Cara Memilih Jurnal yang Tepat adalah keputusan yang sering diremehkan, padahal ini salah satu faktor terbesar yang menentukan apakah naskah Anda diterima dengan lancar atau justru ditolak berkali-kali. Banyak penulis mengirim naskah secara acak ke jurnal yang “kelihatan cocok” tanpa benar-benar memeriksa kesesuaian scope, reputasi, atau biayanya. Artikel ini membahas tuntas kriteria memilih jurnal yang tepat, tools yang bisa digunakan untuk mencarinya, strategi submission bertingkat, sampai cara menghindari jurnal predator yang mengincar penulis yang terburu-buru.
Ringkasan Cepat
Menentukan jurnal tujuan yang tepat dilakukan dengan mempertimbangkan enam kriteria utama: kesesuaian scope/topik, status akreditasi atau indeksasi (SINTA/Scopus/DOAJ), reputasi dan kredibilitas dewan editor, biaya publikasi (APC), kecepatan proses review, dan bahasa pengantar jurnal. Gunakan tools resmi seperti portal SINTA, Scopus Source List, atau DOAJ untuk memverifikasi jurnal, dan selalu waspadai jurnal predator yang menjanjikan penerimaan instan tanpa proses review yang jelas.
Table of Contents
ToggleJurnal yang tepat akan mempercepat proses review, memperbesar peluang diterima, dan memastikan penelitian Anda menjangkau pembaca yang relevan di bidang keilmuan yang sama. Sebaliknya, jurnal yang salah pilih — entah karena scope tidak sesuai atau kredibilitasnya diragukan — berisiko membuat naskah ditolak di tahap awal (desk rejection) atau, lebih buruk lagi, terjebak di jurnal predator yang merusak rekam jejak akademik Anda. Keputusan yang matang di tahap ini akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya Anda dalam jangka panjang.
Keenam kriteria berikut sebaiknya diperiksa secara berurutan, karena masing-masing berfungsi sebagai filter yang mempersempit daftar kandidat jurnal Anda sebelum sampai pada keputusan akhir.
Setiap jurnal punya fokus dan cakupan (scope) tertentu. Baca beberapa artikel terbaru yang diterbitkan jurnal tersebut untuk memastikan topik penelitian Anda benar-benar sejalan, bukan hanya mirip secara sekilas. Editor sering menolak naskah di tahap awal (desk rejection) semata karena topiknya di luar scope, meski kualitas penelitiannya sebenarnya baik.
Untuk jurnal nasional, pastikan terakreditasi SINTA (S1–S4). Untuk jurnal internasional, periksa apakah terindeks Scopus, Web of Science, atau setidaknya terdaftar di DOAJ untuk jurnal open access. Status indeksasi ini juga menentukan bagaimana publikasi Anda dinilai untuk keperluan kenaikan jabatan atau pelaporan kinerja penelitian.
Periksa latar belakang dewan editor — apakah mereka benar-benar ahli di bidang terkait dan berasal dari institusi yang kredibel. Dewan editor yang tidak jelas atau tidak dapat diverifikasi adalah tanda peringatan awal. Anda bisa mencari nama-nama editor di Google Scholar atau Scopus untuk memastikan mereka memang aktif berkontribusi di bidang keilmuan yang relevan.
Sebagian jurnal nasional tidak memungut biaya, sementara sebagian jurnal lain (termasuk banyak jurnal open access internasional) mengenakan Article Processing Charge (APC). Pastikan biaya ini transparan dan sesuai dengan anggaran Anda. Bandingkan pula apakah institusi Anda menyediakan dana khusus untuk publikasi, karena beberapa kampus memiliki skema subsidi APC bagi dosen dan mahasiswa pascasarjana.
Jurnal dengan waktu review yang realistis (biasanya 1–3 bulan untuk review awal) jauh lebih dapat dipercaya dibanding jurnal yang menjanjikan penerimaan dalam hitungan hari. Cek juga riwayat penerbitan jurnal — apakah issue-nya terbit tepat waktu dan konsisten, karena ini mencerminkan seberapa profesional pengelolaan editorialnya.
Pertimbangkan apakah Anda perlu jurnal berbahasa Indonesia, Inggris, atau dwibahasa, sesuai kemampuan dan target audiens penelitian Anda. Jurnal berbahasa Inggris umumnya menjangkau audiens lebih luas, namun juga menuntut kualitas penulisan akademik berbahasa Inggris yang lebih matang.
Setelah mengumpulkan beberapa kandidat jurnal, langkah selanjutnya adalah membandingkannya secara sistematis, bukan sekadar memilih berdasarkan kesan pertama. Buat tabel sederhana yang mencantumkan setiap kandidat jurnal beserta penilaian pada keenam kriteria di atas, sehingga Anda bisa membandingkan secara objektif alih-alih mengandalkan intuisi semata.
| Kriteria | Jurnal A | Jurnal B | Jurnal C |
|---|---|---|---|
| Kesesuaian scope | Sangat sesuai | Cukup sesuai | Sesuai |
| Akreditasi/indeksasi | SINTA 2 | SINTA 3 | SINTA 2 |
| Reputasi editor | Kredibel, terverifikasi | Perlu verifikasi lebih lanjut | Kredibel |
| Biaya (APC) | Gratis | Rp500.000 | Gratis |
| Estimasi waktu review | 2 bulan | 1 bulan | 3 bulan |
Contoh matriks perbandingan sederhana. Sesuaikan kolom dan kriteria dengan kebutuhan spesifik penelitian Anda.
Dengan matriks seperti ini, Anda bisa langsung melihat trade-off antar jurnal — misalnya Jurnal B memiliki proses review tercepat namun berbayar, sementara Jurnal A gratis dengan reputasi lebih tinggi namun waktu review lebih lama. Keputusan akhir tetap bergantung pada prioritas Anda: kecepatan, biaya, atau reputasi.
Manfaatkan Jaringan Akademik Anda
Jika Anda ragu memilih di antara beberapa kandidat jurnal, tanyakan kepada dosen pembimbing atau kolega yang pernah publikasi di jurnal tersebut. Pengalaman langsung mereka — soal kecepatan review, kualitas komunikasi editor, atau kendala teknis submission — sering kali lebih berharga dibanding sekadar membaca metrik di atas kertas.
Selain itu, forum-forum akademik daring dan grup diskusi sesama peneliti di bidang yang sama juga bisa menjadi sumber informasi berharga mengenai reputasi riil sebuah jurnal, termasuk pengalaman rekan sejawat yang mungkin belum tercermin dalam data resmi seperti SINTA maupun Scopus.
Tools Pencarian Jurnal
Ciri-Ciri Jurnal Predator yang Wajib Diwaspadai
Strategi ini sangat berguna terutama bagi mahasiswa pascasarjana dan dosen yang memiliki tenggat administratif ketat, di mana kegagalan submit ke satu jurnal saja bisa menunda kelulusan atau proses kenaikan jabatan secara signifikan.
Kenapa Perlu Strategi Bertingkat?
Alih-alih hanya menargetkan satu jurnal impian, susun daftar 2–3 jurnal alternatif dengan tingkat kompetitif yang berbeda. Jika jurnal pilihan utama menolak, Anda sudah punya opsi jurnal cadangan yang scope-nya tetap relevan, sehingga tidak perlu memulai pencarian dari nol.
Susun daftar jurnal alternatif ini berdasarkan tingkat selektivitas — misalnya satu jurnal dengan reputasi tinggi namun kompetitif, satu jurnal dengan reputasi menengah yang lebih realistis, dan satu jurnal cadangan dengan peluang penerimaan lebih besar. Dengan begitu, waktu Anda tidak terbuang sia-sia jika naskah ditolak di jurnal pilihan pertama, karena Anda sudah punya rencana lanjutan yang matang.
Catatan Regulasi
Berdasarkan Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026, peringkat SINTA 5 dan SINTA 6 resmi dihapuskan, sehingga struktur akreditasi nasional kini hanya SINTA 1 sampai SINTA 4. Pastikan Anda merujuk pada struktur terbaru ini saat menyusun daftar jurnal tujuan, terutama jika Anda sebelumnya sudah pernah membuat daftar referensi jurnal berdasarkan struktur peringkat lama.
Sudah Menemukan Jurnal yang Tepat? Saatnya Submit
Setelah jurnal tujuan ditentukan, langkah berikutnya adalah proses submission. Pelajari panduan lengkap cara submit artikel ke OJS agar naskah Anda diproses dengan benar sejak langkah pertama.
Konsultasi Gratis via WhatsApp
Pendampingan bersifat teknis dan administratif. Naskah, data, dan kepemilikan intelektual tetap sepenuhnya milik penulis.
Menentukan jurnal tujuan bukan hanya soal mengejar impact factor tinggi atau proses cepat, melainkan soal kesesuaian scope, kredibilitas, dan biaya yang relevan dengan kebutuhan Anda. Gunakan tools resmi seperti SINTA, Scopus, atau DOAJ untuk memverifikasi jurnal, susun strategi submission bertingkat, dan selalu waspadai tanda-tanda jurnal predator sebelum memutuskan mengirim naskah ke jurnal mana pun.
Apakah boleh mengirim naskah yang sama ke beberapa jurnal sekaligus?
Tidak boleh. Dual submission (mengirim naskah yang sama ke lebih dari satu jurnal secara bersamaan) melanggar etika publikasi ilmiah dan dapat berujung pada penolakan permanen.
Bagaimana cara mengecek apakah sebuah jurnal masuk kategori predator?
Verifikasi melalui portal SINTA atau ARJUNA untuk jurnal nasional, dan periksa daftar Scopus/DOAJ untuk jurnal internasional. Waspadai jurnal yang tidak muncul di sumber resmi mana pun.
Apakah jurnal dengan APC selalu lebih baik dari jurnal gratis?
Tidak selalu. Biaya publikasi tidak menjamin kualitas. Banyak jurnal nasional gratis yang tetap kredibel dan terakreditasi baik, sementara sebagian jurnal berbayar justru predator.
Berapa banyak jurnal alternatif yang sebaiknya disiapkan?
Idealnya 2–3 jurnal dengan tingkat kompetitif berbeda, agar Anda punya opsi cadangan tanpa harus memulai pencarian dari nol jika jurnal pilihan utama menolak.
Apakah jurnal internasional selalu lebih baik dari jurnal nasional?
Tidak selalu. Pilihan terbaik bergantung pada tujuan Anda — kebutuhan akademik tertentu, target audiens, dan relevansi scope, bukan semata status nasional atau internasionalnya.
Apakah H-index atau impact factor jurnal penting untuk dipertimbangkan?
Bisa menjadi salah satu pertimbangan tambahan, terutama jika target Anda adalah membangun reputasi sitasi jangka panjang. Namun metrik ini sebaiknya tidak menjadi satu-satunya faktor penentu, karena kesesuaian scope dan kredibilitas jurnal tetap menjadi prioritas utama.
Apakah jurnal baru (belum lama terbit) aman untuk dijadikan tujuan publikasi?
Perlu kehati-hatian ekstra. Jurnal baru belum memiliki rekam jejak panjang untuk dinilai, sehingga penting memeriksa afiliasi penerbit, dewan editor, dan apakah jurnal tersebut sudah mendaftar proses akreditasi atau indeksasi resmi sebelum memutuskan submit.
Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.
Nomor WhatsApp resmi Pusat Publikasi hanya satu: +62 813-1022-184.
Jangan mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Pusat Publikasi.