Cara menulis daftar pustaka dari jurnal adalah keterampilan yang paling sering dipakai sekaligus paling sering keliru, sebab artikel jurnal merupakan jenis rujukan yang mendominasi hampir seluruh karya ilmiah. Satu entri jurnal memuat tujuh unsur yang harus lengkap dan berurutan, dan hilangnya satu unsur saja membuat sumber Anda tidak dapat ditelusuri pembaca. Panduan ini menyajikan unsur wajib entri jurnal, format gaya APA edisi ketujuh, IEEE, dan Vancouver, contoh penulisan untuk berbagai situasi mulai dari jurnal daring ber-DOI sampai artikel dengan puluhan penulis, penanganan sumber selain jurnal, cara memakai reference manager, hingga checklist verifikasi sebelum submit.
Ringkasan Cepat
Cara menulis daftar pustaka dari jurnal mengikuti pola tujuh unsur: nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI bila tersedia. Susunan dan tanda bacanya berbeda menurut gaya sitasi. Gaya APA mengurutkan entri secara abjad nama belakang penulis, sedangkan IEEE dan Vancouver mengurutkan berdasarkan nomor kemunculan sitasi dalam teks. Tentukan gaya sesuai jurnal tujuan sebelum menulis, lalu verifikasi setiap entri secara manual sebelum submit.
Table of Contents
ToggleLangkah pertama cara menulis daftar pustaka dari jurnal adalah memastikan gaya sitasi yang diminta jurnal tujuan. Menulis lebih dahulu lalu mengonversi belakangan hampir selalu menyisakan entri yang terlewat.
| Gaya | Rumpun Ilmu yang Umum | Sitasi dalam Teks | Urutan Daftar |
|---|---|---|---|
| APA edisi ke-7 | Pendidikan, psikologi, sosial, ekonomi, manajemen | (Nugroho & Sari, 2024) | Abjad nama belakang |
| IEEE | Teknik, informatika, elektro, sistem informasi | [1], [2]–[4] | Nomor urut kemunculan |
| Vancouver | Kedokteran, kesehatan, keperawatan, farmasi | Superskrip angka | Nomor urut kemunculan |
| Chicago | Sejarah, humaniora, hukum, kajian budaya | Catatan kaki atau penulis-tahun | Abjad nama belakang |
| MLA | Sastra, bahasa, kajian media | (Nugroho 45) | Abjad nama belakang |
| Harvard | Bisnis, ekonomi, ilmu sosial | (Nugroho 2024) | Abjad nama belakang |
Gaya sitasi dapat berbeda antarjurnal meskipun berada di rumpun ilmu yang sama. Panduan penulis jurnal tujuan selalu menjadi acuan akhir.
Seluruh perbedaan antargaya bertumpu pada unsur yang sama, sehingga cara menulis daftar pustaka dari jurnal sebenarnya hanya soal menyusun ulang tujuh unsur ini. Pahami dulu unsur pembentuknya. Setiap entri jurnal tersusun dari tujuh unsur yang selalu sama, hanya urutan dan tanda bacanya yang berubah menurut gaya sitasi.
| Unsur | Isi | Di Mana Menemukannya | Kesalahan Umum |
|---|---|---|---|
| Nama penulis | Nama belakang diikuti inisial nama depan | Halaman pertama artikel | Gelar akademik ikut ditulis |
| Tahun terbit | Tahun nomor jurnal diterbitkan | Halaman pertama atau laman jurnal | Memakai tahun akses, bukan tahun terbit |
| Judul artikel | Judul lengkap tanpa dicetak miring | Halaman pertama artikel | Kapitalisasi tidak sesuai gaya |
| Nama jurnal | Nama lengkap, dicetak miring pada gaya APA | Kepala halaman artikel | Disingkat tidak konsisten |
| Volume | Angka volume, dicetak miring pada gaya APA | Kepala halaman atau laman jurnal | Tertukar dengan nomor |
| Nomor & halaman | Nomor terbitan dalam kurung, lalu rentang halaman | Kepala halaman artikel | Rentang halaman tidak lengkap |
| DOI | Pengenal permanen dalam bentuk tautan | Halaman pertama atau laman jurnal | Ditulis tanpa awalan tautan, atau diganti URL biasa |
Membaca Satu Entri Jurnal Gaya APA
Nugroho, A. B., & Sari, D. P. (2024). Judul artikel ditulis lengkap tanpa dicetak miring. Nama Jurnal Lengkap, 12(3), 145–160. https://doi.org/10.xxxxx/xxxxx
Perhatikan pola tanda bacanya: titik setelah nama penulis, tahun dalam kurung diikuti titik, judul artikel diakhiri titik, nama jurnal dan volume dicetak miring, nomor terbitan dalam kurung tanpa dicetak miring, rentang halaman memakai tanda pisah, lalu DOI tanpa titik di akhir.
Delapan situasi berikut mencakup hampir seluruh kasus cara menulis daftar pustaka dari jurnal yang akan Anda temui. Semua contoh memakai gaya APA edisi ketujuh sebagai acuan.
| Situasi | Cara Menulisnya |
|---|---|
| Jurnal daring ber-DOI | Nugroho, A. B. (2024). Judul artikel. Nama Jurnal, 12(3), 145–160. https://doi.org/10.xxxxx |
| Jurnal daring tanpa DOI | Nugroho, A. B. (2024). Judul artikel. Nama Jurnal, 12(3), 145–160. https://alamat-jurnal.ac.id/xxxx |
| Jurnal cetak tanpa versi daring | Nugroho, A. B. (2024). Judul artikel. Nama Jurnal, 12(3), 145–160. |
| Jurnal tanpa nomor terbitan | Nugroho, A. B. (2024). Judul artikel. Nama Jurnal, 12, 145–160. |
| Artikel dengan tiga penulis | Nugroho, A. B., Sari, D. P., & Hidayat, R. (2024). Judul artikel. Nama Jurnal, 12(3), 145–160. |
| Artikel dengan 21 penulis atau lebih | Tulis 19 nama pertama, sisipkan elipsis, lalu nama penulis terakhir sebelum tahun terbit. |
| Artikel berbahasa Indonesia | Tulis judul apa adanya dalam bahasa aslinya; tidak perlu diterjemahkan kecuali jurnal tujuan meminta. |
| Artikel terbit daring lebih dahulu | Nugroho, A. B. (2024). Judul artikel. Nama Jurnal. Terbit daring lebih dahulu. https://doi.org/10.xxxxx |
Tanda baca dan kapitalisasi mengikuti gaya sitasi yang diminta jurnal tujuan. Contoh di atas memakai nama dan angka ilustratif.
Tiga kekeliruan paling sering pada entri jurnal
Gaya APA adalah acuan cara menulis daftar pustaka dari jurnal yang paling banyak dipakai jurnal nasional rumpun sosial dan pendidikan. Pola dasarnya: Penulis. (Tahun). Judul. Sumber. Pengenal. Tabel berikut merinci penerapannya per jenis sumber.
| Jenis Sumber | Pola Penulisan |
|---|---|
| Artikel jurnal | Nama Belakang, A. B. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman–halaman. https://doi.org/xxxxx |
| Artikel jurnal dua penulis | Nama Belakang, A. B., & Nama Belakang, C. D. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman. |
| Buku | Nama Belakang, A. B. (Tahun). Judul buku (edisi). Penerbit. |
| Bab dalam buku | Nama Belakang, A. B. (Tahun). Judul bab. Dalam C. D. Editor (Ed.), Judul buku (hlm. xx–xx). Penerbit. |
| Buku terjemahan | Nama Belakang, A. B. (Tahun). Judul buku (A. Penerjemah, Penerj.). Penerbit. (Karya asli terbit tahun xxxx) |
| Skripsi / tesis / disertasi | Nama Belakang, A. B. (Tahun). Judul karya [Skripsi/Tesis/Disertasi, Nama Institusi]. Nama repositori. URL |
| Prosiding seminar | Nama Belakang, A. B. (Tahun). Judul makalah. Nama Prosiding, halaman. Penerbit. |
| Laporan lembaga | Nama Lembaga. (Tahun). Judul laporan (Nomor laporan). Penerbit. URL |
| Peraturan perundangan | Nama peraturan lengkap beserta nomor dan tahun. (Tahun). Lembaran Negara/penerbit resmi. URL |
| Situs web | Nama Belakang, A. B. atau Nama Lembaga. (Tahun, Tanggal Bulan). Judul halaman. Nama situs. URL |
| Data statistik | Nama Lembaga. (Tahun). Judul dataset [Kumpulan data]. Penerbit. URL |
| Jumlah Penulis | Cara Menulis di Daftar Pustaka | Cara Menulis di Teks |
|---|---|---|
| 1 penulis | Nama Belakang, A. B. | (Nama Belakang, tahun) |
| 2 penulis | Nama Belakang, A. B., & Nama Belakang, C. D. | (Nama Belakang & Nama Belakang, tahun) |
| 3–20 penulis | Seluruh nama ditulis, sebelum nama terakhir diberi tanda & | (Nama Belakang pertama dkk., tahun) |
| 21 penulis atau lebih | 19 nama pertama, elipsis, lalu nama penulis terakhir | (Nama Belakang pertama dkk., tahun) |
| Penulis lembaga | Nama Lembaga ditulis lengkap | (Nama Lembaga, tahun) |
| Tanpa penulis | Judul menggantikan posisi penulis | (Judul singkat, tahun) |
Gaya bernomor menuntut kedisiplinan tambahan dalam cara menulis daftar pustaka dari jurnal. Kedua gaya ini memakai penomoran, tetapi susunan unsurnya berbeda. Menerapkan cara menulis daftar pustaka bergaya bernomor menuntut kedisiplinan tambahan: nomor di daftar harus persis sama dengan nomor yang muncul dalam teks.
| Jenis Sumber | IEEE | Vancouver |
|---|---|---|
| Artikel jurnal | [1] A. B. Nama, “Judul artikel,” Singkatan Nama Jurnal, vol. x, no. x, hlm. xx–xx, Tahun. | 1. Nama AB. Judul artikel. Singkatan Nama Jurnal. Tahun;vol(no):halaman. |
| Buku | [2] A. B. Nama, Judul Buku, edisi. Kota: Penerbit, Tahun. | 2. Nama AB. Judul buku. Edisi. Kota: Penerbit; Tahun. |
| Bab dalam buku | [3] A. B. Nama, “Judul bab,” dalam Judul Buku, C. D. Editor, Ed. Kota: Penerbit, Tahun, hlm. xx–xx. | 3. Nama AB. Judul bab. Dalam: Editor CD, penyunting. Judul buku. Kota: Penerbit; Tahun. hlm. xx-xx. |
| Prosiding | [4] A. B. Nama, “Judul makalah,” dalam Nama Konferensi, Kota, Tahun, hlm. xx–xx. | 4. Nama AB. Judul makalah. Dalam: Nama konferensi; tanggal; kota. Kota: Penerbit; Tahun. hlm. xx-xx. |
| Situs web | [5] Nama Lembaga. “Judul halaman.” Nama situs. URL (diakses Tanggal Bulan Tahun). | 5. Nama Lembaga. Judul halaman [Internet]. Kota: Penerbit; Tahun [dikutip tanggal]. Tersedia dari: URL |
Kesalahan khas gaya bernomor
Tidak semua rujukan berupa artikel jurnal, dan di sinilah cara menulis daftar pustaka dari jurnal perlu dilengkapi aturan untuk jenis sumber lain. Beberapa jenis sumber sering membuat penulis ragu. Berikut penanganannya.
| Situasi | Penanganan |
|---|---|
| Sumber tanpa tahun | Tulis keterangan tanpa tahun sesuai gaya yang dipakai, misalnya (t.t.) pada APA |
| Sumber tanpa penulis | Nama lembaga menggantikan penulis; bila tidak ada, gunakan judul |
| Dua karya penulis sama tahun sama | Bedakan dengan huruf setelah tahun: 2024a, 2024b |
| Artikel dalam pracetak | Sebutkan nama repositori pracetak dan cantumkan pengenalnya |
| Artikel daring lebih dahulu | Cantumkan keterangan terbit daring lebih dahulu beserta DOI |
| Wawancara pribadi | Umumnya tidak masuk daftar pustaka, cukup disebut dalam teks |
| Sumber berbahasa asing | Tulis judul asli, boleh ditambahkan terjemahan dalam kurung siku |
| Sumber dikutip dari sumber lain | Hindari; bila terpaksa, sebutkan keduanya secara jujur sesuai gaya |
Alat bantu ini mempercepat cara menulis daftar pustaka dari jurnal sekaligus mengurangi kesalahan penyalinan metadata. Menunda pengelolaan referensi sampai naskah selesai adalah penyebab paling umum daftar pustaka berantakan. Gunakan Mendeley atau Zotero sejak artikel pertama yang Anda baca.
Waspadai referensi yang tidak nyata
Referensi yang dihasilkan alat bantu otomatis kadang tampak meyakinkan tetapi sebenarnya tidak pernah ada — kombinasi nama penulis, judul, dan nomor volume yang tidak dapat ditelusuri. Editor semakin rutin memverifikasi hal ini dan naskah dengan referensi fiktif langsung ditolak. Buka dan pastikan setiap referensi benar-benar dapat diakses sebelum submit.
| Kesalahan | Akibat | Perbaikan |
|---|---|---|
| Sitasi dalam teks tidak ada di daftar pustaka | Ditolak pada pemeriksaan administratif | Cocokkan dua arah sebelum submit |
| Entri di daftar pustaka tidak pernah disitasi | Dianggap menggelembungkan jumlah rujukan | Hapus entri yang tidak dipakai |
| Tahun dalam teks berbeda dengan di daftar | Konsistensi naskah dipertanyakan | Periksa satu per satu setelah revisi terakhir |
| Gaya sitasi bercampur | Terbaca sebagai naskah yang tidak dirapikan | Tetapkan satu gaya sejak awal dan konsisten |
| Nama jurnal disingkat tidak konsisten | Entri sulit ditelusuri | Ikuti kelaziman gaya sitasi yang dipakai |
| DOI tidak dicantumkan padahal tersedia | Ketertelusuran berkurang | Cantumkan DOI dalam bentuk tautan lengkap |
| Huruf kapital judul tidak sesuai gaya | Detail teknis dinilai lalai | Ikuti aturan kapitalisasi gaya yang dipakai |
| Rujukan didominasi sumber lama | Dianggap tidak mengikuti perkembangan bidang | Perbanyak rujukan lima tahun terakhir |
Beberapa pola keliru dalam cara menulis daftar pustaka dari jurnal berulang pada hampir semua naskah pemula. Periksa juga proporsi jenis sumber Anda, sebab cara menulis daftar pustaka dari jurnal hanya bermakna bila rujukan jurnalnya memang dominan. Daftar pustaka yang didominasi buku teks dan situs web menandakan penelusuran literatur belum menyentuh artikel jurnal terkini. Untuk melihat posisi tahap ini dalam keseluruhan proses penyusunan naskah, baca panduan cara menulis jurnal ilmiah yang menguraikan kesembilan langkahnya secara berurutan.
Checklist Daftar Pustaka
Batas Etis yang Perlu Ditegaskan
Seluruh panduan pada artikel ini ditujukan untuk membantu Anda menulis sendiri artikel Anda. Layanan pendampingan publikasi yang sehat hanya membantu aspek teknis dan administratif — penyuntingan bahasa, penyesuaian template, pemeriksaan kemiripan, pemetaan jurnal tujuan, dan pendampingan proses submit. Layanan yang menawarkan penulisan naskah atas nama Anda (ghostwriting), jual-beli kepengarangan, manipulasi data, atau jaminan pasti terbit adalah pelanggaran etika publikasi dan berisiko membuat artikel Anda ditarik (retracted) serta merugikan rekam jejak akademik Anda secara permanen.
Daftar Pustaka Sudah Rapi, Naskah Siap Dikirim?
Tim Pusat Publikasi membantu penyuntingan naskah, penyeragaman gaya sitasi, penyesuaian ke template jurnal tujuan, pemeriksaan kemiripan, hingga pendampingan proses submit. Konsultasikan naskah Anda tanpa biaya.
Konsultasi Gratis via WhatsApp
Pendampingan bersifat teknis dan administratif. Naskah, data, dan kepemilikan intelektual tetap sepenuhnya milik penulis.
Sebelum submit, verifikasi cara menulis daftar pustaka dari jurnal pada naskah Anda dengan daftar berikut. Cara menulis daftar pustaka dari jurnal yang benar dimulai dari keputusan sederhana: tentukan gaya sitasi sesuai jurnal tujuan sebelum menulis satu kalimat pun. Gunakan reference manager sejak artikel pertama yang Anda baca, pilih gaya melalui plugin, lalu periksa ulang setiap entri secara manual.
Pastikan sitasi dalam teks dan daftar pustaka cocok dua arah, cantumkan DOI bila tersedia, dan pastikan setiap entri benar-benar dapat ditelusuri. Daftar pustaka yang rapi tidak menjamin naskah diterima, tetapi daftar pustaka yang berantakan hampir pasti membuat naskah dikembalikan sebelum sampai ke reviewer.
Berapa jumlah referensi yang ideal dalam artikel jurnal?
Tidak ada angka baku. Rujukan artikel jurnal biasanya mendominasi, sehingga cara menulis daftar pustaka dari jurnal menjadi keterampilan yang paling sering dipakai. Untuk artikel penelitian empiris, umumnya 25–60 entri. Artikel tinjauan literatur bisa mencapai 60–150 entri. Yang lebih menentukan daripada jumlah adalah kebaruan dan relevansi: usahakan minimal 60 persen rujukan berasal dari lima tahun terakhir dan berasal dari sumber primer.
Apakah daftar pustaka diurutkan berdasarkan abjad atau nomor?
Cara menulis daftar pustaka dari jurnal berbeda urutannya menurut gaya sitasi. APA, Chicago penulis-tahun, dan MLA mengurutkan berdasarkan abjad nama belakang penulis. IEEE dan Vancouver mengurutkan berdasarkan nomor kemunculan sitasi dalam teks. Menggabungkan keduanya adalah kesalahan yang mudah terlihat editor.
Bagaimana menulis sumber yang tidak memiliki penulis?
Cara menulis daftar pustaka dari jurnal tanpa penulis perorangan mengikuti aturan pengganti. Gunakan nama lembaga atau organisasi penerbit sebagai penulis. Bila benar-benar tidak ada penulis maupun lembaga, judul karya menggantikan posisi penulis dan pengurutan abjad mengikuti huruf pertama judul tersebut.
Apakah DOI wajib dicantumkan?
Wajib bila tersedia, dan ini unsur yang paling sering hilang dalam cara menulis daftar pustaka dari jurnal, terutama pada gaya APA. DOI ditulis dalam bentuk tautan lengkap. Bila artikel tidak memiliki DOI tetapi diakses daring, cantumkan tautan permanennya. Untuk artikel cetak tanpa DOI, cukup tulis informasi bibliografis biasa.
Bolehkah memakai referensi dari situs web dan blog?
Boleh, dengan batasan. Cara menulis daftar pustaka dari jurnal tetap mengutamakan artikel ber-peer review, tetapi sumber daring dibolehkan untuk data statistik resmi, peraturan, atau laporan lembaga. Hindari blog pribadi, situs berita hiburan, dan laman tanpa penulis serta tanggal yang jelas. Untuk klaim ilmiah, gunakan artikel jurnal ber-peer review sebagai rujukan utama.
Apakah reference manager benar-benar diperlukan?
Sangat membantu bagi siapa pun yang sering mengerjakan cara menulis daftar pustaka dari jurnal, terutama ketika Anda perlu mengubah gaya sitasi karena berganti jurnal tujuan. Dengan Mendeley atau Zotero, seluruh daftar pustaka dapat dikonversi dari APA ke IEEE dalam hitungan detik. Namun hasil otomatisnya tetap wajib diperiksa manual satu per satu.
Bagaimana menulis referensi dengan penulis lebih dari dua puluh orang?
Pada gaya APA edisi ketujuh, tulis nama sembilan belas penulis pertama, sisipkan tanda elipsis, lalu tulis nama penulis terakhir. Untuk sumber dengan tiga sampai dua puluh penulis, seluruh nama ditulis lengkap tanpa disingkat dengan dan kawan-kawan.
Apakah skripsi dan tesis boleh masuk daftar pustaka?
Boleh, tetapi sebaiknya dibatasi karena tidak melalui telaah sejawat. Tulis lengkap dengan keterangan jenis karya dan nama institusi. Gunakan hanya bila memuat data yang tidak tersedia di sumber lain.
Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.
Nomor WhatsApp resmi Pusat Publikasi hanya satu: +62 813-1022-184.
Jangan mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan Pusat Publikasi.