Cara Publikasi Jurnal SINTA 2 Sampai Terbit

Cara publikasi jurnal SINTA 2 sebenarnya mengikuti pola baku yang jelas, meski levelnya tergolong standar emas bagi dosen dan kandidat doktor — proses review-nya setingkat di bawah SINTA 1, dengan antrean submission yang tetap ketat. Artikel ini merinci 8 langkahnya secara teknis, dari persiapan naskah hingga artikel resmi terindeks, sebagai pelengkap panduan lengkap publikasi jurnal SINTA 2.

Ringkasan cepat: siapkan naskah sesuai gap keilmuan yang jelas, pilih jurnal yang scope-nya presisi, ikuti template ketat, dan sisakan waktu untuk 1–2 putaran revisi mayor — ini yang paling sering diremehkan penulis pemula.

Apa Itu Jurnal SINTA 2 dan Kenapa Jadi Incaran Akademisi

SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem indeksasi jurnal ilmiah nasional yang dikelola Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), membagi jurnal ke dalam enam peringkat berdasarkan kualitas editorial, konsistensi terbit, dan dampak sitasi. SINTA 2 menempati posisi kedua tertinggi — satu tingkat di bawah SINTA 1 yang levelnya setara jurnal internasional bereputasi.

Manfaat Kelompok Penerima Manfaat Utama
Angka kredit (KUM) untuk kenaikan jabatan fungsional Dosen (Lektor → Lektor Kepala → Guru Besar)
Syarat kelulusan tesis/disertasi Mahasiswa S2 dan S3 di banyak program studi
Komponen laporan Beban Kerja Dosen (BKD) Dosen tetap tiap semester
Nilai akreditasi institusi oleh BAN-PT Perguruan tinggi secara kelembagaan
Rekam jejak & jejaring riset Peneliti dan kandidat penerima hibah

Publikasi SINTA 2 bukan sekadar formalitas administratif, tapi investasi akademik jangka panjang.

1. Delapan Langkah Cara Publikasi Jurnal SINTA 2

# Tahap Fokus Utama Estimasi Durasi
1 Persiapan naskah Struktur IMRaD, gap keilmuan, sitasi terkini (5 tahun terakhir) 2–6 minggu
2 Screening similarity Cek Turnitin/plagiarism checker, target <20% 2–3 hari
3 Pemilihan jurnal Cocokkan scope, cek status SINTA 2 aktif di portal 3–5 hari
4 Formatting sesuai template Author guidelines, gaya sitasi, batas halaman 3–7 hari
5 Submission online OJS, kelengkapan cover letter & dokumen pendukung 1 hari
6 Desk review editor Kesesuaian scope & kelayakan awal 1–3 minggu
7 Peer review & revisi 1–2 putaran review, revisi minor/mayor 2–5 bulan
8 Keputusan & produksi Accepted → galley proof → publish online 3–6 minggu

Estimasi berdasarkan pola umum jurnal SINTA 2; durasi aktual bervariasi per pengelola jurnal.

2. Checklist Alat dan Dokumen Wajib

Sebelum submission, pastikan seluruh alat dan dokumen berikut sudah siap — banyak naskah tertolak di tahap desk review hanya karena kelengkapan administratif.

  • ORCID iD — wajib di hampir semua jurnal SINTA 2 untuk identitas penulis unik
  • Reference manager (Mendeley/Zotero) — sitasi konsisten sesuai gaya jurnal (APA, IEEE, Vancouver)
  • Surat pernyataan orisinalitas — naskah belum pernah dipublikasikan/disubmit ganda
  • Hasil similarity check — laporan Turnitin atau tools sejenis
  • Cover letter — ringkasan kontribusi dan alasan kesesuaian dengan jurnal tujuan
  • Data pendukung — dataset, kuesioner, atau lampiran sesuai kebijakan jurnal

3. Perbedaan Alur: Dosen vs Mahasiswa S3

Meski tahapan teknisnya sama, konteks dan tekanan waktu berbeda antara dua kelompok penulis utama jurnal SINTA 2.

Aspek Dosen Mahasiswa/Kandidat S3
Motivasi utama Angka kredit (KUM) & kenaikan jabatan fungsional Syarat kelulusan/ujian promosi
Tekanan waktu Fleksibel, menyesuaikan periode penilaian Terikat jadwal akademik/wisuda
Kepenulisan Sering solo atau kolaborasi lintas institusi Umumnya bersama promotor/co-promotor
Risiko utama Salah pilih jurnal predator saat terburu-buru Revisi mayor molor dari target sidang

Tips kolaborasi kepenulisan: tetapkan pembagian kontribusi di awal (siapa menulis draf, siapa analisis data, siapa review akhir) menggunakan kerangka CRediT, dan sepakati urutan penulis sebelum submission agar tidak ada dispute setelah artikel accepted.

Bolehkah Mahasiswa S1 Publikasi di Jurnal SINTA 2?

Boleh, meski standar kualitas SINTA 2 tergolong tinggi untuk penulis pemula. Praktik yang lazim adalah mahasiswa S1 berkolaborasi dengan dosen pembimbing atau peneliti berpengalaman sebagai co-author — bukan hanya untuk memenuhi standar substansi, tapi juga karena rekam jejak akademik penulis senior turut memengaruhi penilaian editor terhadap kredibilitas naskah secara keseluruhan.

  • Diskusikan topik dan gap penelitian dengan pembimbing sejak tahap proposal, bukan setelah naskah jadi
  • Manfaatkan masukan pembimbing untuk memperkuat metodologi dan kedalaman analisis
  • Pastikan kontribusi tiap penulis proporsional dan disepakati sebelum submission

4. Kesalahan Umum yang Memperlambat Proses

  • Memilih jurnal berdasarkan cepatnya terbit, bukan kesesuaian scope — berisiko desk reject
  • Mengabaikan author guidelines detail (format tabel, jumlah kata, struktur abstrak)
  • Merespons revisi lebih dari batas waktu yang diberikan editor
  • Tidak menyertakan tanggapan poin-per-poin (response to reviewers) saat resubmit
  • Salah menghitung estimasi biaya publikasi sehingga proses tertunda karena kendala anggaran
  • Tidak membaca kebijakan hak cipta & lisensi (open access/CC BY) sebelum menandatangani copyright transfer

Sebagian besar kesalahan di atas sebenarnya bisa dihindari dengan riset awal yang cukup — termasuk mengecek estimasi biaya dan strategi pemilihan jurnal yang sudah dibahas tuntas di panduan utama publikasi jurnal SINTA 2.

Strategi Menghadapi Penolakan (Reject)

Penolakan bukan akhir jalan — sebagian besar naskah yang ditolak di satu jurnal SINTA 2 tetap layak terbit di jurnal lain dengan sedikit penyesuaian.

  • Baca alasan penolakan secara objektif — bedakan reject karena scope vs reject karena kualitas
  • Jika reject karena scope, cari jurnal SINTA 2 lain dengan aims & scope yang lebih presisi
  • Jika reject karena kualitas substansi, perbaiki metodologi atau perkuat analisis sebelum submit ulang
  • Jangan submit ulang ke jurnal yang sama tanpa perubahan berarti pada naskah

Tips Menulis Cover Letter yang Meyakinkan Editor

Cover letter sering dianggap formalitas, padahal editor membacanya lebih dulu sebelum membuka naskah utama — kesan pertama di sini ikut memengaruhi keputusan lolos tidaknya naskah ke tahap desk review. Cover letter yang efektif biasanya memuat empat elemen berikut dalam satu halaman ringkas:

  • Ringkasan kontribusi — satu-dua kalimat menjelaskan temuan utama dan mengapa itu penting
  • Alasan kesesuaian jurnal — tunjukkan sudah membaca aims & scope, sebut edisi atau artikel sejenis yang pernah dimuat
  • Pernyataan orisinalitas — konfirmasi naskah belum pernah dipublikasikan atau disubmit ke jurnal lain
  • Rekomendasi reviewer (opsional) — beberapa jurnal mengizinkan penulis menyarankan reviewer potensial di luar institusi sendiri

Hindari cover letter yang hanya menyalin abstrak — editor sudah akan membaca abstrak di naskah, sehingga cover letter sebaiknya menjawab pertanyaan “kenapa jurnal ini, kenapa sekarang” secara spesifik.

Contoh Struktur Abstrak yang Efektif

Abstrak adalah bagian yang paling sering menentukan apakah editor melanjutkan membaca naskah atau tidak. Struktur abstrak yang efektif untuk jurnal SINTA 2 umumnya mengikuti pola lima elemen berikut dalam 150–250 kata:

Elemen Fungsi Porsi Panjang
Latar belakang singkat Konteks masalah dan mengapa penting diteliti 1–2 kalimat
Gap/tujuan penelitian Apa yang belum terjawab oleh penelitian sebelumnya 1 kalimat
Metode Pendekatan, sampel/subjek, teknik analisis secara ringkas 1–2 kalimat
Hasil utama Temuan kunci, sertakan angka jika kuantitatif 2–3 kalimat
Implikasi/kontribusi Apa artinya temuan ini bagi bidang keilmuan atau praktik 1 kalimat

Hindari abstrak yang hanya berisi latar belakang panjang tanpa menyebutkan hasil konkret — reviewer sering menilai kualitas naskah dari seberapa padat dan informatif abstrak yang ditulis, sebelum membaca isi lengkap naskah.

Contoh Kerangka Response to Reviewers

Saat resubmit naskah revisi, sertakan dokumen response to reviewers yang menjawab setiap poin secara sistematis. Format yang umum diterima editor:

  1. Nomori setiap komentar reviewer sesuai urutan asli, jangan diringkas atau digabung
  2. Tuliskan tanggapan tepat di bawah tiap komentar, jelaskan perubahan yang dilakukan
  3. Sertakan lokasi perubahan di naskah (nomor halaman/baris) agar reviewer mudah mengecek
  4. Untuk komentar yang tidak disetujui, jelaskan alasan ilmiah secara sopan — bukan sekadar menolak

Rujukan resmi: cek status akreditasi jurnal secara langsung di portal SINTA dan ARJUNA. Kerangka akreditasi jurnal ilmiah nasional diatur dalam Permenristekdikti No. 9 Tahun 2018, dengan pembaruan ketentuan kum/angka kredit pada Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026.

Catatan Etika Publikasi

Pendampingan publikasi bersifat teknis dan administratif — membantu penulis memenuhi standar format, sitasi, dan kelengkapan dokumen. Hak kepemilikan intelektual dan tanggung jawab isi naskah sepenuhnya berada pada penulis. Waspadai tawaran jaminan terbit instan atau ghostwriting; praktik semacam ini melanggar etika akademik dan berisiko dicabut dari indeks SINTA.

Butuh pendampingan cara publikasi jurnal SINTA 2?

Konsultasi gratis seputar strategi, kelengkapan dokumen, dan pemilihan jurnal.

Konsultasi via WhatsApp →

Kesimpulan

Publikasi di jurnal SINTA 2 memang menuntut kesabaran ekstra dibanding level di bawahnya, tapi dengan persiapan naskah yang matang dan kelengkapan dokumen sejak awal, prosesnya bisa berjalan predictable. Untuk gambaran biaya dan strategi lebih lengkap, kembali ke panduan lengkap publikasi jurnal SINTA 2.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama proses publikasi jurnal SINTA 2 secara umum?

Rata-rata 4–9 bulan dari submission hingga terbit, tergantung antrean dan jumlah putaran revisi.

Apakah wajib punya ORCID untuk submit ke jurnal SINTA 2?

Hampir semua jurnal SINTA 2 mensyaratkannya di tahap registrasi OJS; pembuatannya gratis dan hanya butuh beberapa menit.

Bolehkah submit naskah yang sama ke beberapa jurnal SINTA 2 sekaligus?

Tidak. Simultaneous submission melanggar etika publikasi dan bisa berujung blacklist dari penerbit.

Apa beda alur submission untuk dosen dan mahasiswa S3?

Tahapan teknisnya identik; perbedaannya ada pada tekanan waktu dan skema kepenulisan kolaboratif dengan promotor.

Ke mana verifikasi status akreditasi jurnal sebelum submit?

Selalu cek langsung di portal resmi SINTA dan ARJUNA, bukan hanya klaim di website jurnal.

Apakah mahasiswa S1 bisa jadi penulis pertama di jurnal SINTA 2?

Bisa secara teknis, tapi umumnya lebih realistis sebagai co-author bersama dosen pembimbing mengingat standar substansi SINTA 2 yang tinggi.

Apa manfaat konkret publikasi di jurnal SINTA 2 bagi dosen?

Menyumbang angka kredit (KUM) untuk kenaikan jabatan fungsional, masuk komponen laporan BKD, dan turut mendukung nilai akreditasi institusi di BAN-PT.

Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.

You might also like