Cara Merespons Komentar Reviewer dengan tepat sering menjadi penentu akhir apakah naskah Anda benar-benar diterbitkan atau justru ditolak di tahap akhir. Menerima email berisi minor revision atau major revision dari editor memang bisa terasa menegangkan, apalagi jika komentar reviewer terasa keras atau jumlahnya banyak. Tapi kabar baiknya: permintaan revisi bukan penolakan — justru sinyal bahwa naskah Anda punya peluang untuk terbit. Artikel ini membahas tuntas cara merespons komentar reviewer secara profesional, mulai dari memahami jenis keputusan review, menyusun response letter yang sistematis, hingga contoh kalimat siap pakai.
Ringkasan Cepat
Cara Merespons Komentar Reviewer yang baik mengikuti tiga prinsip: profesional, sistematis, dan tepat waktu. Buat dokumen response letter terpisah berisi tabel dua kolom (komentar reviewer dan tanggapan Anda), jawab setiap poin tanpa terkecuali meski Anda tidak sepenuhnya setuju, sertakan lokasi perubahan (halaman/baris), dan sampaikan argumen dengan data bila Anda menolak sebuah saran. Hindari nada defensif dan selalu kirim sebelum tenggat yang diberikan editor.
Table of Contents
ToggleSebelum mulai merespons, pahami jenis keputusan yang Anda terima karena masing-masing membutuhkan pendekatan berbeda.
| Jenis Keputusan | Artinya | Peluang Diterima |
|---|---|---|
| Accept / Accepted | Naskah diterima tanpa revisi lebih lanjut | Sangat tinggi, tinggal menunggu proses editing |
| Minor Revision | Perbaikan kecil (tata bahasa, kejelasan, tambahan referensi) | Tinggi, jika direspons dengan baik |
| Major Revision | Perbaikan substansial (metodologi, analisis, struktur argumen) | Cukup tinggi, tapi butuh kerja serius |
| Reject with Resubmission | Ditolak, namun boleh dikirim ulang setelah revisi besar | Sedang, tergantung kualitas revisi |
| Reject (Declined) | Ditolak permanen, tidak bisa disubmit ulang ke jurnal yang sama | Tidak berlaku, pertimbangkan jurnal lain |
Perlu dicatat bahwa istilah keputusan ini bisa sedikit berbeda antar jurnal. Sebagian jurnal nasional menggunakan istilah sederhana seperti “Diterima”, “Revisi”, atau “Ditolak”, sementara jurnal internasional yang menggunakan OJS umumnya mengikuti istilah standar akademik dalam Bahasa Inggris seperti di atas. Apa pun istilahnya, prinsip meresponsnya tetap sama: pahami jenis keputusannya terlebih dahulu sebelum menyusun tanggapan.
Prinsip Dasar Merespons Reviewer
Baca Semua Komentar Dulu Sebelum Mulai Merevisi
Jangan langsung merevisi begitu membaca komentar pertama. Baca seluruh komentar dari awal sampai akhir, pahami konteksnya secara utuh, baru susun rencana revisi. Beberapa komentar sering saling berkaitan, dan memahami gambaran besarnya akan membuat revisi Anda lebih koheren.
Response letter (surat tanggapan) adalah dokumen terpisah dari naskah revisi yang menjelaskan setiap perubahan yang Anda lakukan berdasarkan komentar reviewer. Susun dalam format tabel dua atau tiga kolom agar mudah dibaca editor dan reviewer.
Contoh Format Tabel Response Letter
Selain response letter dalam bentuk tabel, sebagian jurnal juga meminta Anda menyertakan naskah dengan highlight atau track changes yang menunjukkan perubahan secara visual. Jika jurnal tujuan meminta format ini, pastikan Anda mengunggah dua versi: naskah bersih (clean copy) dan naskah dengan penanda revisi (marked copy), karena keduanya biasanya diminta secara terpisah pada tahap unggah revisi.
Berikut beberapa pola kalimat yang bisa langsung Anda gunakan dan sesuaikan, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Inggris. Pola-pola ini dirancang agar terdengar profesional tanpa terkesan kaku, sekaligus tetap menghormati waktu dan keahlian yang telah diluangkan reviewer.
Hindari Kalimat yang Terkesan Defensif atau Menyalahkan Reviewer
Selain nada yang defensif, ada beberapa kesalahan teknis dalam penyusunan response letter yang sering membuat editor meminta revisi ulang, bahkan sebelum sempat dikirim kembali ke reviewer.
Checklist Response Letter yang Baik
Wajar jika komentar reviewer kadang terasa tajam atau bahkan menyakitkan di kali pertama membacanya. Ingatlah bahwa tugas reviewer memang mengkritisi substansi, bukan menyerang pribadi Anda. Beri jeda waktu satu atau dua hari setelah membaca komentar sebelum mulai menyusun tanggapan, agar Anda bisa merespons dengan kepala dingin dan argumen yang lebih terstruktur, bukan reaksi emosional sesaat.
Bagaimana Jika Dua Reviewer Memberi Saran yang Bertentangan?
Situasi ini cukup umum terjadi. Sampaikan kedua pandangan tersebut kepada editor secara transparan pada response letter, jelaskan pilihan yang Anda ambil beserta alasannya, dan biarkan editor menjadi penengah akhir karena editor punya kewenangan untuk memutuskan pendekatan mana yang diikuti.
Jika saran reviewer bertentangan dengan author guidelines atau template resmi jurnal, jelaskan bahwa naskah Anda mengikuti pedoman jurnal yang berlaku, sambil tetap berupaya memperbaiki kejelasan pada bagian yang dipermasalahkan.
Terakhir, jangan lupa menyimpan salinan seluruh korespondensi dengan editor dan reviewer, termasuk response letter versi awal sebelum revisi. Arsip ini berguna sebagai referensi jika suatu saat Anda perlu menjelaskan riwayat proses review naskah, misalnya untuk keperluan audit internal institusi atau ketika mengajukan naskah serupa ke jurnal lain di kemudian hari.
Sudah Siap dengan Naskah, Tapi Belum Submit ke OJS?
Sebelum sampai ke tahap review, naskah Anda tentu harus melalui proses submission terlebih dahulu. Pelajari panduan lengkap cara submit artikel ke OJS agar naskah Anda diterima dengan proses yang benar sejak awal.
Konsultasi Gratis via WhatsApp
Pendampingan bersifat teknis dan administratif. Naskah, data, dan kepemilikan intelektual tetap sepenuhnya milik penulis.
Menanggapi masukan reviewer dengan tepat adalah keterampilan yang sangat menentukan nasib akhir naskah Anda. Kuncinya ada pada tiga hal: profesionalisme, kesistematisan, dan kesabaran. Jawab setiap komentar secara serius, susun response letter yang terstruktur, dan jangan ragu berargumen secara ilmiah jika Anda tidak sepenuhnya setuju. Semakin sering Anda menghadapi proses ini, semakin terasah kemampuan akademik dan komunikasi ilmiah Anda, dan semakin besar pula peluang naskah-naskah Anda berikutnya diterima dengan proses revisi yang lebih singkat.
Berapa lama waktu ideal untuk merespons komentar reviewer?
Umumnya mengikuti tenggat yang diberikan editor. Sebagai patokan umum, revisi minor biasanya membutuhkan 2–4 minggu, sementara revisi mayor bisa membutuhkan 6–8 minggu tergantung kompleksitas naskah dan jumlah data tambahan yang perlu dikumpulkan.
Apakah boleh tidak setuju dengan komentar reviewer?
Boleh, selama disampaikan dengan sopan dan didukung argumen ilmiah, bukan sekadar penolakan tanpa penjelasan. Editor menghargai penulis yang mampu berargumen secara akademik dan berbasis data, bukan sekadar opini pribadi.
Apakah semua komentar reviewer wajib direspons?
Ya, tanggapi seluruh komentar tanpa terkecuali, baik dengan revisi langsung maupun penjelasan mengapa revisi tidak dilakukan. Melewatkan komentar dapat mengurangi kredibilitas naskah di mata editor, bahkan untuk komentar yang terlihat kecil sekalipun.
Bagaimana jika saya tidak setuju dengan komentar dari dua reviewer berbeda?
Sampaikan kedua pandangan tersebut secara transparan kepada editor dalam response letter, jelaskan pilihan yang Anda ambil beserta alasannya, dan biarkan editor memutuskan pendekatan akhir.
Apa yang terjadi jika saya tidak merespons komentar reviewer sama sekali?
Naskah berisiko dianggap ditarik oleh penulis (withdrawn) atau langsung ditolak karena dianggap tidak responsif terhadap proses editorial.
Apakah response letter harus ditulis dalam bahasa yang sama dengan naskah?
Idealnya ya. Jika naskah ditulis dalam Bahasa Inggris, response letter sebaiknya juga dalam Bahasa Inggris agar konsisten dan mudah dipahami oleh reviewer maupun editor internasional.
Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.
Nomor WhatsApp resmi Pusat Publikasi hanya satu: +62 813-1022-184.
Jangan mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Pusat Publikasi.