Struktur artikel ilmiah adalah kerangka baku yang menentukan urutan penyajian gagasan dalam sebuah naskah penelitian, mulai dari judul sampai daftar pustaka. Struktur ini bukan formalitas administratif: ia adalah kesepakatan antarpeneliti agar siapa pun dapat menemukan informasi yang dicarinya di tempat yang sama pada artikel mana pun. Panduan ini membedah setiap komponen struktur artikel ilmiah beserta fungsinya, porsi kata yang wajar, perbedaan penerapannya pada jurnal nasional dan internasional, serta variasi struktur untuk artikel penelitian empiris, kajian literatur, dan studi kasus.
Ringkasan Cepat
Struktur artikel ilmiah standar terdiri atas tiga lapis. Lapis depan memuat judul, nama dan afiliasi penulis, abstrak, serta kata kunci. Lapis inti mengikuti kerangka IMRAD: Pendahuluan, Metode, Hasil, dan Pembahasan, lalu ditutup Kesimpulan. Lapis belakang memuat ucapan terima kasih, pernyataan pendanaan, konflik kepentingan, kontribusi penulis, dan daftar pustaka.
Table of Contents
ToggleSebagian besar panduan hanya membahas kerangka IMRAD dan berhenti di situ. Padahal struktur artikel ilmiah yang lengkap terdiri atas tiga lapis, dan naskah yang ditolak pada pemeriksaan awal editor umumnya gugur karena lapis depan atau lapis belakangnya yang tidak lengkap, bukan karena isi intinya lemah.
| Lapis | Komponen | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| Lapis depan | Judul, penulis, afiliasi, penulis korespondensi, abstrak, kata kunci | Membuat artikel dapat ditemukan dan dinilai relevansinya dalam hitungan detik |
| Lapis inti | Pendahuluan, Metode, Hasil, Pembahasan, Kesimpulan | Menyampaikan argumen ilmiah secara berurutan dan dapat diverifikasi |
| Lapis belakang | Ucapan terima kasih, pendanaan, konflik kepentingan, kontribusi penulis, daftar pustaka, lampiran | Menjamin transparansi, akuntabilitas, dan ketertelusuran sumber |
Kerangka inti struktur artikel ilmiah adalah IMRAD, singkatan dari IMRAD adalah singkatan dari Introduction, Methods, Results, and Discussion. Yang jarang dijelaskan panduan lain adalah porsi kata yang wajar untuk masing-masing bagian. Tanpa patokan ini, penulis pemula biasanya menulis Pendahuluan sepanjang tiga halaman sementara Pembahasan hanya setengah halaman — komposisi yang hampir pasti dikomentari reviewer.
| Bagian | Porsi | Perkiraan Kata (naskah 6.000 kata) | Pertanyaan yang Dijawab |
|---|---|---|---|
| Judul | — | 12–15 kata | Apa yang diteliti, pada siapa, dengan pendekatan apa? |
| Abstrak | — | 150–250 kata | Masalah, tujuan, metode, hasil, implikasi |
| Kata kunci | — | 3–5 istilah | Dengan istilah apa artikel ini dicari orang? |
| Pendahuluan | 15–20% | 900–1.200 kata | Mengapa penelitian ini perlu ada? |
| Metode | 15–20% | 900–1.200 kata | Bagaimana orang lain bisa mengulanginya? |
| Hasil | 20–25% | 1.200–1.500 kata | Apa yang ditemukan, tanpa ditafsirkan? |
| Pembahasan | 25–35% | 1.500–2.100 kata | Apa arti temuan dan bagaimana posisinya? |
| Kesimpulan | 5% | 250–350 kata | Apa jawaban akhirnya dan apa langkah berikutnya? |
| Daftar pustaka | — | 25–60 entri | Dari mana klaim-klaim ini berasal? |
Porsi ini berlaku untuk artikel penelitian empiris. Artikel kajian literatur, studi kasus, dan artikel konseptual memiliki komposisi yang berbeda.
Uji cepat komposisi
Bila Pembahasan Anda lebih pendek daripada Pendahuluan, ada masalah pada proporsi naskah. Pembahasan adalah tempat kontribusi ilmiah Anda terlihat, dan reviewer menilai naskah terutama dari kualitas bagian tersebut.
Kelalaian kecil di sini sering merusak keseluruhan hasil struktur artikel ilmiah. Judul memuat variabel utama, objek atau populasi, dan bila perlu konteks, dalam 12–15 kata. Hindari pembuka yang tidak menambah informasi seperti “studi tentang”, “analisis mengenai”, atau “sebuah tinjauan terhadap”. Judul yang tepat membuat artikel Anda muncul pada penelusuran peneliti lain, dan itu adalah pintu pertama menuju sitasi.
Tulis nama penulis tanpa gelar akademik kecuali jurnal meminta sebaliknya. Afiliasi ditulis lengkap sampai tingkat program studi atau departemen, diikuti kota dan negara. Tandai satu penulis sebagai penulis korespondensi beserta surel institusi yang aktif — surel pribadi berbasis layanan gratis kerap dinilai kurang kredibel oleh sebagian editor. Cantumkan ORCID bila jurnal memintanya.
Abstrak memadatkan seluruh naskah dalam 150–250 kata dan memuat lima unsur: latar masalah, tujuan, metode, hasil utama beserta angka kuncinya, dan implikasi. Abstrak tidak boleh memuat sitasi, singkatan yang belum didefinisikan, tabel, atau rumus. Kata kunci dipilih tiga sampai lima istilah yang benar-benar dipakai peneliti lain saat mencari topik Anda, dan sebaiknya tidak mengulang judul secara persis.
Bagian ini bekerja seperti corong: dari gambaran luas menyempit ke pertanyaan penelitian. Kerangka yang paling banyak dipakai adalah model CARS dengan tiga gerakan, yaitu membangun teritori, membangun celah penelitian, lalu mengisi celah tersebut dengan tujuan dan kontribusi penelitian Anda. Dalam struktur artikel ilmiah, celah penelitian harus dibangun dengan bukti dari literatur, bukan dengan pernyataan ketertarikan pribadi.
Ukuran keberhasilan Metode hanya satu: peneliti lain di bidang yang sama harus bisa mengulang penelitian Anda hanya dengan membaca bagian ini. Komponen wajibnya adalah desain penelitian, partisipan atau objek beserta teknik pemilihannya, instrumen dan pengujiannya, prosedur pengumpulan data, teknik analisis, dan pernyataan etik bila penelitian melibatkan manusia.
Aturan tunggalnya: laporkan, jangan tafsirkan. Sajikan angka, pola, dan temuan apa adanya. Setiap tabel dan gambar diberi nomor urut, judul yang dapat dipahami tanpa membaca naskah, dan wajib dirujuk dalam teks. Jangan menyajikan data yang sama dua kali dalam bentuk tabel sekaligus grafik.
Inilah bagian yang paling menentukan diterima atau tidaknya naskah. Susun tiap temuan utama dengan lima gerakan berurutan: nyatakan kembali temuan kunci, tafsirkan dalam kerangka teori, bandingkan dengan penelitian terdahulu, nyatakan implikasinya, lalu akui keterbatasan dan arahkan ke penelitian lanjutan. Pembahasan bukan tempat memperkenalkan data yang belum pernah muncul di bagian Hasil.
Kesimpulan menjawab pertanyaan penelitian secara langsung, bukan meringkas ulang seluruh isi artikel. Panjangnya cukup satu sampai dua paragraf, tanpa tabel, tanpa sitasi baru, dan tanpa klaim yang melampaui data yang Anda miliki.
Bagian inilah yang paling sering terlupakan dalam struktur artikel ilmiah karya penulis pemula, padahal kini diminta hampir seluruh jurnal terakreditasi.
| Komponen | Isi | Catatan |
|---|---|---|
| Ucapan terima kasih | Pihak yang membantu tetapi tidak memenuhi kriteria kepengarangan | Bukan tempat mencantumkan nama dosen agar terlihat kredibel |
| Pernyataan pendanaan | Sumber dana, nomor kontrak atau hibah | Tulis “penelitian ini tidak menerima pendanaan khusus” bila memang tidak ada |
| Konflik kepentingan | Hubungan yang berpotensi memengaruhi objektivitas | Wajib dinyatakan meskipun nihil |
| Kontribusi penulis | Peran tiap penulis: konsep, metode, analisis, penulisan, penyuntingan | Semakin banyak jurnal mewajibkan rincian ini |
| Pernyataan etik | Nomor persetujuan komisi etik dan informed consent | Wajib bila penelitian melibatkan manusia atau hewan |
| Ketersediaan data | Di mana data mentah dapat diakses | Standar yang berkembang cepat pada jurnal internasional |
| Daftar pustaka | Seluruh sumber yang disitasi dalam teks | Harus cocok dua arah dengan sitasi dalam naskah |
IMRAD adalah standar untuk artikel penelitian empiris, tetapi bukan satu-satunya bentuk. Memilih struktur artikel ilmiah yang tepat sesuai jenis naskah menghindarkan Anda dari komentar reviewer yang paling melelahkan: permintaan menata ulang seluruh naskah.
| Jenis Artikel | Struktur Umum | Ciri Pembeda |
|---|---|---|
| Penelitian empiris | Pendahuluan → Metode → Hasil → Pembahasan → Kesimpulan | Ada data primer yang dikumpulkan sendiri |
| Tinjauan literatur naratif | Pendahuluan → Metode penelusuran → Sintesis tematik → Diskusi → Kesimpulan | Hasil digantikan sintesis temuan literatur |
| Tinjauan sistematis | Pendahuluan → Metode (protokol, kriteria, PRISMA) → Hasil seleksi → Sintesis → Diskusi | Proses seleksi literatur dilaporkan terukur dan dapat direplikasi |
| Studi kasus | Pendahuluan → Konteks kasus → Metode → Temuan → Pembahasan | Deskripsi konteks kasus mendapat porsi besar |
| Artikel konseptual | Pendahuluan → Landasan teoretis → Pengembangan proposisi → Implikasi | Tidak ada bagian Metode dan Hasil empiris |
| Artikel pengabdian masyarakat | Pendahuluan → Metode pelaksanaan → Hasil dan pembahasan → Kesimpulan | Memuat mitra, luaran kegiatan, dan evaluasi dampak |
Kesalahan paling mendasar adalah memperlakukan artikel jurnal sebagai skripsi yang dipendekkan. Keduanya ditulis untuk pembaca, tujuan, dan standar penilaian yang berbeda, sehingga struktur artikel ilmiah tidak dapat disusun dengan sekadar memotong halaman.
| Aspek | Artikel Jurnal | Skripsi / Tesis | Laporan Penelitian |
|---|---|---|---|
| Panjang | 4.000–8.000 kata | 15.000–40.000 kata | Bervariasi sesuai pemberi dana |
| Tinjauan pustaka | Menyatu dalam Pendahuluan | Bab tersendiri yang panjang | Ringkas, sering di lampiran |
| Porsi teori | Hanya yang dipakai berargumen | Sangat luas dan menyeluruh | Secukupnya |
| Kebaruan | Wajib dinyatakan eksplisit | Diharapkan, tidak selalu wajib | Tidak menjadi fokus |
| Penilai | Editor dan reviewer anonim | Pembimbing dan penguji | Pemberi dana atau institusi |
| Lampiran | Minimal, sering ditiadakan | Tebal dan lengkap | Sangat lengkap |
Implikasi praktisnya, mengubah skripsi menjadi artikel berarti menulis ulang, bukan meringkas. Pilih satu pertanyaan penelitian paling kuat, buang variabel yang tidak mendukung pertanyaan itu, pangkas landasan teori sampai tersisa yang benar-benar dipakai berargumen, lalu perdalam pembahasannya. Uraian lengkap seluruh tahapannya dapat Anda baca pada panduan cara menulis jurnal ilmiah.
Penerapan struktur artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional memiliki kerangka inti yang sama, tetapi tuntutan kelengkapannya berbeda. Kerangka intinya sama, tetapi tuntutan kelengkapannya berbeda. Memahami perbedaan ini penting bila Anda berencana menaikkan sasaran dari jurnal nasional ke jurnal internasional.
| Elemen | Jurnal Nasional Terakreditasi | Jurnal Internasional Bereputasi |
|---|---|---|
| Bahasa abstrak | Indonesia dan Inggris, sebagian hanya Inggris | Inggris saja |
| ORCID penulis | Mulai diminta sebagian jurnal | Umumnya wajib |
| Pernyataan etik | Diminta bila melibatkan manusia | Hampir selalu wajib dengan nomor persetujuan |
| Kontribusi penulis | Belum seragam | Umumnya wajib dan terperinci |
| Ketersediaan data | Jarang diminta | Semakin menjadi standar |
| Gaya sitasi | Umumnya APA atau IEEE sesuai rumpun | Beragam, sering gaya khas penerbit |
| Panjang naskah | 4.000–8.000 kata | 5.000–9.000 kata |
Catatan Regulasi & Kebaruan Data
Sistem peringkat jurnal nasional berubah. Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 menghapus peringkat SINTA 5 dan SINTA 6, sehingga peringkat yang berlaku kini SINTA 1 sampai SINTA 4. Karena status akreditasi bersifat dinamis dan dapat berubah tiap periode penilaian, verifikasi peringkat terkini jurnal tujuan Anda langsung di sinta.kemdiktisaintek.go.id dan sistem ARJUNA (arjuna.kemdikbud.go.id) sebelum mengirimkan naskah.
| Kesalahan | Akibat | Perbaikan |
|---|---|---|
| Tinjauan pustaka dibuat bab tersendiri seperti skripsi | Naskah dinilai tidak berformat artikel | Lebur tinjauan pustaka ke dalam Pendahuluan sebagai pembangun celah |
| Pendahuluan membengkak, Pembahasan tipis | Dinilai tidak memiliki kedalaman analisis | Ikuti alokasi kata proporsional pada tabel di atas |
| Hasil dan Pembahasan tercampur padahal jurnal meminta terpisah | Diminta menata ulang seluruh naskah | Periksa template resmi jurnal sebelum menulis |
| Kesimpulan hanya mengulang abstrak | Dianggap tidak menjawab pertanyaan penelitian | Tulis jawaban langsung atas pertanyaan penelitian |
| Komponen lapis belakang tidak lengkap | Dikembalikan pada pemeriksaan awal editor | Lengkapi pernyataan pendanaan, konflik kepentingan, dan kontribusi penulis |
| Tabel dan gambar tidak dirujuk dalam teks | Reviewer meminta revisi teknis | Rujuk setiap tabel dan gambar pada kalimat yang relevan |
| Subjudul terlalu banyak dan tidak berjenjang | Alur argumen terpotong-potong | Batasi empat sampai enam subjudul tingkat pertama |
Checklist Struktur Artikel Ilmiah
Batas Etis yang Perlu Ditegaskan
Seluruh panduan pada artikel ini ditujukan untuk membantu Anda menulis sendiri artikel Anda. Layanan pendampingan publikasi yang sehat hanya membantu aspek teknis dan administratif — penyuntingan bahasa, penyesuaian template, pemeriksaan kemiripan, pemetaan jurnal tujuan, dan pendampingan proses submit. Layanan yang menawarkan penulisan naskah atas nama Anda (ghostwriting), jual-beli kepengarangan, manipulasi data, atau jaminan pasti terbit adalah pelanggaran etika publikasi dan berisiko membuat artikel Anda ditarik (retracted) serta merugikan rekam jejak akademik Anda secara permanen.
Struktur Sudah Rapi, Jurnal Tujuannya Belum Pasti?
Tim Pusat Publikasi membantu menyesuaikan naskah Anda ke template jurnal tujuan, memeriksa kelengkapan komponen, hingga mendampingi proses submit dan revisi. Konsultasikan naskah Anda tanpa biaya.
Konsultasi Gratis via WhatsApp
Pendampingan bersifat teknis dan administratif. Naskah, data, dan kepemilikan intelektual tetap sepenuhnya milik penulis.
Beberapa pola kekeliruan pada struktur artikel ilmiah berulang pada hampir semua naskah penulis pemula. Sebelum menekan tombol kirim, pastikan struktur artikel ilmiah Anda lengkap dengan memeriksa daftar berikut satu per satu. Struktur artikel ilmiah bekerja pada tiga lapis: lapis depan yang membuat artikel ditemukan, lapis inti IMRAD yang menyampaikan argumen, dan lapis belakang yang menjamin transparansi. Kuasai porsi kata tiap bagian, sesuaikan kerangka dengan jenis naskah Anda, dan jangan pernah menyalin pola skripsi ke dalam artikel jurnal.
Sebelum submit, periksa kembali kelengkapan setiap komponen menggunakan checklist di atas dan bandingkan dengan template resmi jurnal tujuan. Sebagian besar penolakan administratif sebenarnya dapat dicegah hanya dengan memastikan struktur artikel ilmiah Anda lengkap dan sesuai permintaan jurnal.
Apakah semua jurnal memakai struktur artikel ilmiah yang sama?
Kerangka besarnya sama, yaitu IMRAD, tetapi penamaan dan pemecahan bagiannya berbeda. Sebagian jurnal memisahkan Hasil dan Pembahasan menjadi dua bab, sebagian menggabungkannya. Ada pula jurnal yang meminta subbagian khusus seperti Kerangka Teori atau Implikasi Praktis. Template resmi jurnal tujuan selalu menjadi acuan akhir.
Apakah tinjauan pustaka harus menjadi bab tersendiri?
Pada artikel jurnal, tinjauan pustaka umumnya tidak berdiri sebagai bab terpisah melainkan menyatu di dalam Pendahuluan sebagai bahan membangun celah penelitian. Bab tinjauan pustaka yang berdiri sendiri lazim pada skripsi dan tesis, bukan pada artikel.
Berapa jumlah subjudul yang wajar dalam satu artikel?
Untuk artikel 5.000–7.000 kata, biasanya cukup empat sampai enam subjudul tingkat pertama dan dua sampai empat subjudul tingkat kedua di dalam Hasil dan Pembahasan. Subjudul yang terlalu banyak membuat alur argumen terpotong-potong.
Apakah artikel review memakai struktur IMRAD?
Tidak sepenuhnya. Artikel tinjauan literatur biasanya memakai struktur Pendahuluan, Metode Penelusuran Literatur, Sintesis Tematik, Diskusi, dan Kesimpulan. Bagian Hasil digantikan oleh sintesis temuan dari literatur yang ditelaah.
Apa saja komponen yang sering terlupakan penulis pemula?
Yang paling sering hilang adalah pernyataan konflik kepentingan, informasi pendanaan, kontribusi masing-masing penulis, dan penanda penulis korespondensi. Keempatnya kini diminta hampir seluruh jurnal terakreditasi dan ketiadaannya membuat naskah dikembalikan pada pemeriksaan awal.
Bagaimana urutan menulis yang paling efisien?
Bukan sesuai urutan bacanya. Tulis Metode lebih dahulu, lanjutkan ke Hasil, lalu Pembahasan, baru Pendahuluan, dan terakhir judul serta abstrak. Bagian yang paling faktual dikerjakan lebih dulu, bagian yang paling argumentatif belakangan.
Apakah struktur artikel jurnal nasional berbeda dari internasional?
Kerangka intinya sama. Perbedaan utamanya ada pada kelengkapan metadata: jurnal internasional umumnya menuntut ORCID, pernyataan ketersediaan data, pernyataan etik, dan rincian kontribusi penulis secara lebih ketat, serta abstrak yang hanya berbahasa Inggris.
Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.
Nomor WhatsApp resmi Pusat Publikasi hanya satu: +62 813-1022-184.
Jangan mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Pusat Publikasi.