit atau instalasi farmasi tempat data diambil, serta persetujuan pasien bila data bersifat teridentifikasi. Untuk kajian rekam medis retrospektif, komisi etik dapat memberikan pembebasan persetujuan individu dengan syarat data dianonimkan.

Bagaimana memastikan jurnal farmasi yang saya tuju berperingkat SINTA 3?

Cari lewat ISSN elektronik di portal SINTA resmi, lalu periksa label peringkat serta nomor dan tanggal SK akreditasinya. Masa berlaku akreditasi lima tahun dan peringkat dapat berubah melalui pemantauan pasca-akreditasi, sehingga verifikasi perlu diulang setiap kali akan submit.

Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.

You might also like