Cara Menulis Hasil dan Pembahasan dari Jurnal

Cara menulis hasil dan pembahasan yang benar bertumpu pada satu pemisahan tegas: Hasil melaporkan, Pembahasan menafsirkan. Pelanggaran atas pemisahan ini adalah temuan reviewer yang paling sering muncul pada naskah penulis pemula. Panduan ini menguraikan aturan penyajian data, kapan memakai tabel dan kapan memakai grafik, format pelaporan hasil uji statistik yang lazim, formula lima gerakan untuk menyusun pembahasan, cara membandingkan temuan dengan penelitian terdahulu, hingga contoh paragraf yang dapat Anda jadikan acuan.

Ringkasan Cepat

Cara menulis hasil dan pembahasan dibagi dua. Bagian Hasil menyajikan temuan apa adanya melalui narasi, tabel, dan gambar tanpa penafsiran sedikit pun. Bagian Pembahasan menyusun tiap temuan utama dengan lima gerakan berurutan: nyatakan kembali temuan kunci, tafsirkan dalam kerangka teori, bandingkan dengan penelitian terdahulu, nyatakan implikasinya, lalu akui keterbatasan dan arahkan ke penelitian lanjutan.

Cara Menulis Hasil dan Pembahasan: Digabung atau Dipisah?

Keputusan pertama sebelum menerapkan cara menulis hasil dan pembahasan adalah menentukan apakah keduanya disajikan terpisah atau menyatu. Pilihan ini bukan selera penulis, melainkan mengikuti template jurnal tujuan.

Format Ciri Cocok Untuk Risiko
Terpisah Dua judul: Hasil, lalu Pembahasan Artikel kuantitatif dan eksperimental Pembaca harus bolak-balik antara data dan tafsirnya
Digabung Satu judul: Hasil dan Pembahasan Artikel kualitatif dan pengabdian masyarakat Batas antara pelaporan dan penafsiran mudah kabur
Digabung per tema Tiap tema memuat data lalu tafsirnya Penelitian kualitatif bertema banyak Perbandingan antarliteratur bisa terpencar

Bila jurnal meminta format digabung

Pertahankan pemisahan di tingkat kalimat meskipun judulnya menyatu. Sajikan data lebih dahulu dalam satu atau dua kalimat, baru masuk ke penafsiran pada kalimat berikutnya. Pembaca harus tetap dapat membedakan mana temuan dan mana pendapat Anda tentang temuan tersebut.

Aturan Bagian Hasil: Laporkan, Jangan Tafsirkan

Prinsip paling dasar dalam cara menulis hasil dan pembahasan adalah pemisahan ini. Aturan tunggal bagian Hasil adalah menyampaikan angka, pola, dan temuan apa adanya. Kalimat seperti “hal ini menunjukkan siswa kurang termotivasi” adalah penafsiran dan tempatnya di Pembahasan.

Perbandingan Narasi Hasil

  • Keliru (menafsirkan): Nilai rata-rata kelompok eksperimen jauh lebih unggul, membuktikan metode baru ini efektif diterapkan di seluruh sekolah.
  • Benar (melaporkan): Rata-rata skor kelompok eksperimen sebesar 78,4 dengan simpangan baku 6,2, lebih tinggi daripada kelompok kontrol sebesar 69,1 dengan simpangan baku 7,8. Uji t sampel bebas menunjukkan perbedaan tersebut signifikan secara statistik.

Urutan penyajian hasil

Urutan penyajian adalah keputusan penting dalam cara menulis hasil dan pembahasan. Susun bagian Hasil mengikuti urutan pertanyaan penelitian Anda, bukan urutan kemunculan data di lembar analisis. Untuk penelitian kuantitatif, urutan yang lazim adalah karakteristik responden, statistik deskriptif, hasil uji asumsi bila relevan, lalu hasil uji hipotesis. Untuk penelitian kualitatif, susun berdasarkan tema temuan dengan kutipan informan sebagai bukti pendukung.

Kapan Memakai Tabel dan Kapan Memakai Grafik

Bentuk Dipakai Ketika Kesalahan Umum
Tabel Nilai persisnya penting dibaca satu per satu Menyalin ulang seluruh isi tabel ke dalam narasi
Grafik batang Membandingkan besaran antarkelompok Sumbu vertikal tidak dimulai dari nol sehingga menyesatkan
Grafik garis Menunjukkan tren sepanjang waktu Menghubungkan titik data yang tidak berurutan waktu
Diagram sebar Menunjukkan pola hubungan dua variabel Tidak mencantumkan garis kecenderungan bila relevan
Gambar atau foto Objek visual perlu dilihat langsung Resolusi rendah dan tanpa keterangan skala
Narasi saja Data hanya terdiri dari dua atau tiga angka Membuat tabel untuk tiga angka

Aturan Penyajian Tabel dan Gambar

  • ✓Setiap tabel dan gambar diberi nomor urut sesuai kemunculannya dalam teks
  • ✓Judul tabel diletakkan di atas, judul gambar di bawah, sesuai kelaziman gaya sitasi
  • ✓Judul cukup informatif untuk dipahami tanpa membaca naskah
  • ✓Setiap tabel dan gambar dirujuk secara eksplisit dalam kalimat
  • ✓Narasi menyoroti pola penting, bukan membacakan ulang seluruh isi tabel
  • ✓Data yang sama tidak disajikan dua kali dalam bentuk berbeda
  • ✓Sumber data dicantumkan bila berasal dari pihak lain
  • ✓Singkatan dalam tabel dijelaskan pada catatan kaki tabel

Format Pelaporan Hasil Uji Statistik

Bagian ini sering menjadi titik lemah cara menulis hasil dan pembahasan pada naskah pemula. Pemilihan bentuk penyajian ikut menentukan kualitas cara menulis hasil dan pembahasan. Inilah bagian yang paling jarang dijelaskan panduan lain, padahal paling sering menjadi sumber komentar reviewer. Setiap uji statistik memiliki unsur baku yang harus dilaporkan. Menghilangkan salah satunya membuat pembaca tidak dapat menilai kekuatan temuan Anda.

Uji Unsur yang Wajib Dilaporkan
Uji t Rata-rata dan simpangan baku tiap kelompok, nilai t, derajat bebas, nilai signifikansi, ukuran efek
Analisis varians Rata-rata tiap kelompok, nilai F, derajat bebas antar dan dalam kelompok, signifikansi, hasil uji lanjut
Korelasi Koefisien korelasi, jumlah sampel, arah hubungan, nilai signifikansi
Regresi berganda Koefisien tiap prediktor, kesalahan baku, nilai t, signifikansi, koefisien determinasi, nilai F model
Uji chi-kuadrat Nilai chi-kuadrat, derajat bebas, jumlah sampel, signifikansi, ukuran asosiasi
Uji nonparametrik Nilai statistik uji, jumlah sampel tiap kelompok, signifikansi, median
Pemodelan persamaan struktural Indeks kecocokan model, koefisien jalur, kesalahan baku, signifikansi tiap jalur

Format penulisan angka mengikuti gaya sitasi jurnal tujuan. Perhatikan penggunaan koma atau titik sebagai pemisah desimal sesuai bahasa naskah.

Tiga kesalahan pelaporan yang sering terjadi

  • Menulis “signifikan” tanpa mencantumkan nilai statistik dan derajat bebasnya
  • Melaporkan nilai signifikansi tanpa menyertakan ukuran efek, sehingga besar kecilnya pengaruh tidak dapat dinilai
  • Menyimpulkan hubungan sebab-akibat dari hasil uji korelasi yang hanya menunjukkan keterkaitan

Formula Lima Gerakan untuk Menyusun Pembahasan

Inilah kerangka yang membuat cara menulis hasil dan pembahasan Anda terstruktur. Pembahasan adalah bagian yang paling menentukan diterima atau tidaknya naskah, sekaligus bagian yang paling sering ditulis tanpa struktur. Susun setiap temuan utama dengan lima gerakan berikut secara berurutan.

  1. Nyatakan kembali temuan kunci dalam satu kalimat, tanpa mengulang seluruh angka detail.
  2. Tafsirkan — apa arti temuan itu dalam kerangka teori yang Anda gunakan.
  3. Bandingkan dengan penelitian terdahulu: sejalan dengan siapa, berbeda dengan siapa, dan mengapa bisa berbeda.
  4. Nyatakan implikasi — apa konsekuensinya bagi teori, praktik, atau kebijakan.
  5. Akui keterbatasan yang relevan, lalu arahkan ke penelitian lanjutan.
Gerakan Pola Kalimat
Menyatakan temuan “Penelitian ini menemukan bahwa [variabel] berhubungan [arah] dengan [variabel].”
Menafsirkan “Temuan ini dapat dipahami melalui [teori], yang menjelaskan bahwa [mekanisme].”
Membandingkan sejalan “Hasil ini sejalan dengan [penulis, tahun] yang melaporkan pola serupa pada [konteks].”
Membandingkan berbeda “Berbeda dengan [penulis, tahun], penelitian ini tidak menemukan [temuan].”
Menjelaskan perbedaan “Perbedaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh [karakteristik konteks, populasi, atau metode].”
Menyatakan implikasi teoretis “Temuan ini memperkaya [teori] dengan menunjukkan bahwa [kontribusi].”
Menyatakan implikasi praktis “Bagi [pihak], temuan ini menyarankan [tindakan konkret].”
Menyatakan keterbatasan “Penelitian ini terbatas pada [batasan], sehingga generalisasi perlu dilakukan secara berhati-hati.”
Mengarahkan lanjutan “Penelitian selanjutnya disarankan menguji [aspek] pada [konteks lain].”

Contoh Paragraf Pembahasan

Berikut penerapan cara menulis hasil dan pembahasan dalam satu paragraf utuh. Contoh berikut disusun sebagai ilustrasi penerapan cara menulis hasil dan pembahasan, bukan kutipan dari artikel yang sudah terbit. Perhatikan kelima gerakan muncul berurutan dalam satu paragraf utuh.

Contoh Paragraf Lima Gerakan

Penelitian ini menemukan beban administratif berhubungan negatif dengan kinerja guru sekolah dasar. [Gerakan 1] Temuan tersebut dapat dipahami melalui kerangka tuntutan dan sumber daya kerja, yang menjelaskan bahwa tuntutan pekerjaan di luar tugas inti menguras energi kognitif yang seharusnya dialokasikan untuk persiapan mengajar. [Gerakan 2] Hasil ini sejalan dengan Penulis (2024) yang melaporkan pola serupa pada guru sekolah menengah, tetapi berbeda dengan Penulis (2023) yang tidak menemukan hubungan signifikan; perbedaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh perbedaan tingkat digitalisasi administrasi di kedua konteks penelitian. [Gerakan 3] Bagi dinas pendidikan dan kepala sekolah, temuan ini menyarankan penyederhanaan alur pelaporan dan penguatan tenaga administratif sebagai langkah yang lebih tepat sasaran daripada pelatihan tambahan bagi guru. [Gerakan 4] Penelitian ini terbatas pada satu kabupaten dan mengandalkan laporan diri, sehingga generalisasi perlu dilakukan secara berhati-hati; penelitian selanjutnya disarankan menggunakan data objektif jam kerja dan memperluas cakupan wilayah. [Gerakan 5]

Mengakui keterbatasan bukan kelemahan

Banyak penulis menyembunyikan keterbatasan karena takut naskahnya dinilai lemah. Efeknya justru sebaliknya. Menyebut keterbatasan secara jujur lalu menjelaskan mengapa temuan tetap valid dalam batas tersebut adalah tanda kematangan ilmiah yang dihargai reviewer.

Kesalahan yang Membuat Bagian Ini Dinilai Lemah

Kesalahan Akibat Perbaikan
Pembahasan hanya mengulang Hasil Dinilai tidak memiliki kedalaman analisis Terapkan formula lima gerakan pada tiap temuan utama
Hasil memuat penafsiran Batas antara data dan pendapat kabur Pindahkan seluruh kalimat tafsir ke Pembahasan
Narasi membacakan ulang isi tabel Ruang terbuang dan pembaca bosan Soroti pola penting, rujuk tabel untuk detailnya
Data baru muncul di Pembahasan Konsistensi naskah dipertanyakan Pastikan setiap angka sudah muncul di Hasil
Tidak membandingkan dengan literatur Kontribusi terhadap bidang tidak terlihat Bandingkan minimal dengan tiga studi relevan
Klaim melampaui data Reviewer meminta revisi mayor Batasi klaim sesuai desain dan cakupan sampel
Keterbatasan tidak disebutkan Naskah terbaca tidak sadar batas klaimnya Sebutkan keterbatasan yang relevan dengan temuan
Hasil tidak sesuai hipotesis disembunyikan Pelanggaran integritas ilmiah Laporkan apa adanya dan jelaskan kemungkinan penyebabnya

Checklist Hasil dan Pembahasan Sebelum Submit

Checklist Hasil dan Pembahasan

  • ✓Format terpisah atau digabung sudah sesuai template jurnal tujuan
  • ✓Bagian Hasil bebas dari kalimat penafsiran
  • ✓Urutan penyajian hasil mengikuti urutan pertanyaan penelitian
  • ✓Setiap tabel dan gambar bernomor, berjudul, dan dirujuk dalam teks
  • ✓Tidak ada data yang disajikan dua kali dalam bentuk berbeda
  • ✓Pelaporan uji statistik memuat seluruh unsur wajibnya
  • ✓Ukuran efek dicantumkan, bukan hanya nilai signifikansi
  • ✓Setiap temuan utama dibahas dengan lima gerakan berurutan
  • ✓Perbandingan dilakukan dengan minimal tiga studi relevan
  • ✓Tidak ada angka baru yang pertama kali muncul di Pembahasan
  • ✓Keterbatasan penelitian disebutkan secara jujur
  • ✓Klaim tidak melampaui cakupan data dan desain penelitian

Batas Etis yang Perlu Ditegaskan

Seluruh panduan pada artikel ini ditujukan untuk membantu Anda menulis sendiri artikel Anda. Layanan pendampingan publikasi yang sehat hanya membantu aspek teknis dan administratif — penyuntingan bahasa, penyesuaian template, pemeriksaan kemiripan, pemetaan jurnal tujuan, dan pendampingan proses submit. Layanan yang menawarkan penulisan naskah atas nama Anda (ghostwriting), jual-beli kepengarangan, manipulasi data, atau jaminan pasti terbit adalah pelanggaran etika publikasi dan berisiko membuat artikel Anda ditarik (retracted) serta merugikan rekam jejak akademik Anda secara permanen.

Hasil dan Pembahasan Sudah Kuat, Naskah Siap Dikirim?

Tim Pusat Publikasi membantu penyuntingan naskah, penyesuaian ke template jurnal tujuan, pemeriksaan kemiripan, hingga pendampingan proses submit dan revisi. Konsultasikan naskah Anda tanpa biaya.

Konsultasi Gratis via WhatsApp

Pendampingan bersifat teknis dan administratif. Naskah, data, dan kepemilikan intelektual tetap sepenuhnya milik penulis.

Kesimpulan

Sebelum submit, periksa cara menulis hasil dan pembahasan Anda dengan daftar berikut. Beberapa pola keliru dalam cara menulis hasil dan pembahasan berulang pada naskah pemula. Cara menulis hasil dan pembahasan yang efektif dimulai dari disiplin memisahkan pelaporan dari penafsiran. Sajikan data secara netral dengan tabel dan gambar yang dipilih tepat, laporkan hasil uji statistik dengan seluruh unsur wajibnya, lalu bangun Pembahasan dengan lima gerakan berurutan pada setiap temuan utama.

Bandingkan temuan Anda dengan literatur secara jujur termasuk ketika hasilnya berbeda, akui keterbatasan, dan jangan pernah membuat klaim yang melampaui data. Untuk melihat posisi bagian ini dalam keseluruhan proses penulisan, baca panduan cara menulis jurnal ilmiah yang menguraikan kesembilan tahapannya secara berurutan.

FAQ

Apakah hasil dan pembahasan sebaiknya digabung atau dipisah?

Cara menulis hasil dan pembahasan pada titik ini bergantung pada permintaan jurnal tujuan. Bila template menyediakan dua judul terpisah, pisahkan. Penggabungan lazim pada artikel kualitatif dan artikel pengabdian masyarakat, sedangkan pemisahan lebih umum pada artikel kuantitatif. Periksa template resmi sebelum menulis agar tidak perlu menata ulang naskah.

Berapa panjang bagian hasil dan pembahasan yang ideal?

Porsi wajar dalam cara menulis hasil dan pembahasan adalah 20–25 persen untuk Hasil dan 25–35 persen untuk Pembahasan dari total naskah. Untuk artikel 6.000 kata, artinya sekitar 1.200–1.500 kata untuk Hasil dan 1.500–2.100 kata untuk Pembahasan. Pembahasan yang lebih pendek daripada Pendahuluan adalah tanda komposisi naskah bermasalah.

Bolehkah menampilkan data yang sama dalam tabel dan grafik sekaligus?

Tidak. Reviewer hampir pasti meminta salah satunya dihapus karena dianggap pengulangan. Pilih tabel bila nilai persisnya penting dibaca, pilih grafik bila pola atau trennya yang lebih penting.

Apakah pembahasan boleh memuat data baru?

Tidak boleh. Setiap angka yang dibahas harus sudah muncul di bagian Hasil. Angka yang tiba-tiba muncul pertama kali di Pembahasan membuat reviewer mempertanyakan konsistensi seluruh naskah.

Bagaimana menyikapi hasil yang tidak sesuai hipotesis?

Laporkan apa adanya dan jelaskan kemungkinan penyebabnya di Pembahasan. Hasil yang tidak mendukung hipotesis bukan kegagalan penelitian dan tetap merupakan kontribusi ilmiah. Yang merusak kredibilitas justru menyembunyikan atau memoles hasil agar tampak sesuai harapan.

Apakah keterbatasan penelitian wajib dicantumkan?

Sebaiknya selalu. Reviewer berpengalaman akan menemukan keterbatasan itu sendiri, dan naskah yang tidak menyebutkannya terbaca sebagai naskah yang penulisnya tidak sadar batas klaimnya. Sebutkan keterbatasan secara jujur, lalu jelaskan mengapa temuan tetap valid dalam batas tersebut.

Berapa banyak tabel dan gambar yang wajar dalam satu artikel?

Cara menulis hasil dan pembahasan yang rapi biasanya melibatkan tiga sampai enam tabel dan gambar untuk artikel 6.000 kata. Setiap tabel dan gambar harus bernomor, berjudul, dirujuk dalam teks, dan dapat dipahami tanpa membaca naskah. Jumlah yang berlebihan membuat alur argumen terputus.

Mahasiswa Ekonomi Syariah yg memiliki passion di bidang digital marketing, SEO, publikasi ilmiah, content writing, dan pengembangan bisnis.

You might also like