Hallo Sobat PusatPublikasi! Publish jurnal adalah tahap yang menentukan bagi dosen, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti. Naskah yang bagus tidak otomatis terbit, dan naskah yang biasa saja bisa lolos kalau strateginya benar.
Masalahnya, sebagian besar panduan publish jurnal yang beredar saat ini masih memakai aturan lama. Padahal sejak Juli 2026 pemerintah resmi mengubah sistem akreditasi jurnal nasional lewat Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026. Kalau Anda masih membidik peringkat yang sudah dihapus, waktu dan biaya Anda berisiko terbuang.
Artikel ini menyusun ulang seluruh proses publish jurnal berdasarkan aturan yang berlaku sekarang, mulai dari persiapan naskah, cara memilih jurnal, estimasi waktu tiap tahap, rentang biaya, checklist sebelum submit, sampai cara mengenali jurnal predator. Silakan dibaca sampai bagian FAQ karena di sana banyak pertanyaan teknis yang jarang dibahas penyedia lain.
Ringkasan Cepat Publish Jurnal 2026
Table of Contents
TogglePublish jurnal adalah proses menerbitkan hasil penelitian pada jurnal ilmiah yang melalui mekanisme peer review. Berbeda dari tulisan populer, artikel yang berhasil publish jurnal sudah dinilai oleh penelaah sebidang dan dinyatakan memenuhi standar ilmiah yang berlaku.
Hampir seluruh proses publish jurnal di Indonesia kini berjalan daring melalui sistem manajemen naskah seperti OJS (Open Journal Systems). Untuk jurnal internasional, platform yang umum dipakai adalah Editorial Manager, ScholarOne, dan Evise. Aturan terbaru bahkan menegaskan bahwa jurnal ilmiah wajib diterbitkan sepenuhnya secara elektronik.
Publikasi ilmiah bukan sekadar formalitas administratif. Bagi dosen, artikel yang terbit menjadi komponen angka kredit (KUM) untuk kenaikan jabatan fungsional sekaligus pemenuhan Beban Kerja Dosen (BKD). Bagi mahasiswa magister dan doktor, publikasi sering menjadi syarat mutlak yudisium.
Di luar itu, publish jurnal memperluas jejak sitasi, membuka peluang kolaborasi riset, dan menjadi prasyarat pada hampir semua skema hibah penelitian nasional maupun internasional.
| Profil Penulis | Kebutuhan Utama | Target Jurnal yang Umum Dipilih |
|---|---|---|
| Mahasiswa S1 | Luaran skripsi, portofolio lanjut studi | Jurnal nasional dengan ISSN, SINTA 4 |
| Mahasiswa S2 | Syarat yudisium | SINTA 3 dan SINTA 4 |
| Mahasiswa S3 | Syarat kelulusan, umumnya jurnal internasional | SINTA 1, SINTA 2, atau Scopus |
| Dosen | Angka kredit, BKD, kenaikan jabatan fungsional | SINTA 1 sampai SINTA 3, Scopus Q1 sampai Q4 |
| Peneliti dan praktisi | Diseminasi hasil riset, syarat hibah | Jurnal bereputasi sesuai bidang |
Bagian ini yang paling sering terlewat. Pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. Aturan ini ditetapkan pada 29 Juni 2026, diundangkan pada 7 Juli 2026, dan menggantikan Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018 yang selama ini menjadi acuan.
Perubahan paling terasa ada pada Pasal 9. Jurnal yang dinyatakan terakreditasi kini hanya memperoleh peringkat 1 sampai peringkat 4. Artinya, SINTA 5 dan SINTA 6 tidak lagi diakui sebagai peringkat akreditasi baru. Batas nilai tiap peringkat juga naik dibanding aturan 2018.
| Peringkat | Rentang Nilai Akreditasi | Status Setelah Aturan 2026 |
|---|---|---|
| SINTA 1 | 90 sampai 100 | Tetap berlaku |
| SINTA 2 | 80 sampai 89 | Tetap berlaku |
| SINTA 3 | 70 sampai 79 | Tetap berlaku |
| SINTA 4 | 60 sampai 69 | Peringkat terendah yang masih terakreditasi |
| SINTA 5 dan SINTA 6 | Tidak lagi digunakan | Dihapus dari sistem akreditasi baru |
Ini pertanyaan yang paling banyak muncul. Ketentuan peralihan pada Pasal 16 mengatur bahwa jurnal yang saat ini masih berstatus SINTA 5 atau SINTA 6 tetap mempertahankan akreditasinya sampai masa berlaku habis. Masa berlaku akreditasi jurnal adalah lima tahun sejak tanggal penetapan.
Konsekuensi praktisnya untuk Anda sebagai penulis:
Selain pemangkasan peringkat, ada sejumlah ketentuan yang mengubah cara jurnal memperlakukan naskah masuk. Beberapa yang paling relevan bagi penulis:
Catatan penting: selalu verifikasi status akreditasi jurnal tujuan langsung di portal resmi SINTA Kemendiktisaintek. Informasi peringkat dari daftar pihak ketiga sering tertinggal dari kondisi sebenarnya, termasuk jurnal yang akreditasinya sudah kedaluwarsa.
Ini jalur paling umum bagi akademisi Indonesia. Jurnal terakreditasi SINTA dinilai secara berkala oleh Kemendiktisaintek dan peringkatnya berpengaruh langsung pada bobot angka kredit. Semakin tinggi peringkat, semakin ketat pula seleksi naskahnya.
Jika Anda sedang mencari daftar jurnal per bidang, kami sudah menyusunnya secara terpisah, misalnya untuk bidang pendidikan, kesehatan, farmasi, dan akuntansi.
Jurnal jenis ini legal dan tetap terdokumentasi, tetapi bobot akademiknya lebih rendah. Cocok sebagai latihan publikasi pertama atau untuk memenuhi luaran skripsi. Perlu diingat, sebagian institusi tidak menerima jurnal tanpa akreditasi untuk keperluan yudisium pascasarjana. Cek dulu pedoman kampus Anda.
Untuk skala internasional, acuan utamanya adalah jurnal terindeks Scopus atau Web of Science. Kualitasnya diukur lewat CiteScore, Impact Factor, dan kuartil Q1 sampai Q4. Proses reviewnya lebih panjang dan tingkat penolakannya tinggi, tetapi nilainya paling besar untuk karier akademik jangka panjang.
Jurnal open access membuat artikel dapat diakses siapa saja tanpa biaya berlangganan. Model ini memperluas jangkauan pembaca dan potensi sitasi. Sebagai gantinya, banyak jurnal open access mengenakan Article Processing Charge (APC) kepada penulis setelah naskah diterima. Perlu ditegaskan, open access dan predator adalah dua hal berbeda. Banyak jurnal open access yang sangat bereputasi.
| Jenis Jurnal | Tingkat Kesulitan | Estimasi Waktu Terbit | Paling Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Nasional dengan ISSN | Rendah | 2 sampai 6 minggu | Publikasi pertama, luaran skripsi |
| SINTA 3 dan SINTA 4 | Sedang | 1 sampai 4 bulan | Yudisium S2, angka kredit awal |
| SINTA 1 dan SINTA 2 | Tinggi | 3 sampai 9 bulan | Kenaikan jabatan fungsional, S3 |
| Scopus Q3 dan Q4 | Tinggi | 3 sampai 8 bulan | Syarat doktor, rekam jejak internasional |
| Scopus Q1 dan Q2 | Sangat tinggi | 6 sampai 18 bulan | Lektor Kepala, Guru Besar, hibah besar |
Banyak penulis mengira proses publish jurnal berhenti saat naskah diterima. Padahal masih ada beberapa tahap setelahnya. Berikut alur utuhnya beserta estimasi waktu yang realistis untuk jurnal nasional terakreditasi.
| Tahap | Yang Terjadi | Estimasi Waktu |
|---|---|---|
| 1. Persiapan naskah | Penyusunan artikel, penyesuaian template, cek similaritas | 1 sampai 4 minggu |
| 2. Submission | Pembuatan akun OJS, unggah naskah dan berkas pendukung | 1 hari |
| 3. Desk review | Editor menilai kesesuaian scope, template, dan similaritas | 3 hari sampai 3 minggu |
| 4. Peer review | Penelaahan oleh minimal dua reviewer sebidang | 3 minggu sampai 3 bulan |
| 5. Revisi penulis | Perbaikan naskah dan penyusunan surat tanggapan reviewer | 1 sampai 3 minggu |
| 6. Keputusan editor dan LoA | Naskah dinyatakan diterima, terbit surat penerimaan | 3 hari sampai 2 minggu |
| 7. Copyediting | Penyuntingan bahasa, sitasi, dan konsistensi format | 1 sampai 3 minggu |
| 8. Proofreading galley | Penulis memeriksa versi tata letak akhir | 3 sampai 7 hari |
| 9. Publikasi | Artikel terbit pada nomor berjalan, DOI diaktifkan | Sesuai jadwal terbit jurnal |
| 10. Indeksasi | Artikel masuk Google Scholar, Garuda, dan profil SINTA | 1 minggu sampai 3 bulan |
Tahap 10 sering diabaikan. Artikel yang sudah terbit tidak otomatis muncul di profil SINTA Anda. Pastikan Anda melakukan sinkronisasi Google Scholar pada akun SINTA dan memeriksa apakah jurnal tersebut sudah terindeks Garuda.
Struktur baku artikel penelitian mengikuti format IMRaD, yaitu Introduction, Methods, Results, dan Discussion, dilengkapi judul, abstrak, kata kunci, serta daftar pustaka. Beberapa hal yang paling sering menjadi catatan reviewer:
Gunakan pengelola referensi seperti Mendeley atau Zotero sejak awal penulisan agar format sitasi konsisten dan mudah diubah saat ganti jurnal tujuan.
Kesalahan pemilihan jurnal adalah penyebab penolakan tercepat. Sebelum menulis satu paragraf pun untuk jurnal tertentu, baca bagian Aims and Scope lalu buka tiga sampai lima artikel terbaru yang sudah terbit di sana. Jika topik dan pendekatan metodologis Anda terasa asing dibanding artikel tersebut, kemungkinan besar naskah Anda akan gugur di desk review.
Perhatikan juga frekuensi terbit. Jurnal yang terbit dua kali setahun berarti kapasitas artikelnya terbatas dan antreannya panjang. Jurnal yang terbit empat kali setahun atau lebih biasanya menyerap naskah lebih cepat.
Lakukan verifikasi lima menit berikut sebelum memutuskan:
Setiap jurnal punya pedoman penulisan sendiri: jenis dan ukuran font, margin, jumlah kata abstrak, gaya sitasi, format tabel dan gambar, sampai penomoran subbab. Ketidakpatuhan pada hal teknis semacam ini menyebabkan naskah dikembalikan sebelum sempat dinilai isinya.
Cara paling aman adalah mengunduh berkas template resmi jurnal, lalu menyalin isi naskah Anda ke dalam template tersebut, bukan sebaliknya.
Daftar sebagai Author di situs jurnal. Gunakan email institusi jika ada karena hal ini menambah kredibilitas di mata editor. Lengkapi metadata dengan benar: nama seluruh penulis beserta afiliasi, alamat surel penulis korespondensi, ORCID, abstrak, dan kata kunci.
Berkas yang biasanya diminta saat submission meliputi naskah utama, cover letter, pernyataan orisinalitas, formulir pengalihan hak cipta, dan pada bidang tertentu ethical clearance.
Desk review adalah saringan pertama oleh editor. Naskah yang lolos akan diteruskan ke penelaah, umumnya dengan sistem double blind sehingga identitas penulis dan reviewer saling dirahasiakan.
Hasil penelaahan berujung pada empat kemungkinan keputusan: diterima tanpa revisi (jarang terjadi), revisi minor, revisi mayor, atau ditolak. Revisi mayor bukan kabar buruk. Itu berarti jurnal menganggap naskah Anda layak diperbaiki.
Tanggapi setiap komentar satu per satu, bukan secara global. Sertakan dokumen tanggapan yang memetakan komentar reviewer, tindakan yang Anda lakukan, dan lokasi perubahan di naskah. Contoh formatnya ada di bagian bawah artikel ini.
Setelah naskah diterima, Anda akan menerima Letter of Acceptance (LoA). Perlu dipahami, LoA bukan bukti terbit. LoA hanya menyatakan naskah diterima untuk diterbitkan. Sebagian institusi menerima LoA untuk keperluan administratif, sebagian lagi hanya menerima artikel yang sudah benar benar terbit dengan nomor halaman dan DOI.
Pada tahap proofreading galley, periksa dengan teliti: ejaan nama penulis, urutan penulis, afiliasi, angka pada tabel, dan keterangan gambar. Kesalahan yang lolos di tahap ini sulit diperbaiki setelah artikel terbit.
Setelah terbit, salin tautan artikel dan DOI. Masukkan ke profil Google Scholar Anda, lalu lakukan sinkronisasi di akun SINTA. Untuk artikel di jurnal internasional, periksa juga apakah artikel sudah muncul di basis data indeksasi terkait dalam beberapa minggu setelah terbit.

Undangan terbuka untuk menerbitkan naskah Anda di jurnal nasional terakreditasi SINTA 2–4.
Kami mengundang para akademisi, peneliti, dosen, dan praktisi dari semua rumpun ilmu — termasuk Hukum, Teknik, Ilmu Sosial, Manajemen, Ekonomi, dan Bisnis. Pusat Publikasi mendampingi proses publikasi Anda secara terarah, dari penyiapan naskah hingga terbit di jurnal yang sesuai dengan bidang keilmuan Anda.
✔️ Proses Publikasi Aman & Terarah
✔️ Publikasi Sesuai Target Waktu
Layanan yang Anda dapatkan:
Terbuka untuk semua rumpun ilmu, dengan pilihan jurnal SINTA 2, 3, dan 4 yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Punya naskah yang siap dipublikasikan? Diskusikan dulu dengan tim kami untuk menentukan jurnal dan langkah terbaik — konsultasi awal gratis.
Bingung menentukan jurnal yang cocok untuk naskah Anda?
Kesalahan memilih jurnal bisa membuang tiga sampai enam bulan waktu Anda. Tim Pusat Publikasi bisa membantu meninjau kesesuaian naskah dengan scope jurnal tujuan, memeriksa status akreditasinya, dan memperkirakan waktu prosesnya. Diskusi awal ini tanpa biaya dan tanpa kewajiban melanjutkan.
Tidak ada angka tunggal. Durasi publish jurnal ditentukan oleh tiga variabel: peringkat jurnal tujuan, kesiapan naskah saat pertama disubmit, dan kecepatan Anda merespons revisi. Penulis yang membalas komentar reviewer dalam tiga hari akan terbit jauh lebih cepat dibanding yang membalas dalam tiga minggu.
Sebagai gambaran umum, jurnal nasional terakreditasi memerlukan waktu sekitar tiga sampai enam bulan dari submit hingga terbit. Jurnal internasional bereputasi bisa memakan enam sampai dua belas bulan atau lebih. Jurnal dengan jalur percepatan yang sah dapat memangkasnya menjadi hitungan minggu, dengan catatan seluruh tahap ilmiah tetap dijalankan.
Biaya publish jurnal terbagi menjadi dua komponen: biaya yang dibayarkan langsung kepada penerbit (APC atau publication fee) dan biaya pendukung opsional seperti proofreading, penerjemahan, dan pengecekan similaritas.
| Jenis Jurnal | Rentang Biaya Penerbit | Catatan |
|---|---|---|
| Nasional dengan ISSN | Rp0 sampai Rp750.000 | Cukup banyak yang gratis, terutama jurnal kampus |
| SINTA 3 dan SINTA 4 | Rp300.000 sampai Rp1.500.000 | Sebagian jurnal negeri membebaskan biaya |
| SINTA 1 dan SINTA 2 | Rp750.000 sampai Rp3.500.000 | Antrean panjang, seleksi paling ketat |
| Scopus open access | USD 300 sampai USD 3.000 atau lebih | Sangat bervariasi menurut penerbit dan kuartil |
| Scopus berlangganan | Umumnya tanpa biaya penulis | Proses review panjang dan sangat selektif |
Angka pada tabel di atas adalah kisaran umum di pasar, bukan tarif resmi. Selalu konfirmasi nominal terbaru langsung pada laman kebijakan biaya jurnal yang bersangkutan. Satu tanda bahaya yang perlu diingat: jurnal kredibel tidak pernah meminta pembayaran sebelum naskah dinyatakan diterima.
Percepatan yang sah berarti memangkas waktu tunggu administratif, bukan menghapus tahap penelaahan. Berikut cara yang bisa Anda lakukan sendiri:
Cetak atau salin daftar ini, lalu pastikan seluruh butir tercentang sebelum Anda menekan tombol submit.
A. Substansi Naskah
B. Teknis dan Format
C. Etika dan Administrasi
Jurnal predator menerima naskah tanpa penelaahan yang sesungguhnya demi memungut biaya dari penulis. Artikel yang terbit di sana tidak bernilai secara akademik dan berpotensi merusak rekam jejak Anda. Beberapa institusi bahkan menolak artikel semacam ini untuk keperluan angka kredit.
| Tanda Bahaya | Yang Terjadi pada Jurnal Kredibel |
|---|---|
| Menjanjikan terbit dalam hitungan hari tanpa review | Selalu ada tahap desk review dan penelaahan sebidang |
| Ajakan submit lewat surel massal yang memuji berlebihan | Umumnya tidak melakukan pemasaran agresif ke penulis |
| Menerima semua bidang ilmu tanpa scope yang jelas | Memiliki Aims and Scope yang spesifik dan konsisten |
| Meminta pembayaran sebelum naskah diterima | Menagih APC setelah keputusan penerimaan |
| Dewan editor fiktif atau tidak dapat ditelusuri | Nama, afiliasi, dan publikasi editor terverifikasi |
| Mengklaim terindeks Scopus tanpa bukti yang bisa dicek | Status indeksasi dapat diverifikasi di basis data resmi |
| DOI tidak aktif atau mengarah ke halaman kosong | Setiap artikel memiliki DOI aktif yang berfungsi |
Praktik ini disebut simultaneous submission dan termasuk pelanggaran etika akademik yang serius. Setiap jurnal mensyaratkan pernyataan bahwa naskah tidak sedang ditelaah di tempat lain. Kirim satu per satu. Jika ditolak, barulah lanjut ke jurnal berikutnya.
Periksa tingkat kemiripan naskah menggunakan Turnitin atau iThenticate sebelum submit. Sebagian besar jurnal menetapkan ambang maksimal 15 sampai 20 persen. Karena pemeriksaan kemiripan kini wajib dilakukan pengelola jurnal sebelum review, naskah bermasalah akan tersaring lebih awal.
Naskah bagus yang dikirim ke jurnal yang salah tetap akan ditolak. Kerugiannya bukan hanya penolakan, melainkan waktu tunggu yang terbuang percuma.
Mencantumkan nama seseorang yang tidak berkontribusi, atau sebaliknya menghilangkan kontributor yang berhak, termasuk pelanggaran. Sepakati urutan penulis sejak awal penelitian, bukan menjelang submit.
Tawaran terbit dalam hitungan hari tanpa proses penelaahan hampir selalu mengarah ke jurnal predator. Kecepatan yang wajar berasal dari efisiensi administrasi, bukan dari penghapusan tahap ilmiah.
Dokumen tanggapan yang rapi membuat editor mudah memverifikasi perbaikan Anda dan mempercepat keputusan. Gunakan format tiga kolom seperti berikut.
| Komentar Reviewer | Tanggapan Penulis | Lokasi Perbaikan |
|---|---|---|
| Celah penelitian pada pendahuluan belum tampak jelas. | Terima kasih atas masukannya. Kami menambahkan satu paragraf yang merangkum keterbatasan tiga studi terdahulu dan menegaskan posisi penelitian ini. | Halaman 2, paragraf keempat |
| Teknik pengambilan sampel belum dijelaskan. | Kami menambahkan penjelasan teknik sampling, kriteria inklusi, dan dasar penentuan ukuran sampel. | Halaman 4, subbab Metode |
| Disarankan menambah rujukan internasional terbaru. | Kami menambahkan lima rujukan terindeks Scopus terbitan lima tahun terakhir pada pembahasan. | Halaman 8 dan daftar pustaka |
Jika ada komentar yang tidak Anda setujui, tetap tanggapi dengan sopan disertai argumen dan rujukan pendukung. Menolak saran reviewer diperbolehkan sepanjang alasannya ilmiah dan dijelaskan dengan baik.
Mulailah dari target yang realistis sesuai tenggat dan kesiapan naskah Anda. Verifikasi jurnal tujuan langsung di sumber resmi, patuhi author guidelines sampai ke detail terkecil, dan tanggapi reviewer secara sistematis. Tiga kebiasaan itu saja sudah memangkas sebagian besar penyebab kegagalan publikasi.

Publikasi jurnal internasional terasa jauh? Tidak harus.
Banyak penulis menunda publikasi internasional karena kendala bahasa dan keraguan memilih jurnal yang kredibel. Pusat Publikasi membuka Call for Paper jurnal internasional terindeks EBSCO, DOAJ, dan Index Copernicus — naskah Anda didampingi secara terarah dari penyiapan hingga artikel tayang, termasuk translate untuk naskah yang masih berbahasa Indonesia.
✔️ 100+ Artikel Internasional Telah Terbit
✔️ Garansi Proses Aman
Layanan yang Anda dapatkan:
✅ Pendampingan penyesuaian template sesuai ketentuan jurnal
✅ Cek Turnitin & proofreading
✅ Translate & penataan referensi Mendeley
✅ Submit & pendampingan revisi minor
✅ Dokumen LoA resmi & terverifikasi
✅ Sertifikat publish & indexing lengkap
Terindeks EBSCO, DOAJ, dan Index Copernicus International, terbuka untuk semua rumpun ilmu, dan terbit di bulan terdekat.
Punya naskah yang siap dipublikasikan? Diskusikan dulu dengan tim kami untuk menentukan jurnal dan langkah terbaik — konsultasi awal gratis.
Butuh teman diskusi sebelum menentukan langkah?
Kalau Anda masih ragu antara mengejar peringkat tertentu atau menyesuaikan target dengan tenggat yang tersisa, silakan ceritakan kondisi naskah dan tenggat Anda. Tim Pusat Publikasi akan bantu petakan pilihan yang paling masuk akal, termasuk jika kesimpulannya Anda lebih baik jalan mandiri.
Publish jurnal pada 2026 menuntut dua hal sekaligus: naskah yang layak secara ilmiah dan pemahaman atas aturan yang berlaku sekarang. Penyederhanaan peringkat menjadi SINTA 1 sampai SINTA 4, penekanan pada mutu artikel, dan pengetatan etika publikasi membuat perencanaan sejak awal menjadi jauh lebih penting daripada sebelumnya.
Mulailah dari target yang realistis sesuai tenggat dan kesiapan naskah Anda. Verifikasi jurnal tujuan langsung di sumber resmi, patuhi author guidelines sampai ke detail terkecil, dan tanggapi reviewer secara sistematis. Tiga kebiasaan itu saja sudah memangkas sebagian besar penyebab kegagalan publikasi.
Peringkat SINTA 5 dan SINTA 6 tidak lagi diberikan sebagai peringkat akreditasi baru. Namun jurnal yang sudah berstatus SINTA 5 atau SINTA 6 tetap mempertahankan akreditasinya sampai masa berlakunya berakhir sesuai ketentuan peralihan.
Tidak. Artikel yang sudah terbit sebelum berlakunya aturan baru tetap sah dan tetap dapat dilaporkan sesuai status jurnal pada saat artikel diterbitkan.
Jurnal nasional terakreditasi umumnya memerlukan tiga sampai enam bulan. Jurnal internasional bereputasi bisa enam sampai dua belas bulan. Jurnal nasional dengan ISSN tanpa akreditasi bisa lebih cepat, sekitar dua sampai enam minggu.
Bisa. Cukup banyak jurnal kampus dan jurnal terakreditasi yang tidak memungut biaya penulis. Konsekuensinya biasanya antrean lebih panjang dan seleksi lebih ketat karena kapasitas terbitnya terbatas.
Tergantung ketentuan institusi Anda. LoA hanya menyatakan naskah diterima untuk diterbitkan, bukan bukti bahwa artikel sudah terbit. Sebagian kampus mensyaratkan artikel yang sudah terbit lengkap dengan volume, nomor, halaman, dan DOI.
Umumnya 15 sampai 20 persen, tetapi setiap jurnal punya kebijakan sendiri. Sebagian jurnal juga membatasi kemiripan dari satu sumber tunggal, misalnya maksimal 5 persen.
Terakreditasi mengacu pada penilaian resmi pemerintah terhadap jurnal nasional, yang hasilnya berupa peringkat SINTA. Terindeks mengacu pada keberadaan jurnal di basis data seperti Scopus, Web of Science, DOAJ, atau Garuda. Sebuah jurnal bisa terindeks tanpa terakreditasi, dan sebaliknya.
Tidak bisa disalin begitu saja. Skripsi perlu diringkas menjadi artikel dengan struktur IMRaD, umumnya 4.000 sampai 7.000 kata, dengan pembahasan yang lebih fokus pada satu temuan utama. Perhatikan juga potensi similaritas jika skripsi Anda sudah terunggah di repositori kampus.
Verifikasi status akreditasi di portal SINTA, cek keaktifan DOI pada artikel yang sudah terbit, telusuri rekam jejak dewan editor, dan pastikan kebijakan biaya diumumkan secara terbuka di situs jurnal.
Umumnya karena profil Google Scholar Anda belum tersinkronisasi dengan akun SINTA, atau jurnal tersebut belum terindeks Garuda. Proses pemutakhiran juga tidak selalu instan dan bisa memakan beberapa minggu.
Nomor WhatsApp resmi Pusat Publikasi hanya satu: +62 813-1022-184.
Jangan mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Pusat Publikasi.