Cara menulis tinjauan pustaka yang benar dibedakan dari sekadar meringkas artikel oleh satu hal: sintesis. Tinjauan pustaka yang kuat tidak menyajikan daftar penelitian terdahulu satu per satu, melainkan mengelompokkan temuan menjadi tema, menunjukkan di mana literatur sepakat dan di mana ia bertentangan, lalu memperlihatkan ruang kosong yang akan diisi penelitian Anda. Panduan ini menguraikan strategi penelusuran literatur yang dapat dipertanggungjawabkan, kriteria seleksi, matriks sintesis sebagai alat kerja, tiga pola organisasi paragraf, pola kalimat sitasi, hingga contoh paragraf sintesis.
Ringkasan Cepat
Cara menulis tinjauan pustaka dilakukan dalam lima tahap: menyusun string pencarian dengan operator Boolean, menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi, menyaring literatur dan mencatatnya dalam matriks sintesis, mengelompokkan temuan menjadi tema, lalu menulis paragraf berdasarkan tema tersebut — bukan berdasarkan urutan artikel. Tahap terakhir adalah menutup dengan pernyataan celah penelitian.
Table of Contents
ToggleKesalahan paling sering terjadi ketika penulis memindahkan Bab 2 skripsi ke dalam naskah artikel. Keduanya menjalankan fungsi yang berbeda, sehingga cara menulis tinjauan pustaka untuk keduanya pun tidak sama.
| Aspek | Artikel Jurnal | Skripsi / Tesis |
|---|---|---|
| Penempatan | Melebur di dalam Pendahuluan | Bab tersendiri (Bab 2) |
| Panjang | 300–600 kata di dalam pendahuluan | 15–40 halaman |
| Fungsi | Membangun celah penelitian | Menunjukkan penguasaan teori |
| Cakupan teori | Hanya yang dipakai berargumen | Seluruh teori yang relevan |
| Bentuk penyajian | Sintesis tematik | Sering berurutan per teori dan per variabel |
| Definisi istilah | Hanya yang berpotensi ambigu | Definisi lengkap tiap istilah |
| Penelitian terdahulu | Dikelompokkan menurut tema temuan | Sering berupa tabel daftar per artikel |
Jenis tinjauan menentukan seberapa ketat cara menulis tinjauan pustaka harus dilaporkan. Sebelum menulis, tentukan lebih dahulu jenis tinjauan yang Anda kerjakan. Pilihan ini menentukan seberapa ketat proses seleksi literatur harus dilaporkan.
| Jenis | Ciri Utama | Kapan Dipakai | Pelaporan Proses |
|---|---|---|---|
| Tinjauan naratif | Seleksi berdasarkan pertimbangan penulis | Bagian pendahuluan artikel empiris | Tidak wajib dilaporkan rinci |
| Tinjauan sistematis | Protokol ditetapkan di awal dan diikuti ketat | Artikel tinjauan berdiri sendiri | Wajib, termasuk diagram alur seleksi |
| Tinjauan cakupan | Memetakan luas suatu bidang, bukan menilai kualitas | Bidang baru yang literaturnya masih tersebar | Wajib, lebih longgar dari sistematis |
| Meta-analisis | Menggabungkan hasil statistik antarstudi | Banyak studi kuantitatif dengan variabel serupa | Wajib beserta ukuran efek |
| Tinjauan integratif | Menggabungkan studi kuantitatif dan kualitatif | Topik yang ditelaah dari berbagai pendekatan | Wajib, dengan kerangka sintesis |
Tahap awal cara menulis tinjauan pustaka adalah membangun strategi pencarian yang bisa Anda jelaskan kepada orang lain. Susun kombinasi kata kunci dengan operator Boolean, lalu jalankan pada beberapa basis data sekaligus agar cakupannya tidak berat sebelah.
Contoh String Pencarian
("literasi digital" OR "digital literacy") AND ("guru" OR "teacher") AND ("sekolah dasar" OR "primary school") NOT ("perguruan tinggi")
| Operator | Fungsi | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|
| AND | Mempersempit — kedua istilah harus muncul | literasi AND guru |
| OR | Memperluas — salah satu istilah cukup | guru OR pendidik OR tenaga pengajar |
| NOT | Mengecualikan istilah tertentu | literasi NOT keuangan |
| Tanda kutip | Mencari frasa persis | “literasi digital” |
| Tanda bintang | Mencari variasi bentuk kata | menulis* untuk menulis, menuliskan |
| Tanda kurung | Mengelompokkan logika pencarian | (guru OR pendidik) AND literasi |
| Sumber | Kegunaan Utama | Catatan |
|---|---|---|
| Google Scholar | Penelusuran awal yang luas | Cakupan besar tetapi kualitas tidak tersaring; verifikasi penerbitnya |
| Portal SINTA | Artikel dan jurnal nasional terakreditasi | Sekaligus memeriksa peringkat akreditasi jurnal |
| Garuda | Repositori artikel ilmiah Indonesia | Berguna untuk rujukan berbahasa Indonesia |
| DOAJ | Jurnal akses terbuka yang terkurasi | Membantu menyaring jurnal kredibel |
| Scopus / Web of Science | Rujukan internasional bereputasi | Akses umumnya melalui langganan kampus |
| Semantic Scholar | Menelusuri artikel terkait dan sitasi | Membantu menemukan literatur yang saling merujuk |
Tahap penyaringan adalah bagian dari cara menulis tinjauan pustaka yang paling sering dilewati. Tetapkan kriteria sebelum mulai menyaring, bukan sesudahnya. Kriteria yang disusun belakangan cenderung dibuat agar cocok dengan artikel yang kebetulan sudah Anda kumpulkan.
| Dimensi | Contoh Kriteria Inklusi | Contoh Kriteria Eksklusi |
|---|---|---|
| Rentang waktu | Terbit dalam lima tahun terakhir | Terbit sebelum rentang, kecuali karya klasik |
| Jenis publikasi | Artikel jurnal ber-peer review | Opini, berita, materi promosi |
| Bahasa | Indonesia dan Inggris | Bahasa yang tidak dikuasai penulis |
| Ketersediaan | Teks lengkap dapat diakses | Hanya tersedia abstrak |
| Relevansi topik | Membahas variabel utama penelitian | Hanya menyinggung sepintas |
| Kualitas metode | Metode dilaporkan lengkap | Metode tidak dapat ditelusuri |
Inilah alat yang mengubah cara menulis tinjauan pustaka dari meringkas menjadi menyintesis. Inilah alat kerja yang paling menentukan kualitas hasil akhir, sekaligus yang paling jarang dibahas panduan lain. Buat tabel kerja dengan kolom-kolom berikut, isi setiap kali Anda selesai membaca satu artikel, lalu tulis paragraf berdasarkan kolomnya — bukan berdasarkan barisnya.
| Penulis & Tahun | Konteks / Populasi | Metode | Temuan Utama | Keterbatasan | Tema |
|---|---|---|---|---|---|
| Penulis A (2024) | Guru SD perkotaan, n=180 | Survei, regresi berganda | Beban kerja berpengaruh negatif pada kinerja | Beban kerja tidak dipisah per jenis | Beban kerja |
| Penulis B (2023) | Guru SMP, n=240 | Survei, SEM | Dukungan pimpinan memoderasi tekanan kerja | Konteks perkotaan saja | Peran kepemimpinan |
| Penulis C (2022) | Guru SD daerah, 15 informan | Kualitatif, wawancara | Administrasi digital menambah jam kerja di luar sekolah | Tidak menguji hubungan kausal | Beban kerja |
| Penulis D (2025) | Guru SMA, n=310 | Survei, regresi | Efikasi diri mengurangi dampak tekanan kerja | Variabel organisasional diabaikan | Faktor individual |
Tabel di atas adalah contoh format matriks dengan data ilustratif, bukan rangkuman penelitian yang benar-benar terbit. Ganti isinya dengan literatur yang Anda telaah.
Aturan emas sintesis
Tulis paragraf berdasarkan kolom Tema, bukan berdasarkan baris artikel. Bila Anda menulis satu paragraf untuk satu artikel, yang Anda hasilkan adalah ringkasan. Bila Anda menulis satu paragraf untuk satu tema yang memuat beberapa artikel sekaligus, barulah itu sintesis.
Setelah matriks terisi, pilih pola penyusunan yang paling sesuai dengan argumen Anda. Ketiganya sah dipakai dalam cara menulis tinjauan pustaka, tetapi menghasilkan kesan yang berbeda.
| Pola | Cara Kerja | Cocok Untuk | Risiko |
|---|---|---|---|
| Tematik | Dikelompokkan menurut tema temuan | Sebagian besar artikel jurnal | Tema tumpang tindih bila tidak dibatasi |
| Metodologis | Dikelompokkan menurut pendekatan penelitian | Ketika celahnya berupa celah metode | Isi temuan bisa terabaikan |
| Kronologis | Disusun menurut perkembangan waktu | Ketika menunjukkan evolusi konsep | Mudah berubah menjadi daftar berurutan |
Penempatan nama penulis memengaruhi kesan cara menulis tinjauan pustaka Anda. Penempatan nama penulis di dalam kalimat menentukan apa yang ditonjolkan. Menguasai kedua pola ini membuat tinjauan pustaka Anda terasa jauh lebih matang.
| Pola | Bentuk | Yang Ditonjolkan | Contoh |
|---|---|---|---|
| Non-integral | Nama penulis dalam tanda kurung | Temuan atau konsepnya | “Beban administratif menurunkan kinerja guru (Penulis, 2024).” |
| Integral | Nama penulis menjadi bagian kalimat | Penulis atau posisinya | “Penulis (2024) menemukan beban administratif menurunkan kinerja guru.” |
| Sintesis banyak sumber | Beberapa sumber dalam satu klaim | Konsensus antarstudi | “Sejumlah studi melaporkan pola serupa (Penulis, 2023; Penulis, 2024).” |
| Kontras antarsumber | Dua sumber dipertentangkan | Ketidaksepakatan literatur | “Penulis (2023) melaporkan pengaruh positif, sedangkan Penulis (2025) tidak menemukannya.” |
Gunakan pola non-integral sebagai bentuk utama, sebab yang penting bagi pembaca adalah temuannya. Pola integral disimpan untuk momen ketika penulis atau posisi teoretisnya memang perlu ditonjolkan.
Perbandingan
Ringkasan (lemah). Penulis A (2024) meneliti beban kerja guru SD dan menemukan pengaruh negatif terhadap kinerja. Penulis B (2023) meneliti guru SMP dan menemukan dukungan pimpinan memoderasi tekanan kerja. Penulis C (2022) melakukan penelitian kualitatif dan menemukan administrasi digital menambah jam kerja.
Sintesis (kuat). Literatur secara konsisten menunjukkan tuntutan administratif berhubungan negatif dengan kinerja guru, baik melalui bukti kuantitatif pada jenjang dasar dan menengah (Penulis, 2023; Penulis, 2024) maupun melalui bukti kualitatif mengenai bertambahnya jam kerja di luar sekolah (Penulis, 2022). Namun hubungan tersebut tidak berlaku seragam: dukungan pimpinan dilaporkan melemahkan dampaknya (Penulis, 2023), sementara studi lain menempatkan faktor individual sebagai penyangga utama (Penulis, 2025). Perbedaan ini mengindikasikan bahwa mekanisme penyangga antara tuntutan kerja dan kinerja masih belum disepakati.
Perbandingan berikut memperlihatkan perbedaan cara menulis tinjauan pustaka yang lemah dan yang kuat. Perhatikan perbedaannya. Versi sintesis mengelompokkan temuan, menandai konsensus, menunjukkan pertentangan, lalu berujung pada kalimat yang membuka celah penelitian. Inilah inti cara menulis tinjauan pustaka yang membedakan naskah terbitan dari tugas kuliah.
Berikut contoh utuh penerapan cara menulis tinjauan pustaka pada satu topik. Contoh ini disusun sebagai ilustrasi, bukan kutipan dari artikel yang sudah terbit. Nama penulis sengaja ditulis dalam bentuk pola agar Anda mudah menggantinya dengan rujukan asli.
Contoh Tinjauan Pustaka: Beban Kerja dan Kinerja Guru
Paragraf 1 — membingkai konsep utama. Kinerja guru umumnya dipahami sebagai sejauh mana seorang guru menjalankan tugas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sesuai standar yang berlaku (Penulis, 2021). Dalam kerangka tuntutan dan sumber daya kerja, kinerja tersebut dipengaruhi oleh keseimbangan antara beban yang harus dipikul dan dukungan yang tersedia di lingkungan kerja (Penulis, 2020). Kerangka inilah yang dipakai sebagai landasan penelitian ini.
Paragraf 2 — tema pertama: bukti yang sudah mapan. Literatur secara konsisten melaporkan hubungan negatif antara tuntutan administratif dan kinerja guru. Bukti kuantitatif pada jenjang dasar dan menengah menunjukkan semakin tinggi beban pelaporan, semakin rendah skor kinerja mengajar (Penulis, 2023; Penulis, 2024). Temuan tersebut diperkuat bukti kualitatif mengenai bertambahnya jam kerja guru di luar sekolah untuk menyelesaikan administrasi digital (Penulis, 2022).
Paragraf 3 — tema kedua: di mana literatur berselisih. Meskipun arah hubungannya disepakati, faktor penyangganya masih diperdebatkan. Sebagian studi menempatkan dukungan pimpinan sebagai penyangga utama yang melemahkan dampak beban kerja (Penulis, 2023), sementara sebagian lain menemukan faktor individual seperti efikasi diri lebih menentukan (Penulis, 2025). Perbedaan ini kemungkinan bersumber dari perbedaan konteks penelitian: studi kelompok pertama dilakukan pada sekolah dengan struktur manajemen mapan, sedangkan kelompok kedua pada sekolah dengan otonomi guru yang lebih besar.
Paragraf 4 — menutup dengan celah penelitian. Dari uraian tersebut tampak dua keterbatasan. Pertama, beban administratif jarang diuji sebagai variabel tersendiri dan umumnya dilebur ke dalam beban kerja secara umum, sehingga pengaruh spesifiknya sulit dipisahkan. Kedua, hampir seluruh bukti berasal dari sekolah di wilayah perkotaan dengan dukungan teknologi memadai. Penelitian ini mengisi kedua celah tersebut dengan menguji beban administratif secara terpisah pada sekolah dasar negeri di wilayah kabupaten.
Kenapa contoh ini bekerja
Inilah standar cara menulis tinjauan pustaka yang dicari reviewer. Perhatikan bahwa tidak ada satu pun paragraf yang membahas satu artikel saja. Setiap paragraf mengelompokkan beberapa sumber ke dalam satu tema, menandai di mana literatur sepakat, menunjukkan di mana ia berselisih, lalu menjelaskan kemungkinan penyebab perselisihan itu. Paragraf terakhir menutup dengan celah yang langsung menyambung ke tujuan penelitian.
Cara menulis tinjauan pustaka untuk skripsi berbeda dari artikel jurnal, dan perbedaan ini penting dipahami karena banyak naskah artikel yang gagal justru karena masih memakai kerangka Bab 2. Pada skripsi dan tesis, tinjauan pustaka berdiri sebagai bab tersendiri dengan empat komponen berurutan.
| Komponen Bab 2 | Isi | Porsi Umum | Nasibnya di Artikel Jurnal |
|---|---|---|---|
| Landasan teori | Definisi, dimensi, dan indikator tiap variabel menurut para ahli | 40–50% | Dipangkas drastis, hanya yang dipakai berargumen |
| Penelitian terdahulu | Uraian atau tabel studi sejenis beserta temuannya | 20–30% | Disintesis secara tematik ke dalam Pendahuluan |
| Kerangka berpikir | Alur logika hubungan antarvariabel, sering disertai bagan | 10–20% | Diringkas menjadi satu sampai dua paragraf, bagan sering dihapus |
| Hipotesis | Dugaan sementara yang akan diuji | 5–10% | Dipertahankan, diletakkan di akhir Pendahuluan |
Jika Anda sedang mengerjakan skripsi, terapkan cara menulis tinjauan pustaka versi ini dan pertahankan keempat komponen tersebut sesuai pedoman kampus Anda. Namun jika naskah itu akan diubah menjadi artikel jurnal, jangan menyalin Bab 2 apa adanya. Ambil bagian penelitian terdahulu, sintesiskan menjadi tema menggunakan matriks di atas, pangkas landasan teori sampai tersisa konsep yang benar-benar dipakai berargumen, lalu lebur semuanya ke dalam Pendahuluan.
Tiga hal yang paling sering terbawa dari Bab 2
| Kesalahan | Akibat | Perbaikan |
|---|---|---|
| Satu paragraf untuk satu artikel | Terbaca sebagai katalog, bukan argumen | Susun paragraf berdasarkan tema, bukan artikel |
| Tidak ada pernyataan celah di akhir | Pembaca tidak tahu ke mana arah tinjauan | Tutup dengan kalimat celah penelitian yang tegas |
| Rujukan didominasi sumber lama | Dianggap tidak mengikuti perkembangan bidang | Pastikan mayoritas lima tahun terakhir |
| Mengutip dari kutipan orang lain | Berisiko meneruskan kesalahan penafsiran | Telusuri dan baca sumber aslinya |
| Hanya memuat sumber yang mendukung | Tinjauan menjadi berat sebelah | Sertakan temuan yang bertentangan dan jelaskan |
| Parafrase terlalu dekat dengan aslinya | Terdeteksi sebagai kemiripan tinggi | Tulis ulang dari pemahaman, bukan dari kalimat sumber |
| Rujukan tidak muncul di daftar pustaka | Ditolak pada pemeriksaan administratif | Cocokkan dua arah sitasi dan daftar pustaka |
Beberapa pola keliru dalam cara menulis tinjauan pustaka berulang pada naskah penulis pemula. Setelah tinjauan pustaka selesai, periksa apakah pembaca dapat menyimpulkan celah penelitian Anda hanya dari bagian tersebut. Untuk melihat bagaimana tinjauan pustaka terhubung dengan tahapan lain dalam penyusunan naskah, baca panduan cara menulis jurnal ilmiah yang menguraikan kesembilan langkahnya secara berurutan.
Checklist Tinjauan Pustaka
Batas Etis yang Perlu Ditegaskan
Seluruh panduan pada artikel ini ditujukan untuk membantu Anda menulis sendiri artikel Anda. Layanan pendampingan publikasi yang sehat hanya membantu aspek teknis dan administratif — penyuntingan bahasa, penyesuaian template, pemeriksaan kemiripan, pemetaan jurnal tujuan, dan pendampingan proses submit. Layanan yang menawarkan penulisan naskah atas nama Anda (ghostwriting), jual-beli kepengarangan, manipulasi data, atau jaminan pasti terbit adalah pelanggaran etika publikasi dan berisiko membuat artikel Anda ditarik (retracted) serta merugikan rekam jejak akademik Anda secara permanen.
Tinjauan Pustaka Sudah Solid, Naskah Siap Dikirim?
Tim Pusat Publikasi membantu penyuntingan naskah, penyesuaian ke template jurnal tujuan, pemeriksaan kemiripan, hingga pendampingan proses submit dan revisi. Konsultasikan naskah Anda tanpa biaya.
Konsultasi Gratis via WhatsApp
Pendampingan bersifat teknis dan administratif. Naskah, data, dan kepemilikan intelektual tetap sepenuhnya milik penulis.
Sebelum lanjut, periksa cara menulis tinjauan pustaka Anda dengan daftar berikut. Cara menulis tinjauan pustaka yang kuat bertumpu pada sintesis, bukan pada banyaknya artikel yang Anda daftar. Bangun strategi penelusuran yang dapat dijelaskan, tetapkan kriteria seleksi sejak awal, catat setiap bacaan dalam matriks sintesis, lalu susun paragraf berdasarkan tema temuan.
Tandai di mana literatur sepakat dan di mana ia bertentangan, sertakan temuan yang tidak mendukung asumsi Anda, dan tutup dengan pernyataan celah penelitian yang tegas. Tinjauan pustaka yang disusun demikian tidak hanya lolos telaah reviewer, tetapi juga menjadi fondasi argumen bagi seluruh naskah Anda.
Berapa banyak referensi yang dibutuhkan dalam tinjauan pustaka?
Jumlahnya bergantung jenis naskah. Cara menulis tinjauan pustaka untuk artikel penelitian empiris umumnya melibatkan 25–60 rujukan dengan sebagian besar dibahas di bagian pendahuluan. Untuk artikel tinjauan literatur berdiri sendiri, jumlahnya bisa mencapai 60–150 rujukan. Yang lebih menentukan adalah kebaruan dan relevansi, bukan jumlahnya.
Apakah tinjauan pustaka menjadi bab tersendiri di artikel jurnal?
Pada sebagian besar artikel penelitian empiris, tidak. Tinjauan pustaka melebur ke dalam Pendahuluan sebagai bahan membangun celah penelitian. Beberapa jurnal rumpun sosial dan ekonomi meminta subbagian kajian teori tersendiri, tetapi porsinya tetap jauh lebih ringkas daripada bab tinjauan pustaka pada skripsi.
Apa beda tinjauan pustaka naratif dan tinjauan sistematis?
Perbedaannya terletak pada ketatnya proses. Cara menulis tinjauan pustaka naratif memilih literatur berdasarkan pertimbangan penulis dan menyajikannya secara tematik. Tinjauan sistematis mengikuti protokol yang ditetapkan di awal: string pencarian, kriteria inklusi dan eksklusi, serta pelaporan proses seleksi yang dapat direplikasi peneliti lain.
Berapa usia referensi yang masih layak dipakai?
Untuk bukti empiris, utamakan lima tahun terakhir dan usahakan minimal 60 persen rujukan berada dalam rentang tersebut. Sumber lama tetap layak dipakai bila merupakan karya klasik yang memperkenalkan teori atau konsep utama yang Anda gunakan.
Bolehkah mengutip dari kutipan orang lain?
Sebaiknya dihindari. Mengutip sumber sekunder berisiko meneruskan kesalahan penafsiran penulis sebelumnya. Bila sumber asli benar-benar tidak dapat diakses, gunakan format sitasi tidak langsung sesuai gaya yang dipakai dan sebutkan keduanya secara jujur.
Bagaimana menghindari tinjauan pustaka yang hanya berisi ringkasan?
Gunakan matriks sintesis. Susun tabel berisi penulis, tahun, metode, temuan, dan keterbatasan tiap studi, lalu tulis paragraf berdasarkan kolom tema, bukan berdasarkan baris artikel. Dengan cara ini paragraf Anda otomatis mengelompokkan temuan, bukan mendaftar artikel.
Apakah skripsi dan tesis boleh dijadikan rujukan?
Boleh, tetapi sebaiknya dibatasi. Skripsi dan tesis tidak melalui telaah sejawat sehingga bobotnya lebih rendah daripada artikel jurnal terakreditasi. Gunakan hanya bila memuat data yang tidak tersedia di sumber lain, dan seimbangkan dengan rujukan dari jurnal bereputasi.
Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.
Nomor WhatsApp resmi Pusat Publikasi hanya satu: +62 813-1022-184.
Jangan mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Pusat Publikasi.