Cara Menulis Pendahuluan Jurnal dengan Model CARS

Cara menulis pendahuluan jurnal yang meyakinkan bukan soal menuliskan latar belakang sepanjang mungkin, melainkan soal membangun ruang kosong dalam literatur lalu menempatkan penelitian Anda tepat di dalamnya. Inilah bagian yang paling sering ditulis dengan pola skripsi dan paling sering dikomentari reviewer. Panduan ini menguraikan kerangka CARS yang dipakai peneliti internasional, porsi tiap gerakan, lima jenis celah penelitian beserta kalimat penandanya, template kalimat siap pakai, contoh pendahuluan lima paragraf, serta kesalahan yang membuat naskah dinilai tidak berkontribusi.

Ringkasan Cepat

Cara menulis pendahuluan jurnal mengikuti tiga gerakan model CARS. Gerakan pertama membangun teritori dengan menunjukkan pentingnya topik dan temuan yang sudah mapan (30–40 persen). Gerakan kedua membangun celah penelitian dengan menunjukkan apa yang belum terjawab (30–40 persen). Gerakan ketiga mengisi celah tersebut dengan tujuan, pertanyaan penelitian, dan klaim kebaruan (20–30 persen). Total sekitar 900–1.200 kata dalam empat sampai enam paragraf.

Model CARS: Kerangka Tiga Gerakan

Kerangka yang paling banyak dipakai dalam cara menulis pendahuluan jurnal adalah model CARS. Model CARS (Create a Research Space) dikembangkan John Swales setelah menelaah pola pendahuluan ribuan artikel ilmiah. Kerangka ini menjadi acuan karena menjelaskan apa yang sebenarnya dilakukan penulis berpengalaman secara tidak sadar: mereka tidak sekadar menjelaskan topik, mereka menciptakan ruang agar penelitiannya punya tempat.

Gerakan Isi Porsi Fungsi bagi Pembaca
Gerakan 1 — Membangun teritori Pentingnya topik, konteks, tinjauan temuan yang sudah mapan 30–40% Meyakinkan bahwa area ini layak diperhatikan
Gerakan 2 — Membangun celah Apa yang belum terjawab, bertentangan, atau terbatas dalam literatur 30–40% Menunjukkan ada ruang yang perlu diisi
Gerakan 3 — Mengisi celah Tujuan, pertanyaan penelitian, hipotesis, klaim kebaruan, kontribusi 20–30% Menempatkan penelitian Anda di ruang tersebut

Kesalahan struktural paling umum

Gerakan 1 membengkak menjadi bab landasan teori, sementara Gerakan 2 hanya satu kalimat basa-basi seperti “oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti”. Padahal Gerakan 2 adalah alasan naskah Anda layak diterbitkan. Celah penelitian harus dibangun dengan bukti dari literatur, bukan dengan pernyataan ketertarikan pribadi.

Cara Menulis Pendahuluan Jurnal Paragraf demi Paragraf

Berikut kerangka lima paragraf yang bekerja untuk sebagian besar artikel penelitian empiris. Sesuaikan jumlahnya dengan kompleksitas topik Anda, tetapi pertahankan urutan logikanya.

Paragraf Gerakan Isi Perkiraan Kata
1 Gerakan 1 Konteks luas: mengapa topik ini penting secara praktis atau teoretis 150–200
2 Gerakan 1 Apa yang sudah diketahui dari penelitian terdahulu, dikelompokkan tematis 200–300
3 Gerakan 2 Apa yang belum terjawab, bertentangan, atau terbatas — celah penelitian 200–300
4 Gerakan 2–3 Mengapa celah itu penting diisi dan apa konsekuensinya bila dibiarkan 150–200
5 Gerakan 3 Tujuan, pertanyaan penelitian, hipotesis, klaim kebaruan, kontribusi 150–250

Perhatikan bahwa paragraf kedua bukan daftar penelitian terdahulu satu per satu. Kelompokkan literatur secara tematis, misalnya “sejumlah studi menyoroti faktor individual, sementara kelompok studi lain menekankan faktor organisasional”. Daftar berurutan bergaya “menurut A, menurut B, menurut C” adalah penanda paling jelas bahwa penulis belum menguasai cara menulis pendahuluan jurnal.

Lima Jenis Celah Penelitian dan Kalimat Penandanya

Bagian tersulit dari cara menulis pendahuluan jurnal ada di sini. Kebaruan tidak berarti menemukan sesuatu yang belum pernah ada di dunia. Dalam praktik, celah penelitian muncul dari salah satu dari lima pola berikut. Kenali polanya, lalu gunakan kalimat penandanya.

Jenis Celah Penjelasan Kalimat Penanda
Celah populasi Fenomena sudah diteliti, tetapi belum pada populasi Anda “Kajian serupa belum dilakukan pada [populasi] yang memiliki karakteristik …”
Celah konteks Sudah diteliti di negara, sektor, atau wilayah lain “Sebagian besar bukti berasal dari konteks [X], sementara konteks [Y] …”
Celah metode Pertanyaan sama, pendekatan analisis berbeda “Pendekatan [X] mendominasi kajian ini, sementara pendekatan [Y] belum …”
Celah temuan Hasil penelitian terdahulu saling bertentangan “Temuan yang ada masih belum konsisten: [A] melaporkan … sedangkan [B] …”
Celah teori Mekanisme penghubung antarvariabel belum diuji “Mekanisme yang menjelaskan hubungan tersebut belum diuji secara empiris …”

Tulis klaim kebaruan Anda dalam satu kalimat

Simpan kalimat itu di dokumen terpisah. Kalimat yang sama akan muncul di akhir pendahuluan, di dalam abstrak, dan di dalam cover letter saat submit. Bila Anda tidak dapat menuliskannya dalam satu kalimat, artinya celah penelitian Anda belum cukup jelas dan pendahuluan Anda akan terasa mengambang.

Template Kalimat Siap Pakai untuk Setiap Gerakan

Fungsi Pola Kalimat
Membuka teritori “Dalam satu dekade terakhir, [fenomena] menjadi perhatian utama dalam kajian [bidang] karena [alasan].”
Menunjukkan urgensi “Data [sumber] menunjukkan bahwa [angka atau kondisi], yang berimplikasi pada [dampak].”
Meringkas literatur “Sejumlah studi menyoroti [tema A], sementara kelompok studi lain menekankan [tema B].”
Menyatakan konsensus “Secara umum literatur sepakat bahwa [temuan mapan].”
Membuka celah “Meskipun demikian, perhatian terhadap [aspek] pada konteks [konteks] masih terbatas.”
Menunjukkan pertentangan “Temuan yang ada belum konsisten; sebagian melaporkan [X], sebagian lain [Y].”
Menegaskan konsekuensi celah “Keterbatasan ini menyulitkan [pihak] dalam [tindakan] karena [alasan].”
Menyatakan tujuan “Penelitian ini bertujuan menganalisis [hubungan] antara [variabel] pada [populasi].”
Menyatakan pertanyaan “Secara khusus, penelitian ini menjawab pertanyaan: [pertanyaan penelitian].”
Menyatakan kebaruan “Kebaruan penelitian ini terletak pada [aspek] yang belum diuji dalam kajian terdahulu.”
Menyatakan kontribusi “Temuan penelitian diharapkan berkontribusi pada [teori] sekaligus memberi masukan praktis bagi [pihak].”

Contoh Pendahuluan Lima Paragraf

Berikut penerapan cara menulis pendahuluan jurnal dalam bentuk kerangka lima paragraf. Berikut pola kalimat yang dapat mempercepat cara menulis pendahuluan jurnal Anda. Contoh berikut disusun sebagai ilustrasi penerapan cara menulis pendahuluan jurnal, bukan kutipan dari artikel yang sudah terbit. Sitasi ditulis dalam bentuk pola agar Anda mudah menggantinya dengan rujukan asli.

Kerangka Pendahuluan Ilustratif

Paragraf 1 — teritori. Digitalisasi administrasi sekolah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir seiring kebijakan pelaporan berbasis sistem. Perubahan ini menjanjikan efisiensi, tetapi juga menambah jenis pekerjaan yang harus diselesaikan guru di luar jam mengajar.

Paragraf 2 — apa yang sudah diketahui. Sejumlah studi menyoroti faktor individual seperti motivasi dan efikasi diri sebagai penentu kinerja guru (Penulis, tahun; Penulis, tahun). Kelompok studi lain menekankan faktor organisasional, terutama iklim sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah (Penulis, tahun). Kedua kelompok temuan sepakat bahwa kinerja guru merupakan hasil interaksi faktor personal dan lingkungan kerja.

Paragraf 3 — celah. Meskipun demikian, beban administratif sebagai bentuk konkret tuntutan lingkungan kerja masih jarang diuji sebagai variabel tersendiri. Kajian yang ada umumnya menempatkannya sebagai bagian dari beban kerja secara umum, sehingga pengaruh spesifiknya sulit dipisahkan. Selain itu, sebagian besar bukti berasal dari sekolah di wilayah perkotaan dengan dukungan teknologi memadai.

Paragraf 4 — mengapa celah itu penting. Keterbatasan ini menyulitkan dinas pendidikan dalam merancang kebijakan penyederhanaan administrasi, sebab belum tersedia bukti seberapa besar kontribusinya terhadap kinerja mengajar. Padahal kebijakan yang keliru sasaran berpotensi menambah beban alih-alih menguranginya.

Paragraf 5 — mengisi celah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban administratif dan dukungan kepala sekolah terhadap kinerja guru sekolah dasar negeri di wilayah kabupaten. Secara khusus penelitian menjawab dua pertanyaan: seberapa besar pengaruh masing-masing variabel, dan apakah dukungan kepala sekolah memoderasi pengaruh beban administratif. Kebaruan penelitian terletak pada pemisahan beban administratif sebagai variabel tersendiri dalam konteks sekolah dasar negeri di daerah yang selama ini kurang terwakili.

Perbedaan Pendahuluan Artikel dan Bab 1 Skripsi

Sebagian besar naskah yang dikembalikan editor mengandung pendahuluan bergaya Bab 1 skripsi. Perbedaan keduanya perlu dipahami sebelum menerapkan cara menulis pendahuluan jurnal pada naskah yang berasal dari tugas akhir.

Aspek Pendahuluan Artikel Jurnal Bab 1 Skripsi
Panjang 900–1.200 kata 10–25 halaman
Rumusan masalah Menyatu dalam narasi Subbab tersendiri dengan penomoran
Manfaat penelitian Dinyatakan singkat sebagai kontribusi Subbab tersendiri, teoretis dan praktis
Batasan masalah Umumnya tidak ada Subbab tersendiri
Landasan teori Menyatu sebagai pembangun celah Bab tersendiri yang panjang
Fokus argumen Celah penelitian dan kebaruan Latar belakang masalah
Sitasi Padat, mayoritas lima tahun terakhir Beragam, sering memuat sumber lama

Kesalahan yang Membuat Pendahuluan Dinilai Lemah

Kesalahan Mengapa Berbahaya Perbaikan
Celah dinyatakan sebagai ketertarikan pribadi Reviewer menilai artikel tidak berkontribusi Bangun celah dengan bukti dari literatur, bukan pernyataan minat
Literatur didaftar satu per satu Terbaca sebagai katalog, bukan argumen Kelompokkan literatur secara tematis
Definisi istilah umum yang sudah diketahui Membuang ruang dan terkesan mengajari pembaca Asumsikan pembaca adalah peneliti bidang yang sama
Data statistik tanpa sumber Klaim tidak dapat diverifikasi Sitasi sumber resmi lengkap dengan tahunnya
Tujuan tidak sejalan dengan judul Naskah dinilai tidak konsisten Cocokkan judul, tujuan, pertanyaan penelitian, dan kesimpulan
Rujukan didominasi sumber lama Dianggap tidak mengikuti perkembangan bidang Pastikan mayoritas rujukan lima tahun terakhir
Hasil penelitian sendiri diungkap di pendahuluan Merusak alur argumen Simpan temuan untuk bagian Hasil

Beberapa pola keliru dalam cara menulis pendahuluan jurnal berulang pada naskah penulis pemula. Setelah pendahuluan selesai, uji dengan satu pertanyaan sederhana: apakah pembaca yang hanya membaca bagian ini dapat menjelaskan mengapa penelitian Anda perlu dilakukan? Bila belum, gerakan kedua Anda masih terlalu lemah. Untuk melihat posisi pendahuluan dalam keseluruhan proses, baca panduan cara menulis jurnal ilmiah yang menguraikan kesembilan tahapannya secara berurutan.

Checklist Pendahuluan Sebelum Lanjut ke Bagian Lain

Checklist Pendahuluan Artikel Jurnal

  • ✓Paragraf pertama membuka dari konteks, bukan dari definisi kamus
  • ✓Literatur terdahulu dikelompokkan tematis, bukan didaftar satu per satu
  • ✓Celah penelitian dinyatakan dengan bukti dari literatur
  • ✓Konsekuensi bila celah dibiarkan dijelaskan secara konkret
  • ✓Tujuan penelitian dinyatakan dalam satu kalimat yang jelas
  • ✓Pertanyaan penelitian atau hipotesis dicantumkan secara eksplisit
  • ✓Klaim kebaruan tertulis dalam satu kalimat di akhir pendahuluan
  • ✓Mayoritas rujukan berasal dari lima tahun terakhir
  • ✓Judul, tujuan, dan pertanyaan penelitian saling sejalan
  • ✓Panjang pendahuluan tidak melebihi seperlima naskah

Batas Etis yang Perlu Ditegaskan

Seluruh panduan pada artikel ini ditujukan untuk membantu Anda menulis sendiri artikel Anda. Layanan pendampingan publikasi yang sehat hanya membantu aspek teknis dan administratif — penyuntingan bahasa, penyesuaian template, pemeriksaan kemiripan, pemetaan jurnal tujuan, dan pendampingan proses submit. Layanan yang menawarkan penulisan naskah atas nama Anda (ghostwriting), jual-beli kepengarangan, manipulasi data, atau jaminan pasti terbit adalah pelanggaran etika publikasi dan berisiko membuat artikel Anda ditarik (retracted) serta merugikan rekam jejak akademik Anda secara permanen.

Pendahuluan Sudah Kuat, Naskah Siap Dikirim?

Tim Pusat Publikasi membantu penyuntingan naskah, penyesuaian ke template jurnal tujuan, pemeriksaan kemiripan, hingga pendampingan proses submit dan revisi. Konsultasikan naskah Anda tanpa biaya.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Pendampingan bersifat teknis dan administratif. Naskah, data, dan kepemilikan intelektual tetap sepenuhnya milik penulis.

Kesimpulan

Sebelum lanjut, periksa cara menulis pendahuluan jurnal Anda dengan daftar berikut. Cara menulis pendahuluan jurnal yang efektif bertumpu pada satu prinsip: Anda sedang menciptakan ruang, bukan menjelaskan topik. Bangun teritori secukupnya, habiskan porsi terbesar untuk menunjukkan celah penelitian dengan bukti dari literatur, lalu tutup dengan tujuan, pertanyaan penelitian, dan klaim kebaruan dalam kalimat yang tegas.

Tulis pendahuluan setelah Pembahasan selesai agar argumen celah benar-benar nyambung dengan temuan Anda, kelompokkan literatur secara tematis, dan pastikan panjangnya tidak melebihi seperlima naskah. Pendahuluan yang disusun dengan disiplin akan membuat reviewer membaca sisa naskah Anda dengan sikap yang jauh lebih terbuka.

FAQ

Berapa panjang pendahuluan artikel jurnal yang ideal?

Cara menulis pendahuluan jurnal yang proporsional menghasilkan panjang sekitar 15–20 persen dari total naskah, atau kurang lebih 900–1.200 kata untuk artikel 6.000 kata. Umumnya cukup empat sampai enam paragraf. Pendahuluan yang melebihi seperempat naskah biasanya menandakan landasan teori masih terbawa dari format skripsi.

Apakah pendahuluan artikel sama dengan Bab 1 skripsi?

Tidak. Bab 1 skripsi memuat latar belakang panjang, rumusan masalah bernomor, tujuan, manfaat, dan batasan masalah sebagai subbab terpisah. Pendahuluan artikel merangkum semua itu menjadi narasi mengalir yang berujung pada satu pertanyaan penelitian dan satu klaim kebaruan.

Apa itu model CARS?

CARS adalah kerangka rujukan utama dalam cara menulis pendahuluan jurnal, singkatan dari Create a Research Space, yang dikembangkan John Swales untuk menganalisis pola pendahuluan artikel ilmiah. Kerangka ini terdiri atas tiga gerakan: membangun teritori penelitian, membangun celah penelitian, dan mengisi celah tersebut dengan penelitian yang sedang dilaporkan.

Apakah tinjauan pustaka ditulis di dalam pendahuluan?

Pada artikel jurnal, ya. Tinjauan pustaka menyatu di dalam pendahuluan sebagai bahan membangun celah penelitian, bukan sebagai bab terpisah. Sebagian jurnal rumpun sosial meminta subbagian kajian teori tersendiri, tetapi porsinya tetap jauh lebih ringkas daripada skripsi.

Berapa banyak referensi yang perlu disitasi di pendahuluan?

Umumnya sepertiga sampai separuh dari total daftar pustaka, sebab di sinilah posisi penelitian Anda terhadap literatur dibangun. Yang lebih penting daripada jumlah adalah kebaruan: mayoritas rujukan sebaiknya berasal dari lima tahun terakhir.

Apakah hipotesis wajib dicantumkan di pendahuluan?

Wajib pada penelitian kuantitatif yang menguji hubungan antarvariabel, dan biasanya diletakkan pada bagian akhir pendahuluan setelah dasar teoretisnya dibangun. Pada penelitian kualitatif, hipotesis digantikan pertanyaan penelitian yang bersifat eksploratif.

Kapan sebaiknya pendahuluan ditulis?

Setelah Metode, Hasil, dan Pembahasan selesai. Pendahuluan adalah bagian paling argumentatif karena harus meyakinkan pembaca bahwa penelitian Anda perlu ada, dan Anda baru bisa membangun argumen itu setelah tahu persis apa yang Anda temukan.

Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.

You might also like